Diskusi Andre Rosiade dan BEM Unand

BEM KM Unand Minta Andre Rosiade Bawa Lima Tuntutan Mahasiswa ke Senayan Usai Diskusi Terbuka

“Untuk hasilnya tadi memang kami menyerahkan kajian yang mungkin diminta untuk diberikan di Senayan, tadi juga sudah ditandatangani," ujarnya.

Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rezi Azwar

Mereka meminta Andre berdiskusi untuk membahas mengenai dinamika perkembangan kondisi sosial dan ekonomi di Sumbar.

Undangan terbuka itu lantas diterima langsung oleh Andre Rosiade dengan menyatakan ketersedian melalui kolom komentar di postingan instagram @bemkmunand.

Baca juga: Polisi Tangkap Pria Ambil HP Mahasiswi di Transportasi Online di Padang, Sempat Pura-pura Tidak Tahu

Sementara, pantauan TribunPadang.com di lapangan, tampak mahasiswa cukup antusias mendatangi diskusi terbuka tersebut.

Sejak pukul 10:27 WIB, terlihat mahasiswa sudah memenuhi bagian luar ruangan Sekretariat BEM KM Unand.

Sejumlah mahasiswa yang berada di luar ruangan tersebut tidak dapat mengikuti diskusi, sebab sudah dipenuhi oleh para peserta.

Memasuki ruangan, di depan pintu masuk juga masih banyak peserta diskusi yang berdiri akibat tidak kebagian tempat duduk.

Ruangan itu tak terlalu besar, para peserta terlihat duduk di lantai, hanya para pembicara yang tampak disediakan kursi.

Baca juga: Sijunjung Targetkan Akselerasi Ekonomi 2027, Nagari Jadi Poros Pembangunan Daerah

Pembicara diskusi ini antara lain Anggota DPR RI Andre Rosiade, Presiden BEM KM Unand, hingga Dosen Politik Unand.

Terlihat, mahasiswa mendengarkan dengan seksama diskusi yang tengah berlangsung, mulai dari Makan Bergizi Gratis, pendidikan dan lain sebagainya

Diskusi sempat tegang, akibat terbatasnya waktu yang diberikan moderator kepada pembicara, yakni 10 menit. Hal ini terjadi saat Andre Rosiade berbicara.

Sempat terjadi teriakan dari peserta diskusi, mereka meminta tambahan waktu untuk Andre melanjutkan diskusi.

Tak berlangsung lama, akhirnya diskusi kembali kembali berjalan dengan normal. Hingga kini, kegiatan tersebut masih berlangsung.

Seiring berjalannya waktu, para peserta masih berdatangan di lokasi, namun tidak dapat memasuki ruangan akibat penuh.

Baca juga: Segera Dibangun! Intip Desain Stadion H Agus Salim Padang Standar AFC, Ada Warna Marawa Khas Minang

BEM Kritik "Presiden Pakak"

Diskusi ini berawal dari postingan Instagram BEM KM Unand yang menulis "Presiden Pakak" atau presiden tuli dalam bahasa Indonesia. BEM mengrkitisi sejumlah pernyataan presiden kemudian disandingkan dengan berita yang tidak sesuai dengan peryataan tersebut. Beberapa hal dikritik yakni terkait penangan bencana di Aceh, program MBG, Koperasi Merah Putih, soal tindakan presiden gabung Board Of Piece.

"Pemerintah Indonesia sering kali menggaungkan bahwa bangsanya adalah negara Hukum, namun keadilan mana yang ditegakkan oleh negara saat ini? Indonesia adalah negara demokrasi, dimana setiap masyarakat bebas bersuara selama tidak mengkritik pemerintah dan Indonesia akan selamanya menjadi negara yang kaya, walau tidak pernah benar-benar diberikan untuk rakyatnya. Menuju Indonesia CEMAS 2045 bersama PRESIDEN PAKAK!!!," tulis akun BEM Unand dikutip Kamis (9/4/2026).

Sumber: Tribun Padang
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved