Kabupaten Solok Selatan

Solok Selatan Matangkan Program Penurunan Stunting 2027, Pemda dan DPRD Satukan Langkah

Pemerintah Kabupaten Solok Selatan terus mematangkan langkah strategis demi mencetak generasi emas di masa depan

Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Pemkab Solsel
MUSRENBANG SOLOK SELATAN: Pemerintah Kabupaten Solok Selatan terus mematangkan langkah strategis demi mencetak generasi emas di masa depan. Fokus utama kini diarahkan pada percepatan penurunan angka stunting secara terpadu dan berkelanjutan. Langkah serius ini ditandai dengan digelarnya Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Terintegrasi Rembuk Stunting Tahun 2027. 

Ringkasan Berita:
  • Pemkab Solok Selatan gelar Musrenbang RKPD 2027 terintegrasi Rembuk Stunting.
  • Program ini fokus mempercepat penurunan angka stunting di Solok Selatan.
  • Wakil Bupati akui keterbatasan APBD jadi tantangan utama program.
  • DPRD Solok Selatan pastikan pengawasan agar program berjalan.
  • Pemda targetkan langkah bersama tekan stunting hingga tingkat nagari.

TRIBUNPADANG.COM, SOLOK SELATAN - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan terus mematangkan langkah strategis demi mencetak generasi emas di masa depan. Fokus utama kini diarahkan pada percepatan penurunan angka stunting secara terpadu dan berkelanjutan.

Langkah serius ini ditandai dengan digelarnya Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Terintegrasi Rembuk Stunting Tahun 2027. Acara tersebut berlangsung khidmat di Aula Sarantau Sasurambi beberapa waktu lalu.

Wakil Bupati Solok Selatan, Yulian Efi, hadir langsung memberikan arahan dalam pertemuan krusial tersebut. Ia menekankan bahwa persoalan stunting bukan hanya tanggung jawab satu instansi semata, melainkan persoalan bersama.

Dalam pidatonya, Yulian Efi menyoroti tantangan keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang menjadi realitas bagi pemerintah daerah. Ia mengakui bahwa pemerintah tidak akan mampu berjalan sendirian tanpa dukungan pihak lain.

"Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Keterbatasan anggaran menuntut kita untuk lebih kreatif dan solid dalam merangkul semua elemen," ujar Yulian Efi dilansir resmi, Rabu (7/4/2026).

Baca juga: Rumah Gadang di Sungayang Tanah Datar Hangus Terbakar, Pemilik Rugi Hingga Rp450 Juta

Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut serta berperan aktif. Selain itu, keterlibatan sektor dunia usaha dan pemerintah nagari (desa) dinilai menjadi kunci utama keberhasilan program di lapangan.

Semangat yang diusung oleh Pemkab Solok Selatan adalah semangat 'Superteam'. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan koordinasi yang erat dan tidak ada lagi ego sektoral antar dinas maupun lembaga.

"Kita harus bergerak bersama dalam semangat superteam, termasuk dalam upaya percepatan penurunan stunting demi masa depan anak-anak kita," tambahnya dengan tegas.

Penggabungan agenda Rembuk Stunting ke dalam Musrenbang RKPD 2027 bukan tanpa alasan. Langkah ini dinilai sebagai strategi agar perencanaan program lebih fokus, terukur, dan tepat sasaran.

Baca juga: Harga Plastik di Padang Naik Ugal-ugalan, Pedagang Minuman Terpaksa Jual Lebih Mahal

Dengan integrasi ini, diharapkan setiap anggaran yang dikucurkan dapat berdampak langsung pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Hal ini sejalan dengan visi daerah untuk menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan kompetitif.

Dukungan kuat juga datang dari pihak legislatif. Ketua DPRD Solok Selatan, Martius, menyatakan komitmen penuh lembaga yang dipimpinnya untuk mengawal kebijakan penurunan stunting ini.

Martius menegaskan bahwa DPRD akan memaksimalkan fungsi pengawasan dan penganggaran. Ia ingin memastikan bahwa setiap kebijakan yang telah disepakati benar-benar sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan.

"Kami di legislatif memastikan bahwa kebijakan ini tidak hanya indah di atas kertas atau berhenti pada tahap perencanaan saja," tegas Martius dalam forum tersebut.

Baca juga: Sabu Direbus Ganja Dibakar, Polda Sumbar Musnahkan 9,83 Kg Barang Bukti Tangkapan Maret 2026

Ia menambahkan, kehadiran program pemerintah harus benar-benar dirasakan manfaatnya secara nyata oleh keluarga-keluarga di pelosok Solok Selatan.

Pengawasan ketat akan dilakukan agar eksekusi di lapangan berjalan optimal.
Plt. Kepala Bapperida Solok Selatan, Diary Haes, turut memberikan pandangannya terkait urgensi kegiatan ini.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved