Kabupaten Solok Selatan

Akurasi Data Dasawisma Solok Selatan Digenjot, Aplikasi SIMSALABIM Jadi Tumpuan

Pentingnya akurasi data ini juga berkaitan langsung dengan rencana penyaluran Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dan program Sekolah Rakyat.

Tayang:
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rezi Azwar
Dokumentasi/Pemkab Solok Selatan
DATA- Rapat Koordinasi Verifikasi dan Validasi Data di Aula Sarantau Sasurambi, Kantor Bupati Solok Selatan, Kamis (7/5/2026). Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Solok Selatan, Erniati Khairunas, menekankan bahwa pendataan bukan sekadar rutinitas administratif. 

Ringkasan Berita:
  • Pemkab Solok Selatan perkuat basis data pembangunan daerah melalui optimalisasi peran kelompok Dasawisma.
  • Ketua TP PKK Solok Selatan, Erniati Khairunas, mengingatkan pentingnya integritas data.
  • Fokus utama dalam koordinasi ini adalah percepatan pengisian data melalui aplikasi SIMSALABIM.
  • Capaian pelaporan data di wilayah tersebut saat ini berada di angka 85 persen.
  • Meski tergolong tinggi, Erniati mendorong seluruh pihak untuk mencapai target sempurna, yakni 100 persen, dalam waktu dekat.

TRIBUNPADANG.COM, SOLOK SELATAN - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan terus berupaya memperkuat basis data pembangunan daerah melalui optimalisasi peran kelompok Dasawisma.

Ketajaman akurasi data yang dihimpun dari tingkat akar rumput kini menjadi prioritas utama guna memastikan program bantuan sosial dan kebijakan daerah tepat sasaran.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Solok Selatan, Erniati Khairunas, menekankan bahwa pendataan bukan sekadar rutinitas administratif.

Hal tersebut merupakan fondasi bagi pemerintah dalam memetakan kondisi riil masyarakat di lapangan.

Baca juga: Tekan Ketimpangan, Pemkab Solok Selatan Verifikasi Data Penerima Bantuan Listrik dan Sekolah Rakyat

Dalam Rapat Koordinasi Verifikasi dan Validasi Data di Aula Sarantau Sasurambi, Kantor Bupati Solok Selatan, Kamis (7/5/2026), Erniati mengingatkan pentingnya integritas data.

Ia meminta seluruh perangkat pemerintahan, mulai dari tingkat nagari hingga jorong, untuk tidak main-main dalam melakukan verifikasi.

Fokus utama dalam koordinasi ini adalah percepatan pengisian data melalui aplikasi SIMSALABIM.

Inovasi digital yang diinisiasi oleh Erniati ini dirancang untuk mengintegrasikan berbagai indikator kesejahteraan keluarga dalam satu pintu.

Baca juga: Pemkab Solok Selatan Gelar Pelatihan Kue Tampah, Dorong UMKM Kuliner Lokal Naik Kelas

"Kualitas data yang dihimpun di lapangan, termasuk melalui kelompok Dasawisma, adalah penentu keberhasilan program pemerintah. Jika datanya keliru, maka kebijakan yang diambil pun berisiko tidak tepat," ujar Erniati di hadapan para camat dan wali nagari.

Berdasarkan evaluasi terbaru, capaian pelaporan data di wilayah tersebut saat ini berada di angka 85 persen.

Meski tergolong tinggi, Erniati mendorong seluruh pihak untuk mencapai target sempurna, yakni 100 persen, dalam waktu dekat.

Kesenjangan 15 persen tersebut menjadi perhatian serius. Erniati mengajak para pemangku kepentingan untuk duduk bersama mencari solusi atas kendala teknis maupun sosiologis yang menghambat proses penginputan di lapangan.

Baca juga: Pemkab Solok Selatan Renovasi 264 Rumah Tak Layak Huni, Salurkan Dana BSPS Rp 20 Juta Per Unit

Selain persentase cakupan, aspek verifikasi oleh pimpinan wilayah juga disorot. Tercatat masih ada 14 wali nagari yang hingga kini belum melakukan verifikasi data pada aplikasi SIMSALABIM.

Padahal, validasi dari tingkat nagari sangat krusial sebagai bentuk tanggung jawab administratif.

Aplikasi SIMSALABIM sendiri diharapkan mampu memangkas birokrasi pendataan yang selama ini tumpang tindih. Dengan sistem yang terdigitalisasi, data masyarakat dapat diperbarui secara berkala dan lebih transparan.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved