Harga Plastik Naik

Harga Plastik di Padang Naik Ugal-ugalan, Pedagang Minuman Terpaksa Jual Lebih Mahal

Kini, para pedagang di Padang hanya bisa mengeluh pasrah saat menghadapi gempuran harga modal yang kian tak masuk akal

Tayang:
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia
HARGA PLASTIK NAIK: Salah satu pedagang minuman di Pasar Raya Kota Padang terpaksa menaikan harga minumannya karna harga plastik meroket, Rabu (8/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Harga plastik di Pasar Raya Padang melonjak, pedagang minuman mulai menaikkan harga jual.
  • Pedagang cappucino cincau naikkan harga karena biaya cup dan kantong plastik ikut naik.
  • Harga plastik gula melonjak dari Rp28.000 menjadi Rp50.000 per kilogram.
  • Plastik cup 50 pcs naik dari Rp11.000 menjadi Rp16.000 per pak.
  • Pedagang mengaku pembeli mulai komplain dan daya beli di pasar ikut turun.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- “Kalau harga tidak dinaikkan, tentu kami rugi," rintih Asni, seorang pedagang minuman dingin di kawasan Pasar Raya Padang, Kota Padang, Rabu (7/4/2026). 

Asni hanyalah satu dari sekian banyak pedagang yang kini tercekik oleh harga plastik yang naik "ugal-ugalan" imbas pecahnya perang di Iran. 

Betapa tidak, harga kantong plastik hingga cup minuman melonjak drastis hingga memaksa Asni menaikkan harga segelas Cappucino Cincau miliknya menjadi Rp8.000. 

Kini, para pedagang di Padang hanya bisa mengeluh pasrah saat menghadapi gempuran harga modal yang kian tak masuk akal sementara pembeli mulai sepi.

Kondisi serupa dirasakan oleh para pedagang plastik di pasar yang sama. Toni, salah satu penyedia stok plastik di Pasar Raya, mengonfirmasi bahwa tren kenaikan harga ini mulai terasa sejak pecahnya konflik di Iran.

Baca juga: Sabu Direbus Ganja Dibakar, Polda Sumbar Musnahkan 9,83 Kg Barang Bukti Tangkapan Maret 2026

HARGA PLASTIK NAIK: Harga berbagai jenis produk plastik di Pasar Raya Kota Padang meroket tajam pada Rabu (8/4/2026). Pantauan di lokasi, kenaikan harga terjadi merata pada hampir seluruh jenis kemasan plastik.
HARGA PLASTIK NAIK: Harga berbagai jenis produk plastik di Pasar Raya Kota Padang meroket tajam pada Rabu (8/4/2026). Pantauan di lokasi, kenaikan harga terjadi merata pada hampir seluruh jenis kemasan plastik. (TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia)

Menurut Toni, kenaikan harga terjadi hampir pada semua jenis produk plastik, mulai dari kantong gula hingga gelas plastik atau cup.

"Semua bahan plastik naik. Plastik gula yang biasanya sekilo Rp28.000, sekarang sudah tembus Rp50.000," ungkap Toni dengan nada lesu.

Kenaikan yang paling dirasakan oleh pelaku usaha UMKM adalah pada produk plastic cup. Sebelumnya, satu pak berisi 50 cup dijual seharga Rp11.000, namun kini melonjak drastis menjadi Rp16.000.

Tidak hanya gelas dan plastik gula, alat pengemas yang paling dasar seperti kantong kresek atau sering disebut kantong asoy oleh warga lokal, juga tak luput dari kenaikan.

Baca juga: Polda Sumbar Ungkap 7 Kasus Narkoba Selama Maret 2026, Sita 110 Kg Ganja dan 9,9 Kg Sabu

Toni menyebutkan harga kantong asoy kini berada di angka Rp45.000 per ikat. Padahal, beberapa waktu yang lalu harga per ikatnya masih berada di kisaran Rp30.000.

"Kenaikannya sangat terasa. Dari Rp30.000 ke Rp45.000 itu lompatan yang besar bagi pedagang," imbuhnya.

Dampak dari kenaikan harga plastik yang ugal-ugalan ini mulai berimbas pada daya beli masyarakat di Kota Padang.

Warga yang biasanya berbelanja tanpa ragu, kini mulai mengeluh dan mengurangi jumlah pembelian.

Banyak pembeli yang kaget saat mengetahui harga minuman favorit mereka naik, meskipun hanya seribu rupiah. Komplain dari pelanggan pun menjadi makanan sehari-hari bagi pedagang seperti Asni.

Baca juga: 32 KK di Huntara Kapalo Koto Padang Belum Terima Bantuan Jadup Rp1,3 Juta, Ini Daftar Namanya

"Masyarakat banyak yang komplain. Mereka merasa berat, apalagi semua kebutuhan lain juga ikut naik. Akibatnya, daya beli menurun," keluh Asni.

Situasi ini menjadi dilema bagi pedagang kecil di Pasar Raya Padang. Di satu sisi, mereka harus menaikkan harga untuk menutupi modal, namun di sisi lain, kenaikan harga justru membuat omzet menurun karena sepinya pembeli.(*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved