Harga Plastik Naik
Harga Plastik Melonjak, Pedagang di Padang Naikkan Harga hingga Kurangi Porsi
Menurut Herman, kenaikan harga barang di tokonya berkisar antara Rp500 hingga Rp1.000 per item, tergantung jenis produk.
Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: Rezi Azwar
Ringkasan Berita:
- Harga plastik naik di Pasar Lubuk Buaya, Padang.
- Kenaikan harga plastik berdampak pada barang lainnya.
- Menurut Herman, kenaikan harga barang di tokonya berkisar antara Rp500 hingga Rp1.000 per item, tergantung jenis produk.
- Chandra, penjual air tebu di kawasan Pasar Lubuk Buaya, memilih mempertahankan harga jual meski biaya kemasan meningkat.
TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Kenaikan harga bahan baku plastik dalam beberapa waktu terakhir mulai berdampak luas terhadap pelaku usaha kecil di Kota Padang, Sumatera Barat.
Sejumlah pedagang mengaku terpaksa menaikkan harga jual, bahkan ada yang mengurangi porsi dagangan untuk menekan biaya.
Salah seorang pedagang kelontong di kawasan Jalan Adinegoro, Kelurahan Lubuk Buaya, Herman, mengatakan lonjakan harga plastik membuat harga dari produsen ikut naik, sehingga berdampak pada modal usaha.
“Harga bahan baku plastik naik sangat tinggi. Produsen menaikkan biaya operasional, otomatis harga barang juga ikut naik. Sementara banyak dagangan kami yang menggunakan kemasan plastik,” ujarnya saat ditemui, Rabu (8/4/2026).
Baca juga: Harga Plastik di Padang Melonjak, Pedagang Sebut Dampak Gangguan Pasokan Global
Menurut Herman, kenaikan harga barang di tokonya berkisar antara Rp500 hingga Rp1.000 per item, tergantung jenis produk.
Ia mencontohkan, minuman kemasan dan air mineral ukuran kecil yang sebelumnya dijual Rp500 per buah, kini dijual Rp1.500 untuk dua buah atau sekitar Rp750 per buah.
Sementara minuman susu dan kopi kemasan yang sebelumnya Rp4.000 per botol, kini naik menjadi Rp5.000.
“Kalau tidak dinaikkan, keuntungan bisa sangat kecil bahkan tidak ada. Modal saja sudah naik,” katanya.
Ia mengakui, kenaikan harga tersebut kerap membuat pelanggan terkejut.
Baca juga: Harga Plastik di Padang Meroket Nyaris 100 Persen, Plastik Gula dari Rp28 Ribu Jadi Rp50 Ribu Sekilo
“Masih banyak pembeli yang kaget dan bertanya karena harganya lebih mahal dari biasanya,” tambahnya.
Di sisi lain, tidak semua pedagang berani menaikkan harga. Chandra, penjual air tebu di kawasan Pasar Lubuk Buaya, memilih mempertahankan harga jual meski biaya kemasan meningkat.
“Belum berani naikkan harga. Takut pelanggan lari, walaupun kenaikannya hanya Rp500 atau Rp1.000,” ujarnya.
Ia mengaku harus rela mengambil keuntungan lebih kecil demi menjaga pelanggan tetap bertahan.
Baca juga: Harga Plastik di Padang Naik Ugal-ugalan, Pedagang Minuman Terpaksa Jual Lebih Mahal
Hal serupa disampaikan Kevin, pedagang sarapan di kawasan Lubuk Buaya. Ia memilih menyiasati kenaikan biaya dengan mengurangi porsi makanan yang dijual.
“Harga plastik sekarang mahal sekali, bahkan bisa naik sampai 100 persen. Jadi terpaksa porsi kita kurangi supaya tetap ada keuntungan,” katanya.
Menurutnya, kondisi ini cukup memberatkan, mengingat plastik hanya digunakan sebagai kemasan sekali pakai.
“Padahal plastik itu ujung-ujungnya jadi sampah juga,” ujarnya.
Para pedagang berharap pemerintah dapat mengambil langkah untuk menstabilkan harga bahan baku plastik agar tidak semakin membebani pelaku usaha kecil dan masyarakat.(*)
Multiangle
Eksklusif
Pasar Lubuk Buaya
Koto Tangah
kenaikan harga plastik
harga plastik Padang hari ini
Harga plastik di Padang
pedagang
| Harga Plastik di Padang Melonjak, Pedagang Sebut Dampak Gangguan Pasokan Global |
|
|---|
| Harga Plastik di Padang Meroket Nyaris 100 Persen, Plastik Gula dari Rp28 Ribu Jadi Rp50 Ribu Sekilo |
|
|---|
| Daya Beli Lesu Dampak Harga Plastik Naik di Padang, Pedagang Keluhkan Omzet Anjlok |
|
|---|
| Harga Plastik di Padang Naik Ugal-ugalan, Pedagang Minuman Terpaksa Jual Lebih Mahal |
|
|---|
| Harga Plastik di Padang Melejit Imbas Konflik Timur Tengah, Kantong Kresek Tembus Rp45 Ribu per Ikat |
|
|---|