Berita Populer Padang

3 Berita Populer Padang: Pengamen Tewas Diduga Usai Diamankan Satpol PP dan Kebakaran Minimarket

Berdasarkan keterangan pihak keluarga melalui kuasa hukumnya, korban mengalami luka memar di bagian tulang selangkangan.

Tayang:
Editor: Rezi Azwar
TribunPadang.com/Kuasa Hukum pihak keluarga
PENGAMEN PADANG TEWAS - Karim (32) seorang pengamen di Pasar Raya Padang meninggal dunia usai diamankan Satpol PP Padang pada Senin (23/6/2026) sekira pukul 10:00 WIB pagi lalu. Pihak keluarga melaporkan kasus kematian seorang pengamen di Pasar Raya Padang ke Polresta Padang. 

2. Minimarket di Nanggalo Padang Terbakar Senin Pagi, Damkar Kerahkan Tiga Armada

KEBAKARAN RUKO- Sebuah rumah roko (ruko) yang difungsikan sebagai minimarket dilaporkan terbakar di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Kampung Olo, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Senin (30/3/2026).
KEBAKARAN RUKO- Sebuah rumah roko (ruko) yang difungsikan sebagai minimarket dilaporkan terbakar di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Kampung Olo, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Senin (30/3/2026). (Dokumentasi/Damkar Kota Padang)

Sebuah rumah roko (ruko) yang difungsikan sebagai minimarket dilaporkan terbakar di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Kampung Olo, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Senin (30/3/2026).

Kepala Bidang Operasi dan Sarana Prasarana Damkar Padang, Rinaldi, menyebut bahwa kebakaran dilaporkan ke pihaknya pukul 05.21 WIB.

Kejadian berawal dari adanya saksi bernama Tosdianto (45) melihat api sudah membesar dari dalam minimarket.

Melihat kejadian tersebut, saksi kemudian melaporkannya ke Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang.

Baca juga: 3 Berita Populer Padang: Emas Perhiasan Naik Rp2,48 Juta per Gram dan Pengolahan Sampah Jadi Energi

"Iya, pada pukul 05.21 WIB masuk laporan adanya kejadian kebakaran ruko yang difungsikan sebagai minimarket," kata Rinaldi.

Kemudian, langsung dikerahkan armada yang terdekat dari lokasi dan juga dari Mako Damkar Padang.

Bangunan ruko tersebut berada di pinggir jalan raya dengan kondisi ramai masyarakat dan terdapat pertokoan lainnya.

Kemudian petugas damkar langsung melakukan proses pemadaman agar api tidak menyebar ke bangunan lainnya.

"Sebanyak tiga unit armada dan 50 personel dikerahkan dalam kejadian kebakaran pagi hari ini," kata Rinaldi.

Baca juga: 4 Berita Populer Sumbar: Arus Balik di BIM Tembus 11.584 Penumpang dan Imunisasi Campak Massal

Api dapat dipadamkan pada pukul 05.57 WIB. Setelah dipastikan kondisi aman terkendali, petugas damkar meninggalkan lokasi kejadian.

Rinaldi mengungkap bahwa barang-barang yang ada dalam minimarket mengalami kerusakan berat.

"Barang-barang tersebut terdiri dari freezer, instalasi listrik minimarket, plafon ruko, dan barang-barang lainnya," ujarnya.

3. Pemulihan Pascabencana: SMPN 44 Padang Tak Lagi Jadi Posko Pengungsian, PBM Kembali Berjalan Normal

Suasana ceria kembali menyelimuti SMPN 44 Negeri Padang yang berlokasi di Jalan Koto Tuo, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Senin (30/3/2026).

Seluruh siswa mulai melaksanakan Proses Belajar Mengajar (PBM) setelah menikmati libur Lebaran.

Kembalinya aktivitas normal di sekolah ini menjadi momen yang emosional bagi para guru dan murid.

Mengingat, sekolah ini memiliki sejarah perjuangan yang cukup berat saat menghadapi bencana banjir bandang pada akhir tahun lalu.

Sempat Jadi Pusat Evakuasi Warga

HARI PERTAMA SEKOLAH- Aktivitas murid Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 44 Padang di Jalan Koto Tuo, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Senin (30/3/2026).
HARI PERTAMA SEKOLAH- Aktivitas murid Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 44 Padang di Jalan Koto Tuo, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Senin (30/3/2026). (TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia)

Kepala Sekolah SMPN 44 Padang, Syafaruddin, mengungkapkan rasa syukurnya melihat kondisi sekolah yang kini sudah kembali pulih sepenuhnya.

Ia mengenang bagaimana sekolah tersebut sempat beralih fungsi menjadi pusat evakuasi.

Baca juga: Cek Empat Titik Lokasi Layanan SIM dan Samsat Keliling di Padang Hari Ini

"Sekolah ini akhir tahun lalu sempat menjadi posko pengungsian bagi warga Lambung Bukik dan Kapalo Koto yang terdampak banjir bandang," ujar Syafaruddin saat ditemui.

Akibat ruang kelas yang digunakan sebagai tempat mengungsi, aktivitas belajar mengajar sempat terganggu.

Pihak sekolah terpaksa mengambil kebijakan untuk melaksanakan PBM secara daring atau online selama kurang lebih satu bulan.

Pemulihan Sarana dan Prasarana Sekolah

HARI PERTAMA SEKOLAH- Beberapa murid dari Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 44 Padang berteduh di bawah pohon sambil meminum es cekek di Jalan Koto Tuo, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Senin (30/3/2026).
HARI PERTAMA SEKOLAH- Beberapa murid dari Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 44 Padang berteduh di bawah pohon sambil meminum es cekek di Jalan Koto Tuo, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Senin (30/3/2026). (TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia)

Tidak hanya ruang kelas, halaman sekolah pun saat itu berubah drastis.

Berbagai tenda darurat didirikan untuk menampung warga yang kehilangan tempat tinggal atau yang merasa trauma untuk kembali ke rumah.

Namun, pemandangan pilu itu kini sudah berganti.

Halaman sekolah yang dulunya penuh sesak dengan tenda dan material darurat, kini sudah tampak rata dan rapi kembali seperti sedia kala.

Baca juga: Wabup Solok Selatan Yulian Efi Minta OPD Jemput Bola ke Pusat, Tegaskan Kuasai Materi Program

"Alhamdulillah, sekarang halaman sekolah sudah datar kembali. Rumput-rumput juga sudah mulai tumbuh hijau lagi, memberikan suasana asri bagi siswa," tambah Syafaruddin.

Meskipun sekolah sempat dijadikan posko pengungsian, Syafaruddin memastikan bahwa fasilitas pendidikan tidak mengalami kerusakan berarti.

Sarana dan prasarana sekolah tetap aman dan tidak terdampak langsung oleh luapan air banjir.

Trauma dan Dampak Siswa Terdampak Banjir

Namun, pemandangan berbeda masih terlihat tepat di depan gerbang sekolah.

Sisa-sisa keganasan banjir bandang akhir tahun lalu masih membekas dengan adanya tumpukan batu besar dan sisa bangunan rumah warga yang hanyut.

Kondisi ekonomi dan psikis siswa juga menjadi perhatian pihak sekolah.

Baca juga: Minimarket di Nanggalo Padang Terbakar Senin Pagi, Damkar Kerahkan Tiga Armada

Tercatat ada sekitar 20 siswa SMPN 44 Padang yang menjadi korban terdampak banjir, di mana empat di antaranya mengalami kerusakan rumah yang cukup parah.

Keempat siswa tersebut hingga saat ini dilaporkan masih tinggal di Hunian Sementara (Huntara), karena rumah asli mereka belum bisa ditempati kembali.

Dukungan moral terus mengalir bagi mereka agar tetap semangat bersekolah.

Cerita Siswa Bangkit dari Masa Sulit

Salah seorang siswa, Razak, berbagi ceritanya mengenai masa-masa sulit tersebut.

Ia mengaku sempat harus menumpang ke sekolah lain hanya untuk bisa mengikuti ujian semester satu tahun lalu.

"Sebelumnya memang sempat belajar online. Bahkan saat ujian semester satu kemarin, kami harus menumpang ke sekolah lain karena kondisi di sini belum memungkinkan," kenang Razak.

Kini, Razak mengaku sangat senang bisa kembali belajar di sekolah sendiri sejak Januari lalu.

Baginya, bisa bertemu dengan teman-teman di kelas adalah penyemangat utama setelah melewati masa sulit pascabencana.

Beruntung bagi Razak, rumah pribadinya tidak terdampak parah.

Baca juga: Keterbatasan Ekonomi, Korban Bencana di Kapalo Koto Padang Tak Mampu Buat Kue di Momen Lebaran

Namun, ia menceritakan bahwa rumah tantenya sempat kemasukan air dan material lumpur saat kejadian besar tersebut berlangsung.

Cerita serupa datang dari Raka, siswa lainnya yang tinggal di sekitar lingkungan SMPN 44 Padang.

Ia mengingat betapa mencekamnya saat air mulai masuk ke area pemukiman warga di akhir tahun lalu.

"Rumah saya sempat masuk air, tapi Alhamdulillah tidak parah sampai hanyut seperti rumah orang lain di sekitar sini," tutur Raka.

Kini, pihak sekolah terus mengoptimalkan fasilitas yang ada agar para siswa dapat belajar dengan baik.

Semangat bangkit dari bencana menjadi pelajaran berharga bagi seluruh warga SMPN 44 Padang di tahun 2026 ini.(*)

Sumber: Tribun Padang
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved