Berita Populer Padang
3 Berita Populer Padang: Pengamen Tewas Diduga Usai Diamankan Satpol PP dan Kebakaran Minimarket
Berdasarkan keterangan pihak keluarga melalui kuasa hukumnya, korban mengalami luka memar di bagian tulang selangkangan.
Ringkasan Berita:
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Berikut tiga berita Populer Padang yang telah tayang selama 24 jam terakhir di Tribun Padang.
Ada berita terkait seorang pengamen dilaporkan meninggaala dunia setelah diduga diamankan petugas Satpol PP. Keluarga mengetahui kabar kematian korban dari unggahan Dinas Sosial.
Korban disebut mengalami luka memar dan pecah pembuluh darah di kepala menurut surat kematian. Keluarga melaporkan dugaan kematian tidak wajar ke Polresta Padang.
Kemudian, sebuah ruko yang difungsikan sebagai minimarket terbakar di Kampung Olo, Padang. Sebanyak tiga unit mobil damkar dikerahkan ke lokasi kejadian. Kerugian ditaksir mencapai Rp50 juta.
Baca juga: Berita Populer Sumbar: 3 ASN Pemprov Bolos Kerja dan LKAAM Sanksi Pidana Adat Pria Bergaya Wanita
Pelaksanaan hari pertama masuk sekolah usai libur Lebaran di SMP 44 Padang.
Proses Belajar Mengajar (PBM) kembali normal di sekolah yang sebelumnya menjadi posko pengungsian.
Halaman sekolah yang dulunya penuh sesak dengan tenda dan material darurat, kini sudah tampak rata dan rapi kembali seperti sedia kala.
Baca berita selengkapnya:
1. Pengamen di Padang Tewas Usai Diamankan Satpol PP, Keluarga Lapor Polisi Dugaan Kematian Tak Wajar
Seorang pengamen di Pasar Raya Padang, Kota Padang meninggal dunia usai diamankan Satpol PP Padang pada Senin (23/6/2026) sekira pukul 10:00 WIB pagi lalu.
Kabar ini mencuat usai pihak keluarga membuat laporan ke Polresta Padang, setelah menerima laporan korban atas nama Karim (32) meninggal dunia pada Kamis (26/3/2025) lalu.
Informasi meninggalnya korban baru diketahui pihak keluarga dari postingan Dinas Sosial Kota Padang pada Rabu (25/3/2026).
Dalam postingan itu, disebutkan bahwa korban orang dengan gangguan jiwa (odgj) tanpa identitas (Mr. X) meninggal dunia di RSJ Prof Dr HB Shaanin Padang.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Kuasa Hukum keluarga korban, Muhammad Tito saat ditemui TribunPadang.com di sebuah warung di depan Balai Kota Padang lama, di dekat kawasan Pasar Raya, Senin (30/3/2026).
Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Sumbar hingga Pukul 17.50 WIB: Hujan Lebat Guyur Padang hingga Payakumbuh
"Pihak keluarga mengetahui informasi meninggalnya korban melalui postingan Dinas Sosial Kota Padang pada 25 Maret lalu. Sekarang postingan tersebut sudah hilang," ucapnya.
Setelah menerima informasi meninggal dunia, pihak keluarga langsung menuju ke RSUD Rasidin Padang, sebab sebelumnya diketahui korban sudah dibawa ke sana.
Akan tetapi ujar Tito, pihak keluarga diarahkan ke RSJ Prof Dr HB Shaanin Padang. Sehingga, pihak keluarga menuju ke RSJ tersebut.
Namun, pihak keluarga kembali diminta datang ke RSUD Rasidin oleh pihak RSJ Prof Dr HB Shaanin Padang. Barulah setelah itu, keluarga korban berhasil diarahkan untuk menemui korban.
"Pihak keluarga ini datang ke sana masih tanggal 25 Maret 2026 lalu. Pihak keluarga sempat bolak balik rumah sakit," terangnya.
Baca juga: Bupati Solok Selatan Khairunas Teken MoU dengan Kemenkum RI, Perkuat Akses Keadilan hingga Nagari
Berdasarkan keterangan pihak keluarga melalui kuasa hukumnya, korban mengalami luka memar di bagian tulang selangkangan.
Sementara dari sertifikat kematian melalui RS Bhayangkara Padang, korban mengalami pecah pembuluh darah di kepala.
"Surat kematian ini terbit dari RS Bhayangkara Padang pada tanggal 26 Maret 2026. Disebutkan korban mengalami suspect pendarahan sub arachnoid," tegasnya.
Laporan Pihak Keluarga ke Polresta Padang
Setelah menerima informasi meninggalnya korban, pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Padang dengan aduan kematian tidak wajar, pada 26 Maret 2026.
Perkara ini dihandle langsung oleh Penyidik bernama Adrian. Setelah itu, korban dimakamkan di Batusangkar, kampung halamannya.
Baca juga: Perumda AM Padang Siagakan 227 Personel saat Lebaran, Pemko Minta Layanan Air Terus Ditingkatkan
Kasat Reskrim Polresta Padang, AKP Muhammad Yasin membenarkan terkait laporan keluarga korban tersebut.
"Laporan sudah diterima, selanjutnya saat ini sedang dilakukan penyelidikan terkait dengan laporan yg telah dilaporkan," ucap AKP Yasin saat dikonfirmasi TribunPadang.com melalui pesan whatsapp, Senin (30/3/2025) pukul 14:39 WIB.
Dua hari setelah memberikan laporan, pihak keluarga bersama kuasa hukum kembali mendatangi Polresta Padang pada Senin (30/3/2026) untuk menanyakan kelanjutan kasus tersebut.
Dalam pernyataan Kuasa Hukum Tito, disebutkan bahwa penyidik masih melakukan pengembangan kasus.
Kronologi Kejadian
Kata Tito, kejadian bermula saat korban mengamen di depan Trend Shop, Pasar Raya, Kota Padang pada Senin (23/3/2026) pagi sekira pukul 09:53 WIB.
Baca juga: LKAAM Sumbar Siapkan Sanksi Pidana Adat, Tindak Pria Bergaya Wanita dan Hiburan Erotis Orgen Tunggal
Beberapa menit berselang, Satpol PP Padang mengamankan korban, dibawa ke posko yang berlokasi di Pasar Raya, dekat kawasan pertigaan Trend Shop.
Setelah itu, korban diangkut ke dalam mobil dinasnya oleh Satpol PP Padang. Namun kata Tito tidak tahu bahwa korban dibawa ke mana.
"Pihak keluarga sempat mencari korban, karena kontaknya tidak aktif, barulah diketahui setelah melihat postingan Dinas Sosial Kota Padang pada 25 Maret 2026 lalu," terangnya.
Sementara salah satu pedagang Ampera di Pasar Raya Padang bernama Neneng mengatakan ia sempat melihat saat korban diamankan Satpol PP Padang pada 23 Maret 2026 pagi tersebut.
Berdasarkan kesaksiannya, kejadian bermula ketika korban mengamen di sekitar kawasan Trend Shop Pasar Raya Padang.
Baca juga: LKAAM Sumbar Siapkan Sanksi Pidana Adat, Tindak Pria Bergaya Wanita dan Hiburan Erotis Orgen Tunggal
Kemudian korban sempat meminta uang kepada tukang parkir di kawasan tersebut. Kata Neneng, sempat terjadi perselisihan dan dilaporkan ke petugas Satpol PP Padang yang berjaga di lokasi.
"Korban sempat meminta uang ke tukang parkir, terjadi perselisihan lalu dilaporkan ke Satpol PP Padang. Pedagang lainnya juga melihat," sebut Neneng saat ditemui di kawasan Pasar Raya Padang, Senin (30/3/2026) sore.
Neneng mengaku melihat petugas Satpol PP Padang mengamankan korban dengan cara dijepit dengan tangan di bagian leher dari belakang.
Setelah itu, korban diikat menggunakan tali, dibawa ke posko di kawasan Pasar Raya Padang dan diangkut ke dalam mobil.
Akan tetapi, setelah diangkut ke dalam mobil, Neneng tidak mengetahui korban dibawa ke mana.
"Saya baru dapat kabar pada 25 Maret 2026 kalau korban sudah meninggal dunia. Saya ke RSUD Rasidin untuk melihat kondisi korban, terdapat luka memar di sekitar leher, jidat sebelah kanan bolong dan ada bekas injakan sepatu di bagian punggung," pungkasnya.
Baca juga: Penumpang di BIM Ngamuk Penerbangan IU 905 Rute Padang-Jakarta Delay, Terpaksa Menginap Hingga Pagi
Tanggapan Satpol PP Padang
TribunPadang.com sudah melakukan upaya konfirmasi kepada pihak Satpol PP Padang pada Senin (30/3/2026) melalui pesan WhatsApp sekira pukul 14:59 WIB namun belum ada tanggapan.
Setelah itu, TribunPadang.com juga mencoba konfirmasi lewat telepon dan pesan WhatsApp sekira pukul 15:02 WIB dan 15:03 WIB namun juga belum ada respon sampai berita ini ditayangkan.
2. Minimarket di Nanggalo Padang Terbakar Senin Pagi, Damkar Kerahkan Tiga Armada
Sebuah rumah roko (ruko) yang difungsikan sebagai minimarket dilaporkan terbakar di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Kampung Olo, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Senin (30/3/2026).
Kepala Bidang Operasi dan Sarana Prasarana Damkar Padang, Rinaldi, menyebut bahwa kebakaran dilaporkan ke pihaknya pukul 05.21 WIB.
Kejadian berawal dari adanya saksi bernama Tosdianto (45) melihat api sudah membesar dari dalam minimarket.
Melihat kejadian tersebut, saksi kemudian melaporkannya ke Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang.
Baca juga: 3 Berita Populer Padang: Emas Perhiasan Naik Rp2,48 Juta per Gram dan Pengolahan Sampah Jadi Energi
"Iya, pada pukul 05.21 WIB masuk laporan adanya kejadian kebakaran ruko yang difungsikan sebagai minimarket," kata Rinaldi.
Kemudian, langsung dikerahkan armada yang terdekat dari lokasi dan juga dari Mako Damkar Padang.
Bangunan ruko tersebut berada di pinggir jalan raya dengan kondisi ramai masyarakat dan terdapat pertokoan lainnya.
Kemudian petugas damkar langsung melakukan proses pemadaman agar api tidak menyebar ke bangunan lainnya.
"Sebanyak tiga unit armada dan 50 personel dikerahkan dalam kejadian kebakaran pagi hari ini," kata Rinaldi.
Baca juga: 4 Berita Populer Sumbar: Arus Balik di BIM Tembus 11.584 Penumpang dan Imunisasi Campak Massal
Api dapat dipadamkan pada pukul 05.57 WIB. Setelah dipastikan kondisi aman terkendali, petugas damkar meninggalkan lokasi kejadian.
Rinaldi mengungkap bahwa barang-barang yang ada dalam minimarket mengalami kerusakan berat.
"Barang-barang tersebut terdiri dari freezer, instalasi listrik minimarket, plafon ruko, dan barang-barang lainnya," ujarnya.
3. Pemulihan Pascabencana: SMPN 44 Padang Tak Lagi Jadi Posko Pengungsian, PBM Kembali Berjalan Normal
Suasana ceria kembali menyelimuti SMPN 44 Negeri Padang yang berlokasi di Jalan Koto Tuo, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Senin (30/3/2026).
Seluruh siswa mulai melaksanakan Proses Belajar Mengajar (PBM) setelah menikmati libur Lebaran.
Kembalinya aktivitas normal di sekolah ini menjadi momen yang emosional bagi para guru dan murid.
Mengingat, sekolah ini memiliki sejarah perjuangan yang cukup berat saat menghadapi bencana banjir bandang pada akhir tahun lalu.
Sempat Jadi Pusat Evakuasi Warga
Kepala Sekolah SMPN 44 Padang, Syafaruddin, mengungkapkan rasa syukurnya melihat kondisi sekolah yang kini sudah kembali pulih sepenuhnya.
Ia mengenang bagaimana sekolah tersebut sempat beralih fungsi menjadi pusat evakuasi.
Baca juga: Cek Empat Titik Lokasi Layanan SIM dan Samsat Keliling di Padang Hari Ini
"Sekolah ini akhir tahun lalu sempat menjadi posko pengungsian bagi warga Lambung Bukik dan Kapalo Koto yang terdampak banjir bandang," ujar Syafaruddin saat ditemui.
Akibat ruang kelas yang digunakan sebagai tempat mengungsi, aktivitas belajar mengajar sempat terganggu.
Pihak sekolah terpaksa mengambil kebijakan untuk melaksanakan PBM secara daring atau online selama kurang lebih satu bulan.
Pemulihan Sarana dan Prasarana Sekolah
Tidak hanya ruang kelas, halaman sekolah pun saat itu berubah drastis.
Berbagai tenda darurat didirikan untuk menampung warga yang kehilangan tempat tinggal atau yang merasa trauma untuk kembali ke rumah.
Namun, pemandangan pilu itu kini sudah berganti.
Halaman sekolah yang dulunya penuh sesak dengan tenda dan material darurat, kini sudah tampak rata dan rapi kembali seperti sedia kala.
Baca juga: Wabup Solok Selatan Yulian Efi Minta OPD Jemput Bola ke Pusat, Tegaskan Kuasai Materi Program
"Alhamdulillah, sekarang halaman sekolah sudah datar kembali. Rumput-rumput juga sudah mulai tumbuh hijau lagi, memberikan suasana asri bagi siswa," tambah Syafaruddin.
Meskipun sekolah sempat dijadikan posko pengungsian, Syafaruddin memastikan bahwa fasilitas pendidikan tidak mengalami kerusakan berarti.
Sarana dan prasarana sekolah tetap aman dan tidak terdampak langsung oleh luapan air banjir.
Trauma dan Dampak Siswa Terdampak Banjir
Namun, pemandangan berbeda masih terlihat tepat di depan gerbang sekolah.
Sisa-sisa keganasan banjir bandang akhir tahun lalu masih membekas dengan adanya tumpukan batu besar dan sisa bangunan rumah warga yang hanyut.
Kondisi ekonomi dan psikis siswa juga menjadi perhatian pihak sekolah.
Baca juga: Minimarket di Nanggalo Padang Terbakar Senin Pagi, Damkar Kerahkan Tiga Armada
Tercatat ada sekitar 20 siswa SMPN 44 Padang yang menjadi korban terdampak banjir, di mana empat di antaranya mengalami kerusakan rumah yang cukup parah.
Keempat siswa tersebut hingga saat ini dilaporkan masih tinggal di Hunian Sementara (Huntara), karena rumah asli mereka belum bisa ditempati kembali.
Dukungan moral terus mengalir bagi mereka agar tetap semangat bersekolah.
Cerita Siswa Bangkit dari Masa Sulit
Salah seorang siswa, Razak, berbagi ceritanya mengenai masa-masa sulit tersebut.
Ia mengaku sempat harus menumpang ke sekolah lain hanya untuk bisa mengikuti ujian semester satu tahun lalu.
"Sebelumnya memang sempat belajar online. Bahkan saat ujian semester satu kemarin, kami harus menumpang ke sekolah lain karena kondisi di sini belum memungkinkan," kenang Razak.
Kini, Razak mengaku sangat senang bisa kembali belajar di sekolah sendiri sejak Januari lalu.
Baginya, bisa bertemu dengan teman-teman di kelas adalah penyemangat utama setelah melewati masa sulit pascabencana.
Beruntung bagi Razak, rumah pribadinya tidak terdampak parah.
Baca juga: Keterbatasan Ekonomi, Korban Bencana di Kapalo Koto Padang Tak Mampu Buat Kue di Momen Lebaran
Namun, ia menceritakan bahwa rumah tantenya sempat kemasukan air dan material lumpur saat kejadian besar tersebut berlangsung.
Cerita serupa datang dari Raka, siswa lainnya yang tinggal di sekitar lingkungan SMPN 44 Padang.
Ia mengingat betapa mencekamnya saat air mulai masuk ke area pemukiman warga di akhir tahun lalu.
"Rumah saya sempat masuk air, tapi Alhamdulillah tidak parah sampai hanyut seperti rumah orang lain di sekitar sini," tutur Raka.
Kini, pihak sekolah terus mengoptimalkan fasilitas yang ada agar para siswa dapat belajar dengan baik.
Semangat bangkit dari bencana menjadi pelajaran berharga bagi seluruh warga SMPN 44 Padang di tahun 2026 ini.(*)
Populer Padang hari ini
Populer Padang 24 jam terakhir
populer Padang
BERITA POPULER PADANG
Padang
pengamen tewas di Padang
Pengamen
Satpol PP Kota Padang
kebakaran ruko
kebakaran
dampak banjir bandang
Pengamen di Pasar Raya Padang
| 3 BERITA POPULER PADANG: Pencarian Korban Hanyut, Stok BBM Aman dan Suporter Boikot Semen Padang FC |
|
|---|
| 3 Berita Populer Padang: 2 Bocah Tenggelam di Ulak Karang Utara dan Dampak Kenaikan BBM Non Subsidi |
|
|---|
| 3 BERITA POPULER PADANG: Rumah Hangus, Kabau Sirah Harus Kerja Keras dan Maling AC Diringkus |
|
|---|
| Berita Populer Padang: Pemko Mulai Terapkan WFH ASN dan Fadly Amran Buka Suara Soal Kematian Karim |
|
|---|
| 3 Berita Populer padang: Jaksa Tuntut Hukuman Mati Pengedar Sabu dan Aksi Unjuk Rasa Kematian Karim |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/uasa-Hukum-pihak-keluarga-korbandss.jpg)