Penelitian dan Pengabdian

Kembangkan Desa Wisata, Dosen UNP Latih Warga Balai Kaliki Buat Produk Sulaman Bernilai Jual

Tim dosen Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan membuat produk sulaman

UNP
PENELITIAN DAN PENGABDIAN: Spanduk kegiatan pengabdian masyarakat dosen Universitas Negeri Padang (UNP) tentang pelatihan sulaman untuk cinderamata di Kampung Budaya Balai Kaliki, Payakumbuh, Sabtu (2/8/2025). Program ini digagas untuk mendukung pengembangan desa wisata sekaligus meningkatkan keterampilan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat. 

TRIBUNPADANG.COM, PAYAKUMBUH – Tim dosen Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan membuat produk sulaman untuk cinderamata di Kampung Budaya Balai Kaliki, Kecamatan Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat (Sumbar) pada 2–3 Agustus 2025.

Program ini digagas untuk mendukung pengembangan desa wisata sekaligus meningkatkan keterampilan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat.

Pelatihan dipusatkan di Rumah Gadang Kampung Budaya Balai Kaliki dan diikuti oleh 10 orang peserta, terdiri dari ibu-ibu rumah tangga dan remaja putri.

PENELITIAN DAN PENGABDIAN: Ibu-ibu dan remaja putri Kampung Budaya
PENELITIAN DAN PENGABDIAN: Ibu-ibu dan remaja putri Kampung Budaya Balai Kaliki antusias mengikuti pelatihan membuat produk sulaman yang digelar dosen UNP. Peserta diberikan pengetahuan tentang konsep dasar menyulam, teknik membuat desain, eksplorasi warna, serta finishing hingga pengemasan produk oleh dosen UNP.

Pembukaan kegiatan dilakukan langsung oleh Ketua Kampung Adat Balai Kaliki, Alnoferi Dt. Rajo Mangkuto Nan Putiah, serta dihadiri perangkat kelurahan.

Kampung Budaya Balai Kaliki sendiri ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya sejak 23 Desember 2023, setelah melalui proses perbaikan dan normalisasi Sungai Batang Agam sejak 2017.

Dengan luas 5,75 hektar, kawasan adat ini menjadi ikon baru wisata budaya di Payakumbuh yang menyimpan potensi besar dalam pengembangan ekonomi kreatif masyarakat.

PENELITIAN DAN PENGABDIAN: Tim dosen Universitas Negeri Padang (UNP)
PENELITIAN DAN PENGABDIAN: Tim dosen Universitas Negeri Padang (UNP) yang melaksanakan pengabdian masyarakat di Kampung Budaya Balai Kaliki, Payakumbuh, berfoto bersama usai kegiatan pelatihan sulaman, Sabtu (2/8/2025). Tim pengabdian masyarakat dari Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (IKK) UNP, khususnya bidang keahlian Tata Busana, dipimpin oleh Dr. Weni Nelmira, S.Pd., M.Pd.T. Ia didampingi sejumlah dosen lain, yaitu Prof. Dr. Agusti Efi, MA., Hadiastuti, M.Pd., Dr. Ilham Zamil, M.Pd., dan Rima Agustia Utami, M.Pd.

Tim pengabdian masyarakat dari Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (IKK) UNP, khususnya bidang keahlian Tata Busana, dipimpin oleh Dr. Weni Nelmira, S.Pd., M.Pd.T. Ia didampingi sejumlah dosen lain, yaitu Prof. Dr. Agusti Efi, MA., Hadiastuti, M.Pd., Dr. Ilham Zamil, M.Pd., dan Rima Agustia Utami, M.Pd.

Instruktur yang dihadirkan juga berasal dari kalangan akademisi UNP.

Pada hari pertama, peserta dilatih menghias dompet anyaman daun pandan dengan sulaman pita bersama Sri Zulfia Nofrita, S.Pd., M.Si. Hari kedua dilanjutkan dengan pelatihan menghias jilbab polos dengan sulaman bersama Dr. Yusmerita, M.Pd.

Dr. Weni Nelmira menyebut kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi juga bagian dari strategi untuk mengembangkan desa wisata melalui pemberdayaan perempuan.

PENELITIAN DAN PENGABDIAN: Instruktur dari UNP memberikan arahan teknik sulaman kepada peserta untuk menghasilkan produk cinderamata bernilai ekonomi di Kampung Budaya Balai Kaliki, Kecamatan Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat (Sumbar) pada 2–3 Agustus 2025. Pembukaan kegiatan dilakukan langsung oleh Ketua Kampung Adat Balai Kaliki, Alnoferi Dt. Rajo Mangkuto Nan Putiah, serta dihadiri perangkat kelurahan.
PENELITIAN DAN PENGABDIAN: Instruktur dari UNP memberikan arahan teknik sulaman kepada peserta untuk menghasilkan produk cinderamata bernilai ekonomi di Kampung Budaya Balai Kaliki, Kecamatan Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat (Sumbar) pada 2–3 Agustus 2025. Pembukaan kegiatan dilakukan langsung oleh Ketua Kampung Adat Balai Kaliki, Alnoferi Dt. Rajo Mangkuto Nan Putiah, serta dihadiri perangkat kelurahan. (UNP)

“Kami ingin ibu-ibu dan remaja putri di Balai Kaliki memiliki keterampilan baru. Produk sulaman ini bisa menjadi cinderamata khas, sehingga wisatawan yang datang tidak hanya menikmati budaya, tetapi juga membawa pulang produk ekonomi kreatif buatan warga,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan Lurah Koto Kociak Kubu Tapak Rajo dan Ketua Kampung Adat Balai Kaliki pada Februari 2025, ditemukan sejumlah kendala yang dihadapi masyarakat.

Di antaranya, warga masih awam dengan teknik menyulam untuk cinderamata, kurang mampu mengembangkan desain, penggunaan kombinasi warna yang monoton, minim inovasi produk, hingga kesulitan pemasaran karena daya saing yang tinggi.

PENELITIAN DAN PENGABDIAN: Seorang peserta pelatihan di Kampung
PENELITIAN DAN PENGABDIAN: Seorang peserta pelatihan di Kampung Budaya Balai Kaliki tampak serius menenun sulaman pada dompet anyaman pandan dalam kegiatan pengabdian dosen UNP, Minggu (3/8/2025). Dengan inovasi dan diversifikasi, sulaman dapat menjadi ikon baru dari Balai Kaliki sekaligus memperkuat ekonomi kreatif daerah.

Selain itu, keterbatasan pengetahuan tentang manajemen usaha juga menjadi tantangan utama.

Kendala ini membuat masyarakat, khususnya ibu-ibu dan remaja putri, belum mampu memaksimalkan potensi sulaman sebagai produk khas desa wisata.

Halaman
12
Sumber: Tribun Padang
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved