Angin Puting Beliung di Solok

Tenda Pesta Terbang Diterjang Angin Puting Beliung di Solok, BMKG Ungkap Ciri-cirinya

Angin puting beliung menerjang wilayah Jorong Batu Bagiriak, Nagari Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok,

Tayang:
Penulis: Ghaffar Ramdi | Editor: Rahmadi
Dokumentasi/Warga (Fajri)
PUTING BELIUNG DI SOLOK- Angin puting beliung menerjang wilayah Jorong Batu Bagiriak, Nagari Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Kamis (28/8/2025) sore. Dalam pantauan sebuah video yang beredar, pusaran angin kencang tiba-tiba muncul dan langsung menerbangkan tenda pelaminan yang terpasang untuk acara pesta. 

TRIBUNPADANG.COM, SOLOK – Angin puting beliung menerjang wilayah Jorong Batu Bagiriak, Nagari Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Kamis (28/8/2025) sore.

Dalam pantauan sebuah video yang beredar, pusaran angin kencang tiba-tiba muncul dan langsung menerbangkan tenda pelaminan yang terpasang untuk acara pesta. Sejumlah warga tampak panik berusaha menyelamatkan diri.

Selain merobohkan tenda pelaminan, angin puting beliung juga merusak lahan pertanian bawang merah milik warga. Tanaman yang siap dipanen rusak akibat hempasan angin kencang tersebut.

Saat dikonfirmasi kepada TribunPadang.com, Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau (BIM), Desindra Deddy Kurniawan mengatakan bahwa kejadian angin puting beliung kemarin sudah ada dalam informasi yang diberikan oleh BMKG.

"Kemarin dalam perkiraan cuaca oleh BMKG memang di wilayah Solok berpotensi ada puting beliung," katanya, Jumat (29/8/2025).

Baca juga: Lama Tak Diperbaiki Pemerintah, Pemuda di Agam Turun Tangan Perbaiki Jalan Rusak Pakai Duit Patungan

Desindra menyebut, terkait kejadian angin puting beliung sebenarnya bisa diketahui dari beberapa ciri-ciri yang bisa dilihat secara langsung.

"Biasanya jelang terjadi puting beliung, nampak pusaran angin seperti belalai gajah dari awan. Sebelum itu, akan didahului dengan nampaknya awan Cumolonimbus yang gelap di dekat lokasi puting beliung," terangnya.

Ia menyebut biasanya puting beliung berlangsung tidak lama, sekitar 5 sampai 8 menit.

"Puting beliung bisa memporak-porandakan bangunan disekitarnya, karena kecepatannya mencapai 30 knot atau 55 kilometer per jam," imbuhnya.

Desindra mengungkapkan bahwa masyarakat bisa mengetahui potensi puting beliung dengan mengaktifkan notifikasi BMKG dan GPS agar lokasi bisa terlacak.

Baca juga: FOTO Aksi Demo di Polda Sumbar Solidaritas Affan Kurniawan Ojol Tewas Dilindas Brimob

"Jadi dengan itu, masyarakat bisa mengetahui informasi berkaitan dengan prediksi cuaca di wilayah masing-masing," pungkasnya.

Detik-Detik Angin Menerjang

Angin puting beliung menerjang wilayah Jorong Batu Bagiriak, Nagari Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Kamis (28/8/2025) sore.

Dalam pantauan sebuah video yang beredar, pusaran angin kencang tiba-tiba muncul dan langsung menerbangkan tenda pelaminan yang terpasang untuk acara pesta. Sejumlah warga tampak panik berusaha menyelamatkan diri.

Selain merobohkan tenda pelaminan, angin puting beliung juga merusak lahan pertanian bawang merah milik warga. Tanaman yang siap dipanen rusak akibat hempasan angin kencang tersebut.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved