Kebakaran Pasar Payakumbuh

Cuma Sisa Dinding dan Besi Toko, 21 Tahun Usaha Dian di Pasar Payakumbuh Kini Jadi Abu

Kebakaran Pasar Atas Payakumbuh,Kota Payakumbuh, Sumatera Barat menyisakan duka mendalam bagi pedagang.

Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Muhammad Iqbal
KEBAKARAN PASAR PAYAKUMBUH - Pedagang pakaian dewasa, Dian Firmansyah saat memberikan keterangan pasca kebakaran Pasar Atas Blok Barat Payakumbuh, Rabu (27/8/2025). Dian tak kuasa menahan tangis saat toko satu-satunya menjadi abu akibat kebakaran. 

TRIBUNPADANG.COM, PAYAKUMBUH – Kebakaran Pasar Atas Payakumbuh,Kota Payakumbuh, Sumatera Barat menyisakan duka mendalam bagi pedagang.

Ratusan kios dan toko habis dilalap api, meninggalkan puing-puing yang sulit dikenali.

Bagi Dian Firmansyah (40), pedagang pakaian dewasa di lantai dua Pasar Atas Blok Barat Payakumbuh, semua yang ia bangun selama 21 tahun kini hanya tinggal kenangan.

Diketahui Pasar Atas Blok Barat Kota Payakumbuh, dilalap si jago merah pada Selasa (26/8/2025) sekira pukul 05:00 WIB.

Akibat kebakaran tersebut, ratusan toko, kios hingga lapak pedagang hangus terbakar.

Baca juga: Bupati Annisa Laporkan Progres 28 Titik Dapur MBG Dharmasraya ke BGN

Saat Tribunpadang.com menemui Dian di Pasar Atas Blok Barat Kota Payakumbuh, pada Rabu (27/8/2025) siang, ia tak sanggup menahan kesedihannya.

Sembari memberi keterangan, air matanya mulai berjatuhan satu persatu saat mengingat tokonya yang terbakar.

Dian mengungkapkan, ia melihat api sudah besar dan membakar tempat usahanya tersebut.

"Tak tahu mau berbicara apa, api sudah besar saja," ucapnya sembari mengelap air mata.

Padahal kata Dian, Senin sore uang sewa tokonya baru saja dibayarkan kepada pemilik bangunan.

Baca juga: Bahas Indikasi Pelanggaran Pemanfaatan Ruang di Kementerian ATR, Bupati Solsel Dukung Revisi RTRW

"Kiranya, pagi sudah jadi abu," terang Dian dengan suara terisak.

Dian berucap, tak ada yang mampu ia selamatkan saat sudah sampai di lokasi kebakaran pada Selasa pagi.

Sebelumnya kata Dian, ia mengetahui informasi kebakaran saat anaknya menelepon.

"Padahal di grup sudah ada infonya, saya tidak melihat grup whatsapp," jelasnya.

"Saat di lokasi tak ada yang bisa diselamatkan, karena kondisi api sudah sangat besar. Damkar pun ikut melarang," sambungnya.

Baca juga: Bahas Indikasi Pelanggaran Pemanfaatan Ruang di Kementerian ATR, Bupati Solsel Dukung Revisi RTRW

Pasca kebakaran, Dian kembali menyusuri puing-puing yang tersisa dari tokonya tersebut.

"Cuma sisa dinding dan besi-besi yang tidak layak pakai. Memang semuanya sudah jadi abu," kata Dian.

Ia lalu menuturkan, kenangan bersama tokonya tak pernah bisa dilupakan.

Toko tersebut sudah menemani Dian selama 21 tahun.

"Memang hari-hari saya di situ selama 21 tahun. Tahun 2004 saya masuk pasar," sebutnya.

"Dari karyawan, terus merintis usaha sendiri. Sekarang kalau mulai dari no lagi tidak terbayang bagaimana, karena keadaan ekonomi, seminggu hanya dua kali pecah telor," tambah Dian, yang sudah mulai tabah.(*)

Sumber: Tribun Padang
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved