Gunung Marapi Erupsi

Gunung Marapi Sumbar Kembali Erupsi Hari Ini, 2 Kali Letusan Terjadi dari Pagi hingga Sore

Pada letusan pertama, tinggi kolom abu teramati 800 m di atas puncak, kurang lebih 3.691 meter di atas permukaan laut.

Tayang:
Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: Rezi Azwar
Dokumentasi/WA Grup Marapi Information
ERUPSI GUNUNG MARAPI- Visualisasi Gunung Marapi di Sumatera Barat saat terjadi erupsi, Rabu (27/8/2025). Letusan tercatat terjadi dua kali sekitar pukul 12.02 WIB dengan tinggi kolom abu vulkanik 500 meter dari atas puncak dan pukul 14.45 WIB dengan tinggi kolom abu tertutupi awan. 

TRIBUNPADANG.COM, BUKITTINGGI - Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali erupsi pada Rabu (27/8/2025). Berdasarkan laporan petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Bukittinggi, Teguh Purnomo, erupsi terjadi sebanyak dua kali letusan.

Letusan pertama terjadi pada pukul 09.14 WIB dan letusan kedua terjadi pada pukul 14.45 WIB. 

"Telah terjadi erupsi Gunung Marapi Sumatera Barat sebanyak dua kali pada tanggal 27 Agustus 2025 pada pukul 12.02 WIB dan pukul 14.45 WIB," kata Teguh.

Pada letusan pertama, tinggi kolom abu teramati 800 m di atas puncak, kurang lebih 3.691 meter di atas permukaan laut.

Baca juga: Bahas Indikasi Pelanggaran Pemanfaatan Ruang di Kementerian ATR, Bupati Solsel Dukung Revisi RTRW

Sementara itu pada letusan kedua tinggi kolom abu tidak teramati karena tertutup awan dari arah Pos PGA.

Kata Teguh, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah Utara.

"Erupsi pertama terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 27.1 mm dan durasi kurang lebih 38 detik," katanya.

"Erupsi kedua terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30.3 mm dan durasi kurang lebih 35 detik," sambungnya.

Baca juga: Antisipasi Penjarahan Pasca Kebakaran Pasar Payakumbuh, 30 Petugas Satpol PP Dikerahkan

Saat ini Gunung Marapi berada pada Status Level II (Waspada) dengan rekomendasi masyarakat di sekitar Gunung Marapi dan pendaki atau pengunjung dan wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 3 km dari pusat aktivitas (Kawah Verbeek).

Masyarakat yang bermukim di sekitar lemba atau bantaran dan aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi agar tetap mewaspadai potensi atau ancaman bahaya lahar atau banjir lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan.

Jika terjadi hujan abu maka masyarakat diimbau untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan saluran pernapasan (ISPA).

Seluruh pihak agar menjaga suasana yang kondusif di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong (hoax), dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat harap selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah.

Baca juga: Cerita Pedagang Soal Kebakaran Pasar Payakumbuh, Dian Hanya Bisa Saksikan Tokonya Terbakar dari Jauh

Pemerintah Daerah Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam agar senantiasa berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung atau dengan Pos Pengamatan Gunung Marapi di Jl. Prof. Hazairin No.168 Bukittinggi untuk mendapatkan informasi langsung tentang aktivitas Gunung Marapi.

Masyarakat dapat memantau perkembangan aktivitas dan rekomendasi Gunung Marapi melalui website Badan Geologi https://geologi.esdm.go.id, website PVMBG https://vsi.esdm.go.id, website Magma Indonesia https://magma.esdm.go.id, aplikasi Magma Indonesia yang dapat diunduh di Google Playstore, atau melalui media sosial PVMBG (facebook, twitter, dan instagram @pvmbg_). (TribunPadang.com/Fajar Alfaridho Herman)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved