Kemenham Sumbar

Masyarakat Sumbar Diajak Aktif Wujudkan Kesadaran HAM Lewat P5HAM

M. Shodiq Pasadigoe menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam membangun kesadaran HAM.

Tayang:
Editor: afrizal
Dokumentasi/Kanwil KemenHAM
HAM- Kesadaran akan Hak Asasi Manusia (HAM) menjadi sorotan utama dalam acara bertajuk “Mewujudkan Masyarakat Sadar Hak Asasi Manusia melalui Implementasi Penghormatan, Perlindungan, Pemajuan, Penegakan, dan Pemenuhan HAM (P5HAM)” yang digelar di Aula Studio Asrama Haji Padang, Rabu (20/8-2025). Acara yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme ini dihadiri ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, akademisi, mahasiswa, hingga organisasi kepemudaan. 

Dewi Nofyenti mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memahami HAM secara utuh dan tidak sepenggal-sepenggal,sehingga dapat meminimalisir terjadinya pelanggaran HAM.

Lebih lanjut, hal ini dipertegas lagi di dalam Undang-Undang 39 tahun 1999 tentang hak asasi manusia bahwa negara wajib menghormati, melindungi, memajukan, dan menegakkan hak asasi manusia.

Pada kesempatan ini, Kakanwil Dewi menginformasikan bahwa Kanwil KemenHAM Sumbar mempunyai saluran media untuk menerima pengaduan masyarakat.

Narasumber acara, Nasrul A, Ketua MPK SDI PWM Sumbar, menguraikan sejarah HAM dari tingkat global, Indonesia, hingga Minangkabau. 

Menurutnya, nilai HAM sejatinya sudah lama ada dalam ajaran Islam dan filosofi adat Minangkabau.

“HAM adalah bagian dari fitrah manusia yang harus dijaga. Islam dan adat Minangkabau telah lama mengajarkan penghormatan terhadap sesama manusia,” jelasnya

Ia juga mengutip QS. Al-Hujurat: 13 yang menekankan pentingnya persaudaraan dan kesetaraan manusia.

Diskusi berlangsung interaktif dengan banyak pertanyaan dari mahasiswa dan aktivis pemuda. 

Seorang mahasiswa Universitas Andalas menilai acara ini membuka wawasan baru.

“Selama ini banyak orang mengira HAM hanya urusan hukum atau pelanggaran, padahal dekat dengan kehidupan kita sehari-hari,” katanya

Acara ini merupakan bagian dari program prioritas nasional KemenHAM RI melalui P5HAM. Program tersebut bertujuan memastikan penghormatan, perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan HAM dapat dirasakan hingga ke tingkat masyarakat bawah.

Filosofi Minangkabau “Alam takambang jadi guru” juga disorot sebagai nilai budaya yang sejalan dengan konsep HAM: menekankan kesetaraan, kebebasan, dan tanggung jawab.

Menutup kegiatan, panitia berharap peserta dapat menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing.

“Kesadaran HAM harus ditindaklanjuti dalam aksi nyata, bukan hanya berhenti pada sosialisasi,” tegas panitia.

Dengan dukungan berbagai pihak, Sumatera Barat diharapkan bisa menjadi contoh daerah yang konsisten dalam mewujudkan masyarakat sadar HAM. (rls)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved