Kemenham Sumbar
Masyarakat Sumbar Diajak Aktif Wujudkan Kesadaran HAM Lewat P5HAM
M. Shodiq Pasadigoe menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam membangun kesadaran HAM.
TRIBUNPADANG.COM- Kesadaran akan Hak Asasi Manusia (HAM) menjadi sorotan utama dalam acara bertajuk “Mewujudkan Masyarakat Sadar Hak Asasi Manusia melalui Implementasi Penghormatan, Perlindungan, Pemajuan, Penegakan, dan Pemenuhan HAM (P5HAM).
Acara yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme ini dihadiri ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, akademisi, mahasiswa, hingga organisasi kepemudaan.
Hadir pula tokoh-tokoh penting, di antaranya anggota Komisi XIII DPR RI M. Shodiq Pasadigoe, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nashir, Kepala Kantor Wilayah KemenHAM Sumatera Barat-Riau Dewi Nofyenti, Ketua MPK SDI PWM Sumbar, Nasrul A.
Baca juga: KemenHAM Sumbar Dorong Komunitas di Kota Serambi Mekah Implementasikan P5HAM
Dalam sambutannya, M. Shodiq Pasadigoe menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam membangun kesadaran HAM.
Ia menyebut Sumatera Barat sebagai daerah yang memiliki tradisi panjang dalam menjunjung nilai kemanusiaan dan toleransi, namun tetap memerlukan sosialisasi yang berkelanjutan.
“Kesadaran HAM di Sumbar sudah lama terbangun. Tetapi sosialisasi penting agar masyarakat tidak salah menafsirkan, sehingga paham mana yang termasuk HAM dan mana yang bukan,” ujarnya dalam acara yang digelar di Aula Studio Asrama Haji Padang, Rabu (20/8-2025) lalu.
Ia mencontohkan pengalamannya saat menjabat sebagai Bupati Tanah Datar, di mana tindakan tegas seorang guru sempat dianggap pelanggaran HAM.
Menurutnya, tindakan tersebut justru bagian dari kewajiban pendidikan.
Baca juga: KemenHAM Sumbar dan Wilker Riau Berkoordinasi ke Kementerian HAM di Pusat, Laporkan Program Kerja
“HAM juga memiliki aturan yang mengikat. Jadi, tidak semua tindakan tegas bisa disebut pelanggaran HAM,” tegasnya
Sementara itu, Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nashir turut menyampaikan bahwa nilai-nilai HAM telah lama terjaga di Kota Padang.
Ia mencontohkan keberadaan kampung-kampung seperti Kampung Cino, Kampung Kaliang, dan Kampung Nias sebagai bukti nyata kerukunan dan toleransi yang telah mengakar.
“Keharmonisan ini adalah cerminan nilai-nilai Islam dan budaya lokal yang menjunjung tinggi kemanusiaan,” ungkapnya
Kepala Kanwil KemenHAM Sumbar, Dewi Nofyenti, menegaskan pentingnya kegiatan sosialisasi HAM seperti ini.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dan berharap kegiatan serupa dapat terus digalakkan di berbagai daerah.
Baca juga: KemenHAM Sumbar-Riau Terus Pantau Proyek Strategi Nasional di Padang Pariaman
“Sosialisasi HAM sangat penting agar masyarakat semakin memahami hak dan kewajibannya. Terima kasih atas dukungan semua pihak,” tuturnya
| Penguatan ASN Dinkes, KemenHAM Dorong Layanan Kesehatan Tanpa Diskriminasi di Pariaman |
|
|---|
| Anggaran Dipangkas Rp160 Miliar, KemenHAM Sumbar-Riau Perketat Efisiensi Perjalanan Dinas |
|
|---|
| KemenHAM Sumbar–Riau Tekankan Integritas ASN dan Efisiensi, Kinerja Pegawai Diminta Meningkat |
|
|---|
| KemenHAM Dorong Pembentukan Kampung REDAM di Sumbar untuk Perkuat Perdamaian Nagari |
|
|---|
| KemenHAM Sumbar-Riau Ingatkan Nakes Tak Bedakan Pasien BPJS dan Umum |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/HAM-Kesadaran-akan-Hak-Asasi-Manusia-HAM.jpg)