Rupiah Tembus Rp17.380 per Dolar AS, Pakar Ekonomi Ungkap Dampak ke UMKM Sumbar
Pergerakan nilai tukar rupiah yang kini merangkak naik mendekati level Rp17.380 per dolar AS bukan lagi sekadar dinamika musiman.
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rezi Azwar
Ringkasan Berita:
- Rupiah dekati Rp17.380, waspada dampak ke daerah.
- Pelemahan rupiah bukan sekadar musiman.
- Harga elektronik hingga pakan ternak terancam naik.
- Sektor ekspor dan pariwisata sumbar harus ambil peluang.
- Pemprov dan TPID diminta siaga jaga stabilitas pangan.
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Pergerakan nilai tukar rupiah yang kini merangkak naik mendekati level Rp17.380 per dolar AS bukan lagi sekadar dinamika musiman.
Fenomena ini mengindikasikan adanya tekanan struktural yang lebih dalam, yang jika tidak dimitigasi dengan kebijakan kredibel, berpotensi menggerus daya beli masyarakat hingga ke daerah, termasuk di Sumatera Barat.
Pakar Ekonomi dari Universitas Andalas (Unand), Prof. Syafruddin Karimi, menilai situasi kurs saat ini telah bergeser dari gejala fluktuasi harian menjadi tekanan yang persisten.
Data LSEG per 6 Mei 2026 menunjukkan posisi USD/IDR berada di kisaran Rp17.360 hingga Rp17.380, sebuah angka yang sangat dekat dengan batas atas rentang tahun berjalan sebesar Rp17.445 per dolar AS.
Anomali Pelemahan Rupiah
"Kondisi ini berbeda dengan depresiasi musiman yang biasanya dipicu oleh kebutuhan valas jangka pendek seperti pembayaran dividen atau impor energi. Saat ini, rupiah tetap melemah meski indikator fundamental lain seperti IHSG, CDS, dan yield obligasi 10 tahun relatif stabil," ujar Syafruddin saat dihubungi , Rabu (6/5/2026).
Menurut Syafruddin, anomali ini menunjukkan bahwa pelemahan rupiah tidak didorong oleh kepanikan pasar global semata.
Baca juga: Kejari Sijunjung Musnahkan Barang Bukti dari 35 Perkara, Termasuk Uang Palsu dan Surat Emas Fiktif
Ada kombinasi antara ekspektasi dolar AS yang kuat, kebutuhan lindung nilai (hedging) korporasi, serta persepsi risiko domestik yang mulai terbaca oleh pelaku pasar. Ketergantungan terhadap barang impor menjadi kerentanan yang nyata di tengah pergeseran kurs ini.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa Indonesia belum berada dalam fase krisis kurs. Situasi saat ini lebih tepat disebut sebagai fase pelemahan struktural terkendali.
Indikator stabilitas seperti cadangan devisa yang masih kuat di angka US$148,2 miliar dan pertumbuhan PDB kuartal I-2026 sebesar 5,61 persen menjadi bantalan yang cukup tebal untuk menahan guncangan sistemik.
Ancaman Level Psikologis Rp18.000
Namun, kewaspadaan tinggi tetap diperlukan mengingat probabilitas rupiah menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS belum sepenuhnya tertutup.
Data pasar forward menunjukkan harga USD/IDR untuk tenor tiga bulan sudah berada di angka Rp17.445, mencerminkan keraguan pasar akan pemulihan cepat nilai tukar dalam waktu dekat.
Baca juga: Rakit Jadi Andalan, Antrean Motor Mengular di Sungai Lubuk Aur Saat Hari Pasar Kayu Tanam
"Jika level tertinggi tahun ini di Rp17.445 terlampaui secara konsisten dengan volume tinggi, pasar akan mulai menguji level Rp17.700 hingga akhirnya ke Rp18.000. Pemerintah dan Bank Indonesia harus mencegah pemicunya, terutama arus keluar modal asing dari SBN dan pelebaran defisit fiskal," tambahnya.
Dampak Nyata bagi Ekonomi Sumatera Barat
Dampak dari tekanan kurs ini diprediksi akan merembes ke daerah melalui jalur inflasi barang impor (imported inflation). Di Sumatera Barat, sektor-sektor yang paling rentan adalah perdagangan, transportasi, konstruksi, serta industri pengolahan kecil dan menengah (UMKM) yang sangat bergantung pada input produksi dari luar negeri.
Syafruddin menyoroti bahwa kenaikan biaya logistik dari pelabuhan menuju pusat-pusat konsumsi di Sumbar seperti Bukittinggi, Payakumbuh, dan Solok akan menjadi keniscayaan.
Baca juga: Harga BBM Nonsubsidi Naik di Sumbar, Ekonom Unand: Biaya Angkut Barang dan Orang Makin Mahal
Harga barang-barang seperti alat elektronik, suku cadang kendaraan, hingga bahan pangan olahan yang mengandung tepung dan gula impor berpotensi melonjak dalam waktu dekat.
Eksklusif
Multiangle
Pakar Ekonomi
Pakar Ekonomi Unand
Pakar Ekonomi asal Padang
Prof Syafruddin Karimi
Syafruddin Karimi
Nilai Tukar Rupiah
| Rumah di Bukit Gado-Gado Hangus Terbakar, Damkar Padang Kerahkan 6 Armada |
|
|---|
| Diduga Disambar Petir, Rumah Warga di Bukit Gado-Gado Padang Hangus Terbakar |
|
|---|
| Dua Motor Tabrakan di Pasaman Barat, Honda Scoopy Hantam Yamaha Vixion dari Arah Berlawanan |
|
|---|
| Rakit Jadi Andalan, Antrean Motor Mengular di Sungai Lubuk Aur Saat Hari Pasar Kayu Tanam |
|
|---|
| Harga BBM Nonsubsidi Naik di Sumbar, Ekonom Unand: Biaya Angkut Barang dan Orang Makin Mahal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Pakar-Ekonomi-dari-Universitas-Andalas-Unand-Prof-Syafruddin-Karim-652026.jpg)