Peluru Nyasar

Peluru Nyasar UNP, Kodam XX/TIB Tutup Lapangan Tembak dan Evaluasi Sistem Keamanan

Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol (TIB) memutuskan menutup lapangan tembak yang digunakan untuk latihan menembak setelah insiden peluru nyasar

Tayang:
Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Fajar Alfaridho Herman
PELURU NYASAR - Kapendam XX/TIB, Letnan Kolonel Kav Taufiq saat memberikan keterangan kepada wartawan, Senin (8/6/2026). Kapendam XX/TIB Letnan Kolonel Kav Taufiq mengatakan penutupan lapangan tembak dilakukan sebagai bentuk evaluasi menyeluruh terhadap aspek keamanan pelaksanaan latihan. 
Ringkasan Berita:
  • Kodam XX/TIB tutup lapangan tembak usai insiden peluru nyasar di UNP.
  • Investigasi menemukan proyektil identik dengan munisi latihan Yonif 897/Singgalang.
  • Hasil uji menunjukkan peluru 9 mm bisa melaju hingga lebih dari 1 kilometer.
  • Lokasi latihan bakal dievaluasi, termasuk opsi pemindahan ke tempat lain.
  • Korban mulai pulih, sementara Kodam fokus pada pemulihan dan evaluasi keamanan.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol (TIB) memutuskan menutup lapangan tembak yang digunakan untuk latihan menembak setelah insiden peluru nyasar yang melukai dua orang di kawasan Universitas Negeri Padang (UNP) beberapa waktu lalu.

Keputusan tersebut diambil setelah investigasi internal Kodam XX/TIB menyimpulkan bahwa proyektil yang ditemukan pada salah satu korban identik dengan munisi yang digunakan dalam latihan menembak Yonif TP 897/Singgalang.

Kapendam XX/TIB Letnan Kolonel Kav Taufiq mengatakan penutupan lapangan tembak dilakukan sebagai bentuk evaluasi menyeluruh terhadap aspek keamanan pelaksanaan latihan.

"Saat ini untuk lapangan tembak akan ditutup sampai dengan batas waktu yang tidak ditentukan. Kalau tidak memungkinkan nanti akan dipindahkan. Tentunya ini perlu koordinasi lebih lanjut dengan instansi terkait maupun pemerintah daerah," kata Taufiq, Senin (8/6/2026).

Menurutnya, faktor keamanan masyarakat menjadi prioritas utama dalam pengambilan kebijakan tersebut.

Kodam XX/TIB tidak ingin insiden serupa kembali terjadi, terutama mengingat lokasi latihan berada tidak jauh dari kawasan aktivitas masyarakat dan lingkungan pendidikan.

"Yang menjadi catatan adalah keamanan. Jadi kita juga memperhatikan keamanan warga, masyarakat, termasuk adik-adik kita yang menjadi siswa ataupun mahasiswa yang ada di UNP sendiri. Prioritasnya adalah faktor keamanan," ujarnya.

Baca juga: Peluru Nyasar di UNP Terungkap, Kodam XX/TIB Sebut Proyektil Identik Munisi Latihan Yonif 897

Latihan Menembak Dialihkan ke Lokasi Lain

Meski lapangan tembak ditutup, Taufiq memastikan program latihan menembak prajurit tetap berjalan dengan memanfaatkan fasilitas lain yang tersedia.

Kodam XX/TIB saat ini memiliki lapangan tembak di Secata Padang Panjang. Selain itu, pihaknya juga membuka kemungkinan berkoordinasi dengan satuan lain yang memiliki fasilitas serupa.

"Untuk latihan menembak, kita punya lapangan tembak di Secata Padang Panjang. Kalau memang diperlukan, kita juga bisa berkoordinasi dengan Kodaeral yang ada di dekat Teluk Bayur karena di sana juga ada lapangan tembak," katanya.

Ia menegaskan penutupan lapangan tembak yang menjadi lokasi latihan saat insiden terjadi tidak akan mengganggu pembinaan kemampuan prajurit.

Baca juga: Demo di Polda Sumbar, Mahasiswa Desak Polisi Ungkap Cukong Tambang Ilegal

Investigasi Nyatakan Proyektil Identik dengan Munisi Latihan

Taufiq menjelaskan, keputusan menutup lapangan tembak diambil setelah investigasi menyeluruh yang dilakukan selama beberapa hari.

Investigasi meliputi olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan proyektil, pengecekan lokasi latihan, hingga uji lapangan dan uji teori yang melibatkan sejumlah ahli senjata dan munisi.

"Berdasarkan hasil investigasi, mulai dari olah TKP, uji proyektil, termasuk olah tempat latihan, dapat kami simpulkan bahwa munisi yang ditemukan pada salah satu korban, yaitu kaliber 9 milimeter, sangat identik dengan munisi latihan yang dilakukan oleh Yonif TP 897/Singgalang," ujarnya.

Proyektil tersebut diketahui berasal dari munisi pistol G2 Combat kaliber 9 milimeter yang digunakan saat latihan menembak.

Saat kegiatan berlangsung, prajurit menggunakan dua jenis senjata, yakni senjata laras panjang kaliber 5,56 milimeter dan pistol G2 Combat kaliber 9 milimeter.

Baca juga: Pendaftaran SPMB Padang 2026 Buka 22 Juni, Ada Aturan Baru Jalur Prestasi SMP Pakai Nilai TKA

Uji Lapangan Jadi Dasar Evaluasi

Dalam proses investigasi, Kodam XX/TIB juga melakukan simulasi dan pengujian lapangan untuk memastikan kemungkinan proyektil mencapai lokasi korban.

Hasil pengujian menunjukkan peluru pistol G2 Combat kaliber 9 milimeter dapat menjangkau jarak yang cukup jauh apabila ditembakkan pada sudut tertentu.

"Setelah dilakukan pengujian, ternyata menembak menggunakan pistol G2 Combat kaliber 9 milimeter pada sudut tertentu bisa mencapai 800 meter bahkan sampai 1.100 meter," kata Taufiq.

Ia menjelaskan jarak tempuh proyektil dipengaruhi berbagai faktor seperti sudut tembakan, kecepatan angin, arah angin, dan kelembapan udara.

Hasil tersebut kemudian menjadi salah satu bahan evaluasi utama dalam menentukan kelayakan lokasi lapangan tembak yang selama ini digunakan.

Baca juga: Disanksi FIFA, Semen Padang FC Pastikan Seluruh Kewajiban Beres 1 Agustus 2026

Korban Terus Didampingi Hingga Pulih

Selain melakukan evaluasi terhadap fasilitas latihan, Kodam XX/TIB juga memastikan seluruh biaya pengobatan dan pemulihan korban menjadi tanggung jawab institusi.

Menurut Taufiq, kondisi kedua korban saat ini terus menunjukkan perkembangan yang baik.

Korban laki-laki bernama Guruh disebut sudah dapat menggerakkan tangannya dan berjalan normal. Bahkan secara medis sudah diperbolehkan meninggalkan rumah sakit.

Sementara korban perempuan, Nova, juga mulai beraktivitas meski masih menjalani proses pemulihan.

"Alhamdulillah keduanya terus membaik. Pengobatan, perawatan sampai pendampingan trauma healing akan menjadi tanggung jawab Kodam XX/TIB sampai mereka benar-benar pulih dan dapat beraktivitas seperti biasa," ujarnya.

Kodam XX/TIB pun menyatakan investigasi kasus tersebut telah selesai. Fokus selanjutnya adalah memastikan pemulihan korban berjalan optimal sekaligus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan latihan menembak, termasuk kemungkinan pemindahan lokasi lapangan tembak ke tempat yang dinilai lebih aman. (*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved