Harga Bahan Pokok di Padang
Harga Beras di Padang Stabil Tapi Pedagang Cemas Solar Langka, Pengamat Sodorkan 3 Pilihan Pahit
Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, harga sejumlah komoditas pangan di Kota Padang, Sumatra Barat, terpantau masih berada di angka aman.
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rahmadi
Ringkasan Berita:
- Harga beras di Padang jelang Idul Adha 2026 masih bertahan normal.
- Pedagang mulai waspadai solar langka yang ganggu distribusi pangan.
- Stok beras di Pasar Raya Padang disebut masih aman saat panen raya.
- Harga minyak dunia naik, APBN dan subsidi energi ikut tertekan.
- Ekonom UNAND ungkap opsi pemerintah cegah dampak BBM ke masyarakat.
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, harga sejumlah komoditas pangan di Kota Padang, Sumatra Barat, terpantau masih berada di angka aman.
Salah seorang pedagang beras di Pasar Raya Kota Padang, Eri, mengungkapkan bahwa sejauh ini pergerakan harga dagangannya belum menunjukkan lonjakan yang berarti.
Meski demikian, para pedagang tetap menaruh kewaspadaan tinggi terhadap faktor-faktor eksternal yang bisa memicu kenaikan harga sewaktu-waktu.
Menurut Eri, setidaknya ada dua faktor utama yang biasanya menjadi biang kerok melonjaknya harga beras di pasaran, yaitu kenaikan harga minyak solar atau merosotnya hasil produksi akibat petani gagal panen.
Eri membeberkan bahwa kondisi saat ini sebenarnya cukup riskan lantaran bahan bakar jenis solar mulai sulit didapatkan di SPBU.
Baca juga: Sekolah Rakyat Rp200 Miliar Akan Dibangun di Tarok City Padang Pariaman
“Saat ini harga solar memang tidak naik, tetapi barangnya langka. Otomatis biaya pengangkutan barang dari daerah asal bisa tersendat," ujarnya saat ditemui, Kamis (21/5/2026).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa solar tidak hanya dibutuhkan untuk truk logistik, melainkan juga untuk menggerakkan mesin penggilingan padi atau heller.
Jika kelangkaan ini terus berlanjut dan memicu kenaikan harga solar di tingkat eceran, ia memprediksi harga beras serta produk pangan lainnya bakal ikut terkerek naik.
Untuk saat ini, Eri menjual beras jenis Sokan dengan harga Rp 18.000 per kilogram, sementara untuk jenis Bujang Merantau dibanderol Rp 17.500 per kilogram.
Adapun untuk beras jenis IR 42, harganya berada di kisaran Rp 17.000 per gantang, di mana seluruh stok yang ia miliki merupakan hasil produksi murni dari petani lokal.
Baca juga: SICANTIK PKK Diluncurkan, JKA Dorong Penguatan Data PKK Terintegrasi
Senada dengan Eri, pedagang lain di Pasar Raya Padang, Rustamam, mengonfirmasi bahwa daya beli masyarakat terhadap kebutuhan pokok ini masih berada di level normal.
Ia menyebut belum ada lonjakan permintaan yang signifikan dari konsumen menjelang hari raya kurban.
Terkait isu pasokan, Rustamam menilai ketersediaan beras di tingkat pedagang sejauh ini masih aman dan melimpah.
Hal ini dikarenakan sejumlah daerah sentra pertanian di sekitar Sumatra Barat sudah mulai memasuki musim panen raya, sehingga isu kelangkaan barang bisa diredam.
Di sisi lain, stabilitas harga pangan di tingkat daerah ini rupanya sedang dibayangi oleh awan mendung makroekonomi nasional yang kian mengkhawatirkan.
harga bahan pokok
harga sembako
harga beras naik
Harga Beras
harga beras turun
Harga Beras Naik di Padang
| Harga Telur Ayam di Padang Stabil saat BBM Non-Subsidi Naik, Cabai Merah Justru Makin Mahal |
|
|---|
| Harga Cabai di Pasar Raya Padang Naik Jadi Rp 30 Ribu per Kg, Pedagang Keluhkan Penjualan Lesu |
|
|---|
| Harga Telur Ayam dan Bebek Pascalebaran Tetap Stabil di Pasar Raya Padang |
|
|---|
| Harga Bawang Merah di Pasar Raya Padang Stagnan, Pedagang Sebut Beli Masyarakat Melemah |
|
|---|
| Harga Beras di Pasar Raya Padang Tetap Stabil Selama Ramadan, Harga Sokan Rp18.000 per kilogram |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/HARGA-BERAS-Menjelang-fangfrfwa-sejaufng-berarti.jpg)