Harga Bahan Pokok di Padang
Harga Telur Ayam di Padang Stabil saat BBM Non-Subsidi Naik, Cabai Merah Justru Makin Mahal
Kebijakan pemerintah dalam melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi mulai menjadi perhatian pelaku pasar di daerah.
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rahmadi
Ringkasan Berita:
- Harga telur di Padang masih stabil meski BBM non-subsidi naik
- Pedagang sebut distribusi lancar, belum ada biaya tambahan
- Telur dijual Rp50 ribu–Rp54 ribu per krat di Pasar Raya
- Cabai justru naik tajam, stok disebut jadi penyebab utama
- Daya beli melemah, pedagang akui penjualan belum meningkat
TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Kebijakan pemerintah dalam menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi mulai menjadi perhatian pelaku pasar di daerah.
Di Pasar Raya Kota Padang, para pedagang mulai memetakan dampak kebijakan tersebut terhadap harga kebutuhan pokok di tingkat konsumen.
Berdasarkan pantauan pada Senin (20/4/2026), meskipun harga beberapa komoditas bumbu dapur mengalami kenaikan, sektor protein hewani seperti telur ayam justru menunjukkan ketahanan harga yang cukup stabil.
Resiliensi Harga Telur terhadap BBM Non-Subsidi
Andrian, salah satu pedagang telur di Pasar Raya Padang, menyatakan bahwa sejauh ini kenaikan BBM non-subsidi belum memberikan tekanan berarti pada harga jual telur.
Menurutnya, rantai pasok dari produsen ke pasar masih berjalan normal tanpa ada tambahan biaya logistik yang signifikan.
Baca juga: Rutan Padang Deklarasi Zero Halinar, Tegaskan Komitmen Bebas HP, Pungli dan Narkoba
Saat ini, harga telur ayam ras di tingkat pedagang masih bertahan pada angka yang kompetitif. Untuk telur ukuran kecil, harga dipatok sebesar Rp 50.000 per krat, sementara untuk ukuran sedang dibanderol Rp 52.000 per krat.
Adapun telur dengan ukuran besar saat ini dijual dengan harga Rp 54.000 per krat. Stabilitas ini dinilai menjadi kabar baik bagi konsumen di tengah kenaikan harga pada komoditas lainnya.
Ketergantungan Logistik pada Sektor Subsidi
Andrian berpendapat bahwa selama harga BBM subsidi tidak mengalami perubahan, biaya transportasi angkutan pangan dapat ditekan.
"BBM non-subsidi memang naik, namun efek domino ke harga telur belum terasa. Jika yang mengalami kenaikan adalah minyak subsidi, maka dampaknya akan sangat cepat dirasakan oleh pedagang dan konsumen," ujar Andrian.
Hal ini menunjukkan bahwa struktur biaya distribusi pangan di Sumatera Barat masih sangat sensitif terhadap kebijakan energi subsidi, terutama untuk kendaraan angkutan logistik lintas daerah.
Baca juga: Harga Cabai di Pasar Raya Padang Naik Jadi Rp 30 Ribu per Kg, Pedagang Keluhkan Penjualan Lesu
Anomali Harga pada Komoditas Bumbu Dapur
Di saat harga telur stabil, kedua komoditas ini justru mengalami inflasi harga yang cukup tajam dalam sepekan terakhir.
Adinda, pedagang cabai di lokasi yang sama, melaporkan bahwa harga cabai kampung kini mencapai Rp 30.000 per kilogram. Angka ini meningkat sekitar Rp 5.000 dibandingkan harga pada pekan sebelumnya.
Lonjakan lebih tinggi terjadi pada cabai kotak yang kini dijual seharga Rp 48.000 per kilogram. Menurut pedagang, kenaikan ini lebih dipicu oleh persoalan stok daripada pengaruh harga bahan bakar atau biaya operasional lainnya.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Padang Hari Ini: Sore Hujan Ringan Saat Laga Semen Padang FC vs Persijap
Daya Beli dan Tantangan Pasar
Meski harga energi non-subsidi berubah, tantangan utama yang dihadapi pedagang saat ini adalah lesunya daya beli masyarakat.
Kenaikan harga pada komoditas tertentu seringkali tidak dibarengi dengan peningkatan volume transaksi.
harga bahan pokok
Harga Bahan Pokok Naik
harga telur
harga telur ayam
Harga BBM Non Subsidi
dampak harga BBM naik
Pasar Raya Padang
| Harga Cabai di Pasar Raya Padang Naik Jadi Rp 30 Ribu per Kg, Pedagang Keluhkan Penjualan Lesu |
|
|---|
| Harga Telur Ayam dan Bebek Pascalebaran Tetap Stabil di Pasar Raya Padang |
|
|---|
| Harga Bawang Merah di Pasar Raya Padang Stagnan, Pedagang Sebut Beli Masyarakat Melemah |
|
|---|
| Harga Beras di Pasar Raya Padang Tetap Stabil Selama Ramadan, Harga Sokan Rp18.000 per kilogram |
|
|---|
| Harga Bawang Merah di Pasar Raya Padang Turun Rp5.000, Kini Dijual Rp30.000 per Kilogram |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/HARGA-TELUR-Di-Pasar-Raya-Kota-Padang-pardumber-foto-Arif-RK.jpg)