Kecelakaan Beruntun di Padang
Update Korban Tabrakan Beruntun di Padang Besi, Dua Orang Masih Dirawat di SPH
"Sekarang masih tersisa dua orang korban yang masih dirawat," kata dia saat dikonfirmasi TribunPadang.com.
Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rezi Azwar
Namun di tengah kepanikan dan proses evakuasi korban, ada ketakutan lain yang terus menghantui warga sekitar, terutama Rita.
Rumah yang ia tinggali berada tepat setelah turunan tajam di kawasan tersebut.
Menurut Rita, setiap kendaraan yang mengalami rem blong dari arah Solok berpotensi menghantam rumah-rumah warga di sekitar lokasi.
Trauma itu bukan tanpa alasan.
Beberapa tahun lalu, rumah Rita pernah dihantam sebuah mobil minibus yang mengalami rem blong.
Peristiwa itu merenggut nyawa cucunya yang saat itu sedang tertidur di kamar.
“Saya sangat takut. Bahkan saya setiap hari tidak berani tidur di dalam kamar. Karena cucu saya yang seharusnya sekarang sudah kelas 6 SD meninggal dunia ditabrak mobil rem blong saat sedang tidur di kamarnya,” kata Rita Bahar kepada TribunPadang.com dengan suara bergetar.
Sejak kejadian itu, Rita mengaku memilih tidur di ruang tamu dibandingkan di kamar rumahnya.
“Saya tidak pernah lagi tidur di kamar. Siang malam saya tidur di ruang tamu karena takut ada mobil rem blong menghantam rumah,” ujarnya.
Dikenal Kawasan Rawan Kecelakaan
Menurut Rita, kawasan Jembatan Padang Besi sudah lama dikenal rawan kecelakaan, khususnya kendaraan truk yang mengalami rem blong saat melintasi turunan.
Ia bahkan menyebut pada tahun 2025 lalu, tetangganya juga kehilangan dua cucu akibat kecelakaan truk pengangkut CPO yang diduga mengalami rem blong.
“Di sini sudah sangat sering kecelakaan. Sebelah rumah saya juga kehilangan dua orang cucunya akibat kecelakaan. Rata-rata karena rem blong,” kenangnya.
Karena itu, setiap kali terdengar suara rem atau klakson panjang dari arah jalan raya, rasa takut kembali muncul di benak warga.
Rita meyakini, apabila truk Hino yang terlibat kecelakaan pagi tadi tidak menghantam pohon dan kendaraan lain, maka rumah warga bisa menjadi sasaran berikutnya.
“Kalau tadi truk itu tidak menabrak mobil dan pohon, mungkin rumah saya atau rumah sebelah yang dihantam,” ungkapnya.
Ia berharap pemerintah segera membangun pembatas jalan berbahan beton di sepanjang kawasan rawan tersebut untuk meminimalisir dampak kecelakaan.
“Kami berharap ada pembatas jalan beton. Jadi kalau ada mobil rem blong, tidak langsung menghantam rumah warga,” katanya.
Berharap Solusi Pemerintah
Hal senada juga disampaikan Adrian, seorang pedagang di sekitar lokasi kejadian.
Menurutnya, kondisi jalan menurun membuat kawasan tersebut sangat rawan kecelakaan, terutama kendaraan berat.
“Karena ini kawasan penurunan, sangat rawan kendaraan mengalami rem blong. Kami yang berdagang di sini juga takut,” jelas Adrian.
Ia berharap ada solusi konkret dari pemerintah untuk mengurangi risiko kecelakaan di kawasan tersebut.
“Mungkin pemerintah tahu solusi yang tepat supaya tidak terus memakan korban jiwa,” katanya.
Sementara itu, kecelakaan beruntun yang terjadi sekitar pukul 08.00 WIB tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.(*)
TribunBreakingNews
Multiangle
Padang
Kecelakaan beruntun
Tabrakan Beruntun
Semen Padang Hospital
Padang Besi
Kecamatan Lubuk Kilangan
| Lokasi Tabrakan Beruntun di Padang Besi Sudah Banyak Makan Korban, Edi: Sekarang Paling Parah |
|
|---|
| Posisi Korban Terjepit di Belakang Sopir, Fadri Dapati 2 Orang Sudah Tak Bernyawa |
|
|---|
| Pakar Transportasi UBH: Tragedi Padang Besi Akibat Kondisi Geometrik Jalan Berbahaya |
|
|---|
| Sambil Picingkan Mata Mukhfadri Paksa Diri Angkat 4 Korban Tabrakan Beruntun di Padang Besi |
|
|---|
| Daftar Korban Tabrakan Beruntun di Padang Besi, 4 Tewas 4 Luka-luka |
|
|---|