Kecelakaan Beruntun di Padang
Ngerinya Jalur Jembatan Padang Besi, Pernah Ada Mobil Masuk ke Rumah saat Kecelakaan
Ia tidak ingin jalur di depan rumahnya terus dijuluki sebagai "jalur maut" yang sewaktu-waktu bisa menjemput nyawa siapa saja.
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: afrizal
Ringkasan Berita:
- Warga tidak ingin jalur di depan rumahnya terus dijuluki sebagai "jalur maut" yang sewaktu-waktu bisa menjemput nyawa siapa saja
- Kejadian 6 bulan lalu, sebuah mobil masuk ke rumah warga, bagi Hani adalah peringatan keras yang hingga kini belum mendapatkan solusi permanen
- Dampak psikologis kecelakaan ini tidak hanya dirasakan oleh Hani, namun juga anggota keluarganya. Ibunda Hani yang menyaksikan langsung prosesi tabrakan tersebut mengalami trauma hebat hingga kondisi fisiknya menurun drastis.
TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Tragedi tabrakan beruntun yang terjadi di Jembatan Padang Besi, Kecamatan Lubuk Kilangan, pasca-kecelakaan beruntun pada Minggu (10/5/2026) pagi, menyisakan trauma yang dalam bagi warga sekitar.
Hani, misalnya, menilai kejadian nahas ini bukan sekadar angka statistik kecelakaan.
Melainkan ancaman nyata yang menghantui ruang tamu mereka setiap harinya.
Hani, yang tinggal hanya beberapa meter dari lokasi kejadian, mengungkapkan bahwa harapan terbesarnya saat ini adalah adanya langkah konkret dari pemerintah dan pihak terkait.
Baca juga: Saksikan Tabrakan Beruntun di Padang Besi, Nofel Lihat Truk Hantam Pohon Sebelum Toyota Rush
Ia tidak ingin jalur di depan rumahnya terus dijuluki sebagai "jalur maut" yang sewaktu-waktu bisa menjemput nyawa siapa saja.
Siklus Mengerikan
Keresahan Hani berdasar pada fakta bahwa kecelakaan rem blong di kawasan tersebut sudah menjadi siklus yang mengerikan.
Ia berharap ke depannya ada evaluasi total mengenai kelayakan kendaraan besar, terutama truk-truk pengangkut logistik yang melintas dari arah Solok.
Menurut Hani, pengawasan terhadap kelaikan jalan atau ramp check harus diperketat sebelum kendaraan memasuki turunan tajam menuju Padang Besi.
Ia menilai, jika sistem pengereman truk Hino BM 9936 KU tersebut diperiksa lebih awal, mungkin nyawa empat orang di Toyota Rush itu masih bisa terselamatkan.
Berharap Ada Jalur Penyelamat
Selain pengawasan kendaraan, Hani juga menaruh harapan pada perbaikan infrastruktur tambahan di sekitar Jembatan Padang Besi.
Ia membayangkan adanya jalur penyelamat (escape ramp) yang lebih efektif atau penambahan rambu peringatan yang jauh lebih mencolok bagi pengemudi luar kota.
Trauma yang dialami ibunda Hani menjadi alasan kuat mengapa ia menuntut perubahan segera.
“Kami ingin tidur dengan tenang tanpa harus terbangun karena suara benturan yang menyerupai ledakan," ungkapnya saat ditemui, Senin (11/5/2026).
Hani menceritakan bahwa setiap kali mendengar suara decitan rem yang panjang, jantungnya seakan berhenti berdetak.
Harapannya sederhana ia ingin lingkungan tempat tinggalnya kembali menjadi tempat yang aman bagi anak-anak dan orang tua, bukan lokasi evakuasi mayat.
Mobil Pernah Masuk Rumah Warga
| Saksikan Tabrakan Beruntun di Padang Besi, Nofel Lihat Truk Hantam Pohon Sebelum Toyota Rush |
|
|---|
| Warga Ungkap Penyebab Lain Kecelakaan di Padang Besi: Tabrak Truk Parkir di Badan Jalan |
|
|---|
| Usai Tabrakan Beruntun Padang Besi, Dishub Wajibkan Pemeriksaan Rutin Kendaraan Barang Tiap 6 Bulan |
|
|---|
| Update Daftar Kendaraan Terlibat Tabrakan Beruntun di Padang Besi, Polisi: Ada Enam Kendaraan |
|
|---|
| Petugas Bersihkan Sisa Pohon di Lokasi Laka Padang Besi, Warga: Kini Pandangan Lebih Terang |
|
|---|