Kecelakaan Beruntun di Padang

Sambil Picingkan Mata Mukhfadri Paksa Diri Angkat 4 Korban Tabrakan Beruntun di Padang Besi

Ketua RW 02 Padang Besi ini tetap menguatkan hati merangsek masuk demi menyelamatkan korban yang terjepit

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: afrizal

TRIBUNPADANG.COM- Di tengah kekacauan sesaat setelah tabrakan beruntun di Padang Besi, Lubuk Kilangan, Padang, Minggu (10/5/2026) pagi, Mukhfadri (61) berdiri dengan tubuh gemetar.

Tegak di hadapan gundukan besi yang dulunya adalah sebuah mobil Toyota Rush. 

Sambil memicingkan mata karena tak kuasa melihat kondisi luka korban yang parah, Ketua RW 02 Padang Besi ini tetap menguatkan hati merangsek masuk demi menyelamatkan korbanyang terjepit di dalam kabin mobil yang hancur tersebut.

Dia terus memaksa diri agar bisa mengevakuasi korban meskipun tidak sepenuhnya melihat korban yang dia angkat dan pindahkan. 

Baca juga: Daftar Korban Tabrakan Beruntun di Padang Besi, 4 Tewas 4 Luka-luka

"Saya sebenarnya takut melihatnya. Kondisi korban cukup parah. Saya menyelamatkan mereka sambil memicingkan mata, tapi tangan saya tetap bergerak meraih korban," ungkap Mukhfadri menceritakan detik-detik evakuasi pasca-kecelakaan maut di Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, kepada jurnalis TribunPadang.com, Muhammad Iqbal.

Congkel Mobil Pakai Linggis

Mukhfadri awalnya mendapat informasi tabrakan dari warga.

Tanpa pikir panjang, ia langsung bergegas menghampiri kendaraan tersebut untuk menyelamatkan korban terjepit di dalam mobil.

Di sana, ia mendapati minibus berisi enam orang dalam kondisi remuk setelah dihantam truk yang diduga mengalami rem blong. 

Tanpa menunggu bantuan medis yang saat itu belum tiba, ia mengambil linggis untuk mencongkel pintu mobil yang ringsek.

Ucapan takbir "Allahu Akbar" terus bergema di dalam hatinya sebagai perisai rasa takut. 

Baca juga: Lokasi Tabrakan Beruntun di Padang Basi Daerah Rawan, Warga: Saya Tak Pernah Lagi Tidur di Kamar

Dengan linggis di tangan, ia berhasil mengeluarkan empat orang. 

Namun, pemandangan memilukan harus ia saksikan. Dua penumpang perempuan di kursi belakang ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

"Dua orang pertama yang saya evakuasi sudah meninggal dunia. Karena ambulans belum datang, jenazah mereka terpaksa diletakkan di badan jalan terlebih dahulu," tuturnya dengan nada berat.

Meski diselimuti kengerian, Mukhfadri tidak berhenti. 

Ia melanjutkan evakuasi terhadap sopir yang dalam kondisi kritis serta seorang ibu yang mengalami patah pinggang di bagian depan. 

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved