Dugaan Malpraktik

Keluarga Bayi Alceo Datangi Polda Sumbar, Laporkan Dugaan Kelalaian Medis RSUP M Djamil Padang

Kedatangan mereka bertujuan melaporkan dugaan kelalaian medis RSUP M Djamil Padang yang mengakibatkan putra mereka meninggal dunia.

Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Muhammad Iqbal
KASUS BAYI MENINGGAL - Keluarga Alceo Hanan Flantika terlihat mendatangi Polda Sumbar pada Kamis (23/4/2026). Kedatangan pihak keluarga untuk menempuh jalur hukum kasus kematian anaknya yang diduga ada kelalaian pelayanan di RSUP M Djamil. 

Ia diduga meninggal dunia akibat kelalaian medis saat menjalani perawatan luka bakar yang diderita, kurang lebih selama sepekan di RSUP M Djamil Padang. 

Baca juga: Borneo FC vs Semen Padang FC: Pelatih Imran Nahumarury Fokus Jaga Mental Pemain Kabau Sirah

Ayah Alceo, Doris Flantika menyebut bahwa informasi mengenai pergerakan karyawan untuk jadi buzzer di media sosial diterimanya melalui internal pihak rumah sakit tersebut.

Sebab, Doris mengaku banyak memiliki kenalan hingga menerima informasi pengerahan karyawan untuk menjadi buzzer.

"Kenalan kami banyak di sana, baik saudara, keluarga, teman, informasi itu tidak hanya tersimpan di situ saja, pasti di-share ke kami," katanya saat konferensi pers di salah satu kafe, Kota Padang, Rabu (22/4/2026) sore kemarin.

Informasi tersebut disampaikan oleh kenalan Doris melalui pesan yang di-forward, namun sudah dihapus.

Dalam pesan yang dikirimkan kata Doris, berisi sebuah perintah untuk mengarahkan karyawan menjadi buzzer.

Baca juga: PT Semen Padang Salurkan 250 Zak Semen Dukung Program TMMD 128 di Padang Pariaman

KASUS BAYI MENINGGAL - Pihak keluarga Alceo Hanan Flantika saat memberikan keterangan melalui konferensi pers di salah satu kafe, Kota Padang, Rabu (22/4/2026) sore kemarin. Ayah Alceo, Doris sebut pihak keluarga menerima informasi mengenai perintah atasan di RSUP M Djamil yang dikerahkan jadi buzzer.
KASUS BAYI MENINGGAL - Pihak keluarga Alceo Hanan Flantika saat memberikan keterangan melalui konferensi pers di salah satu kafe, Kota Padang, Rabu (22/4/2026) sore kemarin. Ayah Alceo, Doris sebut pihak keluarga menerima informasi mengenai perintah atasan di RSUP M Djamil yang dikerahkan jadi buzzer. (TribunPadang.com/Muhammad Iqbal)

"Teman saya bekerja di situ, mereka men-forward dari atasannya langsung ke saya. Setelah dibaca, ada ancaman karyawan yang share berita Alceo," sebut Doris.

Menurut Doris, tindakan tersebut tentu berbahaya dan mengatakan jika pihak RSUP M Djamil seolah tak tersentuh hukum.

"Ini bahaya sekali, mereka merasa jumawa dan seakan tidak tersentuh hukum," terang Doris kepada para awak media.

Ibu Alceo, Nuri Khairima juga mengungkap bahwa pesan perintah tersebut berbunyi 'jika karyawan RSUP M Djamil Padang menulis komentar negatif di akun Instagram miliknya dan media sosial, akan mendapatkan imbalan'.

Informasi ini kata Nuri, memerintahkan seluruh karyawan memberikan komentar negatif di postingan Instagram miliknya mengenai Alceo.

Baca juga: Pemain Semen Padang FC Antusias Latihan, Imran Nahumarury Yakin Petik Poin di Stadion Segiri

"Jadi seluruh karyawan rumah sakit ini, apabila mau memberikan komentar negatif di postingan saya dan pada berita-berita yang tersebar, akan diberikan imbalan Rp5.000 per komentar," terang Nuri.

Sementara sebaliknya, apabila karyawan RSUP M Djamil membagikan postingan mengenai Alceo bakal mendapatkan sanksi.

Pesan perintah yang didapat Nuri, disampaikan langsung kepada para awak media yang menghadiri sesi konferensi pers Rabu sore kemarin tersebut.

"Kalau memberikan komentar positif atau share akan mendapatkan sanksi. Kurang lebih seperti itu pesan perintahnya," ucap Nuri.

Tanggapan RSUD M Djamil

Sumber: Tribun Padang
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved