Dugaan Malpraktik

Ibu di Padang Curhat Bayinya Meninggal, RSUP M Djamil Padang Diduga Lakukan Malpraktik

Kisah memilukan ini viral di media sosial setelah Nuri membagikan curhatan mengenai pelayanan rumah sakit yang ia nilai lalai.

Tayang:
Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Ist
DUGAAN KASUS MALPRAKTIK - Penampakan RSUP M Djamil Padang di Jl. Perintis Kemerdekaan No. 14D, Sawahan Timur, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang. Kasus kematian bayi berumur 14 bulan bernama Alceo mencuat ke publik, usai pihak keluarga curhat di media sosial, Jumat (17/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Bayi 14 bulan meninggal usai dirawat di RSUP M Djamil, keluarga buka suara
  • Kronologi perawatan diungkap, mulai dari rujukan hingga operasi darurat
  • Keluarga sebut sempat tunggu lama dan kesulitan hubungi dokter
  • Kondisi bayi menurun drastis sebelum akhirnya dipindah ke ruang PICU
  • RSUP M Djamil bentuk tim audit, investigasi dugaan malpraktik berjalan

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Seorang ibu bernama Nuri Khairima mengungkap dugaan kasus RSUP M Djamil Padang diduga malpraktik setelah buah hatinya yang berusia 14 bulan, Alceo Hanan Flantika, meninggal dunia.

Kisah memilukan ini viral di media sosial setelah Nuri membagikan curhatan mengenai pelayanan rumah sakit yang ia nilai lalai.

Kisah bermula ketika Alceo Hanan Flantika yang terkena air panas sempat dilarikan ke RS Hermina Padang, namun dirujuk ke RSUP M Djamil Padang pada Kamis (26/3/2026) lalu.

Dalam wawancara TribunPadang.com dengan Nuri Khairima melalui telepon whatsapp pada Jumat (17/4/2026) siang, ia membenarkan terkait anaknya yang sempat dirawat di RS Hermina Padang.

Akan tetapi, pihak rumah sakit menyarankan agar Alceo dirujuk ke RSUP M Djamil Padang untuk tindakan operasi debridement atau pembersihan luka.

Baca juga: Cerita Yeni Rasma Korban Kecelakaan Travel Masuk Jurang di Lembah Anai, Sebut Mobil Terguling 7 Kali

"Tak hanya itu, anak saya Alceo yang masih bayi disebut memerlukan perawatan di ruang PICU infeksius pasca operasi," kata Nuri memberikan keterangan.

Nuri mengaku sempat menolak anaknya dirujuk ke RSUP M Djamil Padang dan meminta pilihan rumah sakit lain. Namun pihak RS Hermina menginformasikan jika fasilitas serta tenaga medis di sana lebih lengkap.

Singkat cerita, Nuri akhirnya menyetujui rujukan tersebut dan ayah dari Alceo mengurus proses administrasi. Sementara dirinya lebih dahulu membawa sang anak ke RSUP M Djamil Padang.

Setibanya di RSUP M Djamil Padang, Nuri mengaku Alceo tidak langsung mendapatkan ruang perawatan. Ia bersama sang anak harus menunggu cukup lama di instalasi gawat darurat (IGD).

"Saat menunggu ini, anak saya menangis kesakitan dan hanya ditenangkan dengan ASI sambil digendong, karena tempat tidur di IGD disebut penuh, harinya masih sama, Kamis (26/3/2026) lalu," pungkasnya.

Tak hanya itu, ia mengaku sempat mendapat tanggapan kurang mengenakan saat menanyakan rencana tindakan medis terhadap Alceo.

Baca juga: Mahasiswa Unand Korban Kecelakaan di Lembah Anai Cerita Detik-detik Mobil Masuk Jurang, Tangan Patah

Bahkan, Nuri menyebut sempat menunggu selama 24 jam lebih. Barulah keesokan harinya pada Jumat (27/4/2026) sekira pukul 21.00 hingga 23.000 WIB, Alceo menjalani operasi sirkumsisi dan debridement.

Hingga pada Sabtu (28/3/2026) pukul 02.00 WIB, Alceo dipindahkan ke ruang HCU Bedah. Pada saat itu, kondisi sang anak disebut mulai membaik dan ruang tersebut dinilai sebagai tempat perawatan terbaik.

Dua hari berselang, kondisi Alceo dilaporkan pihak RSUP M Djamil Padang kepada Nuri juga membaik. Seperti luka tampak lebih bersih, dan bayi tersebut mulai terlihat nyaman.

Akan tetapi, pada Selasa (31/4/2026) dilaporkan kesehatan Alceo mulai menurun karena demam. Menurut pengakuan Nuri, pada hari itu tidak dilakukan pemandian maupun penggantian perban.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved