Pengamen Meninggal di Padang

Usut Kematian Pengamen di Pasar Raya, Inspektorat Padang Lakukan Audit Khusus

Kemudian, Pemko Padang juga telah melakukan langkah internal berupa audit khusus guna menelusuri peristiwa tersebut.

Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: Rezi Azwar

Ia juga tidak menutup kemungkinan DPRD akan memanggil organisasi perangkat daerah (OPD) terkait guna meminta keterangan lebih lanjut.

“Nanti kita lihat bagaimana prosesnya berjalan. Jika diperlukan, tentu DPRD bisa memanggil pihak-pihak terkait,” pungkasnya.

DPRD Dorong Pemko Padang Bentuk Tim Investigasi

KEMATIAN JANGGAL- Anggota DPRD Kota Padang dari Fraksi Gerindra, Rachmad Wijaya, menyampaikan pandangan fraksinya dalam Rapat Paripurna terkait Laporan Kinerja Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Padang Tahun 2025 di Gedung DPRD Kota Padang, Senin (6/4/2026). Dalam penyampaiannya, ia juga meminta Pemko Padang untuk membuat tim investigasi khusus terkait kematian pengamen bernama Karim.
KEMATIAN JANGGAL- Anggota DPRD Kota Padang dari Fraksi Gerindra, Rachmad Wijaya, menyampaikan pandangan fraksinya dalam Rapat Paripurna terkait Laporan Kinerja Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Padang Tahun 2025 di Gedung DPRD Kota Padang, Senin (6/4/2026). Dalam penyampaiannya, ia juga meminta Pemko Padang untuk membuat tim investigasi khusus terkait kematian pengamen bernama Karim. (TribunPadang.com/Fajar Alfaridho Herman)

DPRD Kota Padang mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Padang untuk membentuk tim investigasi khusus terkait kasus kematian seorang pengamen bernama Karim (32), yang saat ini masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian.

Anggota DPRD Kota Padang dari Fraksi Gerindra, Rachmad Wijaya, mengatakan pihaknya menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan tidak ingin mendahului hasil penyelidikan aparat penegak hukum.

“Kasus ini sedang berproses dan sudah dilaporkan oleh pihak keluarga ke pihak kepolisian. Kita dari DPRD tentu tidak boleh mendahului,” ujarnya, Senin (6/4/2026). 

Meski demikian, ia menilai Pemko Padang perlu mengambil langkah konkret dengan membentuk tim investigasi khusus guna mengungkap fakta secara terbuka dan transparan.

Baca juga: Bukan ODGJ, Ayah Ungkap Tabiat Asli Karim Pengamen di Pasar Raya Padang: Anak yang Baik

“Kami dari Fraksi Gerindra DPRD Kota Padang meminta agar Pemko bisa membentuk tim investigasi khusus, agar jelas, terbuka, serta transparan terkait apa yang sebenarnya terjadi saat korban meninggal,” katanya.

Rachmad menegaskan, kejelasan penyebab kematian menjadi hal penting, mengingat adanya berbagai dugaan yang berkembang di tengah masyarakat.

“Harus ada pertanggungjawaban. Tidak mungkin seseorang meninggal begitu saja tanpa penyebab yang jelas atau belum bisa dipastikan. Makanya kita dorong pembentukan tim investigasi ini,” tegasnya.

Ia menambahkan, Pemko Padang memiliki kewenangan untuk membentuk tim tersebut, sehingga diharapkan dapat mencegah munculnya kasus serupa di masa mendatang.

Baca juga: Dekat dengan UAS, Pengamen Karim di Padang Disebut Pendakwah Jalanan, Keluarga Tolak Label ODGJ

“Dengan adanya tim investigasi, diharapkan kasus ini bisa terbuka secara terang benderang, sehingga tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat,” ujarnya.

Rachmad juga menyebut DPRD tidak menutup kemungkinan akan memanggil organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk meminta penjelasan lebih lanjut.

“Kemungkinan DPRD bisa saja memanggil OPD yang terduga. Walaupun ini bukan di komisi kami, tapi kami tetap mendorong agar kasus ini menjadi jelas,” tambahnya.

Sebelumnya, keluarga Karim membantah tudingan yang menyebut korban sebagai Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Ayah korban, Rafles, menyebut anaknya dikenal sebagai pendakwah jalanan dan aktif mengikuti kegiatan keagamaan.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved