Pengamen Meninggal di Padang

Bukan ODGJ, Ayah Ungkap Tabiat Asli Karim Pengamen di Pasar Raya Padang: Anak yang Baik

Pernyataan itu disampaikan Rafles saat mengikuti aksi bersama keluarga dan pedagang di kawasan Pasar Raya Padang.

Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Muhammad Iqbal
PENGAMEN PADANG MENINGGAL- Ayah Karim, Rafles, memberikan keterangan di Pasar Raya, Kota Padang, Kamis (2/4/2026). Rafles sebut anaknya sering dijuluki pendakwah jalanan, bukan ODGJ. 

Ringkasan Berita:
  • Ayah bantah Karim disebut ODGJ, sebut pengamen Pasar Raya Padang itu sosok baik.
  • Rafles mengatakan Karim dikenal ramah di rumah dan saat mengamen.
  • Ia juga dijuluki pendakwah jalanan oleh orang yang mengenalnya.
  • Keluarga minta penjelasan kematian Karim yang disebut tidak wajar.
  • Massa aksi bawa foto Karim bersama Ustad Abdul Somad.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Ayah korban menegaskan Karim pengamen Padang dikenal sebagai sosok yang baik oleh keluarga dan orang-orang di Pasar Raya Padang.

Pernyataan itu disampaikan Rafles saat mengikuti aksi bersama keluarga dan pedagang di kawasan Pasar Raya Padang Kamis (2/4/2026) siang.

Lokasi tepatnya aksi ini berlokasi di pertigaan depan Trend Shop, kawasan Pasar Raya Padang, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang.

Dalam pernyataan sang ayah, ia membantah anaknya disebut sebagai ODGJ, baik melalui postingan akun Instagram Dinsos maupun keterangan RS HB Saanin Padang.

Sebab sang anak kata Rafles, sering dijuluki oleh orang-orang sebagai pendakwah jalanan.

Baca juga: Residivis Pemerasan Ditangkap di Bukittinggi, Ancam Korban Pakai Pisau dan Rampas Uang serta HP

Hal itu dibuktikan dengan dekatnya dia dengan Ustad Abdul Somad, lantaran menjadi jemaah tablighnya.

"Ungkapan ODGJ ini sangat salah, bisa fatal akibatnya, menuduh sembarangan," ucap Rafles kepada TribunPadang.com.

Sang ayah juga menyebut Karim sebagai sosok yang baik di rumah maupun ketika mengamen di Pasar Raya Padang.

Ia lantas meminta keadilan bagi Karim, sebab pihak keluarga menyebut kematiannya tidak wajar.

Pernyataan ini juga diperkuat oleh surat kematian dari RS Bhayangkara, disebutkan bahwa kematian Karim tidak wajar akibat pendarahan di otak.

Baca juga: Semen Padang FC vs Persib Bandung: Spartacks Minta Kabau Sirah Fokus Counter Attack Lawan Persib

Sementara, pantauan TribunPadang.com di lapangan, terlihat para massa membawa spanduk dokumentasi Karim dengan Ustad Abdul Somad di akun Instagram adik kandungnya, yakni @srisukma11.

Spanduk itu merupakan hasil tangkapan layar Instagram @srisukma11, memperlihatkan Karim mengenakan baju koko dan peci warna putih.

Dia terlihat duduk dengan Ustad Abdul Somad dan satu orang lainnya.

Karim Kenal dengan Anggota Satpol PP

Kematian pengamen Karim menyisakan tanda tanya besar bagi pihak keluarga dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Cakra Nusantara Indonesia Bersatu.

Meski Satpol PP menyebut korban diamankan karena mengamuk, tim investigasi menemukan fakta bahwa anggota Satpol PP sebenarnya sudah mengenal sosok Karim di lapangan.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved