Berita Populer Padang
4 Berita Populer Padang: Kasus Campak, Pemudik Mulai Tinggalkan Padang dan Harga Emas Turun Tipis
Sementara itu, dr M Fardhan mengatakan bahwa sebanyak 81 orang terdampak virus campak di sepanjang tahun 2025 lalu.
“Kami melakukan pengecekan kendaraan sebelum diberangkatkan. Jika ada masalah teknis, langsung kami komunikasikan dengan pengemudi agar segera diperbaiki,” jelasnya.
Selain itu, Terminal Anak Air juga menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung bagi calon penumpang, seperti ruang tunggu ber-AC, ruang tunggu prioritas bagi penyandang disabilitas, musala, kamar kecil, loket tiket, hingga ruang informasi.
Selama periode mudik Lebaran, pengelola terminal juga mengoperasikan posko pengawasan angkutan Lebaran yang berfungsi memantau aktivitas kendaraan dan penumpang.
Posko tersebut terhubung dengan beberapa titik pemantauan kendaraan di Sumatera Barat, di antaranya UPPKB Beringin, Panti, Tanjung Balik, hingga wilayah Kabupaten Limapuluh Kota.
“Dari posko ini kita bisa memantau pergerakan kendaraan yang masuk ke Sumatera Barat sehingga kondisi arus mudik dapat diketahui secara berkala,” kata Kadek.
Baca juga: Pilih Ketua Baru Usai Pelantikan, Komisioner KPID Sumbar Segera Gelar Rapat Pleno Penentuan
Ia juga mengimbau calon penumpang agar membeli tiket melalui agen resmi atau situs resmi perusahaan otobus untuk menghindari praktik percaloan.
Selain itu, penumpang disarankan berangkat dari terminal resmi karena tersedia fasilitas serta pengawasan petugas selama proses keberangkatan.
“Pastikan beli tiket di agen resmi dan naik bus dari terminal supaya lebih aman,” katanya.
Kadek juga mengingatkan penumpang untuk selalu menjaga barang bawaan selama perjalanan, terutama barang berharga seperti dompet, telepon genggam, dan powerbank.
“Barang penting sebaiknya disimpan dekat penumpang, jangan dimasukkan ke bagasi bawah,” ujarnya.(*)
3. Pemudik Asal Riau Tinggalkan Padang dari Loket Bus NPM, Mahasiswa dan Pekerja Pulang Kampung
Puluhan pemudik asal Riau dan sekitarnya mulai meninggalkan Kota Padang pada H-6 Lebaran melalui loket Bus NPM perwakilan PT NPM di Jalan Juanda, Flamboyan Baru, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Senin (16/3/2026) sore.
Para pemudik tersebut terdiri dari pekerja hingga mahasiswa yang selama ini bekerja dan menempuh pendidikan di Kota Padang, Sumatera Barat.
Pantauan TribunPadang.com di lokasi, para pemudik mulai berangkat menggunakan bus NPM sekitar pukul 15.56 WIB.
Sebelum berangkat, sebagian pemudik diantar oleh kerabat dan teman hingga menggunakan jasa ojek online menuju loket bus di Kecamatan Padang Barat tersebut.
Salah seorang penumpang, Putri, yang merupakan mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP), mengatakan dirinya pulang ke Kota Pekanbaru pada H-6 Lebaran menggunakan bus NPM.
Baca juga: H-5 Lebaran 9.426 Penumpang Padati Bandara Internasional Minangkabau, Maskapai Tambah Jadwal
Ia mengaku sengaja memilih berangkat pada sore hari setelah menyelesaikan urusan di kampus.
“Ini mau berangkat ke Kota Pekanbaru. Karena baru selesai urusan kampus, jadi langsung pulang kampung untuk Lebaran,” katanya kepada TribunPadang.com.
Putri mengaku memilih menggunakan bus karena merasa lebih nyaman untuk perjalanan pulang kampung.
“Alasan naik bus karena nyaman. Dari Pekanbaru biasanya juga naik bus, jadi sekarang balik ke rumah juga naik bus karena sudah terbiasa,” jelasnya.
Ia menambahkan, pulang kampung kali ini bersama seorang teman satu kampus yang juga berasal dari kota yang sama.
Saat mudik, Putri juga membawa oleh-oleh khas Padang untuk keluarganya di Pekanbaru.
Baca juga: 4 Pasien di Puskesmas Nanggalo Padang Terjangkit Virus Campak Awal 2026, Tahun Lalu Tembus 81 Kasus
“Iya, bawa oleh-oleh. Ada satu dus berisi makanan keripik untuk keluarga di kampung,” ungkapnya.
Sementara itu, Andika, seorang pekerja swasta di Kota Padang, mengaku baru bisa pulang kampung ke Dumai setelah mulai libur bekerja.
“Ini baru libur bekerja sejak kemarin. Karena itu baru bisa pulang kampung ke Dumai,” jelasnya.
Ia mengatakan, Lebaran tahun ini merupakan kali kedua dirinya mudik sejak bekerja di Padang.
“Ini mudik kedua kali, karena baru dua tahun juga tinggal di Padang. Masih bujang juga, jadi setiap Lebaran pulang kampung,” ujarnya sambil tersenyum.
Baca juga: Hujan Lebat Guyur Sejumlah Wilayah Sumbar Jelang Berbuka, BMKG Terbitkan Peringatan Dini Cuaca
Untuk mudik kali ini, Andika mengaku hanya membawa oleh-oleh sederhana untuk keluarganya di kampung.
“Oleh-oleh yang dibawa cuma baju baru untuk keluarga. Kebetulan lebih dekat beli baju di Padang daripada di Dumai,” tutupnya.(*)
4. Harga Emas di Padang Turun Tipis Hari Ini 16 Maret 2026, Satu Ameh Kini Rp 6,2 Juta
Memasuki pertengahan Maret 2026, pergerakan harga emas di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat, terpantau mengalami penurunan tipis.
Kondisi ini menjadi perhatian warga Kota Padang, terutama bagi mereka yang merencanakan membeli perhiasan untuk menyambut hari raya Idul Fitri.
Di kawasan Pasar Raya Padang, aktivitas jual beli di toko-toko emas masih terlihat stabil meski harga fluktuatif.
Alifa, salah satu karyawan di Toko Emas Murni Pasar Raya Padang, mengungkapkan kondisi terkini harga logam mulia di tokonya.
Menurut keterangannya, harga emas pada hari ini, Senin (16/3/2026), berada di angka Rp 2500.000 per gram untuk jenis tertentu.
Baca juga: Pilih Ketua Baru Usai Pelantikan, Komisioner KPID Sumbar Segera Gelar Rapat Pleno Penentuan
"Untuk harga hari ini sekitar Rp 250.000 per gramnya," ujar Alifa saat dihubungi.
Ia juga menambahkan rincian harga untuk satuan ameh, yang merupakan satuan berat emas lokal yang umum digunakan masyarakat Minangkabau.
"Satu ameh sekarang di angka Rp 6.250.000," jelasnya lebih lanjut.
Alifa mencatat bahwa harga tersebut cenderung mengalami penurunan tipis dibandingkan dengan periode sebelumnya.
Meski ada penurunan harga, Alifa menyebutkan bahwa minat masyarakat untuk membeli perhiasan masih tergolong normal.
Baca juga: Pertamina Tambah Pasokan LPG di Sumbar 19,5 Persen, Stok Elpiji Aman Selama Ramadan dan Idulfitri
"Daya beli menjelang lebaran untuk perhiasan saat ini masih stabil, belum ada lonjakan yang signifikan tapi tetap ramai," tambahnya.
Sementara itu, beralih ke harga emas batangan secara nasional, PT Pegadaian (Persero) juga merilis daftar harga terbaru untuk hari Senin, 16 Maret 2026.
Berdasarkan data yang dihimpun, harga emas Antam di Pegadaian terpantau mengalami penurunan tipis sebesar Rp 5.000 hingga Rp 6.000 per gram.
Saat ini, emas batangan Antam ukuran 1 gram dibanderol seharga Rp 2.992.000, turun dari harga sebelumnya yang sempat menyentuh angka lebih tinggi.
Untuk produk lainnya seperti emas UBS, harga terpantau lebih stabil dan bertahan di level Rp 3.026.000 per gram.
Baca juga: Salat Idulfitri 1447 H Pemko Padang Dipusatkan di Masjid Agung Nurul Iman
Sedangkan emas produksi Galeri 24 yang tersedia di Pegadaian dipatok pada harga Rp 3.012.000 untuk ukuran 1 gram.
Penurunan harga ini dianggap sebagai momentum bagi sebagian investor untuk menambah koleksi logam mulia mereka.
Bagi warga Kota Padang yang ingin membeli emas, perbandingan antara harga perhiasan di pasar lokal dan emas batangan di Pegadaian bisa menjadi referensi.
Masyarakat biasanya lebih memilih perhiasan untuk digunakan saat lebaran, sementara emas batangan lebih diminati sebagai instrumen investasi jangka panjang.(*)
Populer Padang hari ini
populer Padang
BERITA POPULER PADANG
Padang
Lebaran 2026
Idul Fitri 2026
mudik lebaran
Terminal Anak Air Padang
Kasus Campak di Padang
Campak
| 3 BERITA POPULER PADANG: Kabau Sirah Kalah Lagi, Kasus Penusukan dan Pohon Tumbang Timpa Rumah |
|
|---|
| Berita Populer Padang: Teka-teki Kematian Karim hingga Potensi WFH ASN Jadi Ajang Libur Panjang |
|
|---|
| 3 Berita Populer Padang: Kronologi Kematian Pengamen dan Harga Emas Tembus Rp6,25 Juta per Ameh |
|
|---|
| Berita Populer Padang: DPRD Kutuk Kakek Cabuli Cucu dan Penyebab Pengamen Meninggal Usai Diamankan |
|
|---|
| 3 Berita Populer Padang: Pengamen Tewas Diduga Usai Diamankan Satpol PP dan Kebakaran Minimarket |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/KASUS-CAMPAK-PADANdbadi-Kepala-Puskesmas-Nanggalo-dd81-kasus.jpg)