Berita Populer Padang
Berita Populer Padang: DPRD Kutuk Kakek Cabuli Cucu dan Penyebab Pengamen Meninggal Usai Diamankan
Pihak RSJ menyebut korban tidak menjawab saat ditanya, sehingga terkait keluhan sakit tidak dapat diketahui.
Ringkasan Berita:
- Inisial FRS (64) diamankan warga dalam dugaan tindak pidana pencabulan.
- Pengamen di Padang bernama Karim meninggal setelah diamankan Satpol PP dan dibawa ke RSJ HB Saanin.
- Sebuah ruko terbakar di Ulak Karang, Padang, Selasa (31/3/2026).
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Berikut tiga berita Populer Padang yang telah tayang selama 24 jam terakhir di Tribun Padang.
Ada berita terkait update kasus dugaan pencabulan di Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Padang. Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang, Iskandar, mengecam keras dan sebut sangat tidak manusiawi.
Kemudian, update kematian seorang pengamen yang meninggal setelah diamankan Satpol PP dan dibawa ke RSJ HB Saanin. RSJ menyebut korban masuk IGD tanpa identitas dan tidak dapat berkomunikasi saat diperiksa.
Baca juga: Berita Populer Sumbar: Gubernur Mahyeldi Sebut BBM Aman, Jalur Lembah Anai Buka 24 Jam Mulai 1 April
Selanjutnya kebakaran sebuah ruko yang difungsikan sebagai restoran di Ulak Karang, Padang. Kebakaran diduga terjadi akibat adanya kebocoran gas saat proses memasak di dapur lantai dua bangunan.
Baca berita selengkapnya:
1. DPRD Padang Kutuk Keras Dugaan Kakek Cabuli Cucu, Minta Pendampingan Psikologis Korban
Kasus dugaan pencabulan terhadap anak kembali mencuat di Kota Padang. Seorang pria lanjut usia diduga melakukan tindakan asusila terhadap cucunya sendiri yang masih berusia 3 tahun di Kecamatan Bungus Teluk Kabung.
Menanggapi peristiwa tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang, Iskandar, menyampaikan kecaman keras atas tindakan yang dinilai sangat tidak manusiawi tersebut.
“Kalau ini terjadi di Kota Padang, pertama atas nama anggota DPRD, kita mengutuk keras perbuatan ini. Apalagi dilakukan oleh seorang kakek kepada cucunya sendiri,” tegas Iskandar saat diwawancarai, Senin (30/3/2026).
Ia menilai, tindakan tersebut merupakan kejahatan serius yang tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga norma moral dan kemanusiaan.
Baca juga: Pria Asal Jambi Diringkus Polres Dharmasraya, Diduga Edarkan Sabu Lintas Provinsi
“Siapapun pelakunya dan siapapun korbannya, ini adalah perilaku yang sangat zalim dan sangat jahat,” ujarnya.
Iskandar mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, khususnya yang menangani pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, untuk segera turun tangan melakukan verifikasi dan pendampingan terhadap korban.
Menurutnya, korban harus mendapatkan perlindungan maksimal, termasuk bantuan psikologis agar dampak trauma dapat diminimalisir.
“Kita minta OPD terkait segera turun ke lapangan, melindungi korban, serta memberikan bantuan psikologis yang dibutuhkan,” katanya.
Selain itu, ia juga meminta aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti kasus tersebut secara serius sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Populer Padang hari ini
BERITA POPULER PADANG
Multiangle
Padang
Satpol PP Kota Padang
RSJ HB Saanin
Pengamen
kasus pencabulan
| 3 Berita Populer Padang: Warga Minta Plang Larangan di Lokasi 2 Bocah Tenggelam dan Simulasi Tsunami |
|
|---|
| 3 BERITA POPULER PADANG: Keluarga Bayi Alceo ke Polda, Pencarian Bocah Hanyut dan Kebakaran Gudang |
|
|---|
| 3 BERITA POPULER PADANG: Pencarian Bocah Hanyut Nihil, Mengubah Limbah Plastik dan Truk Rusak |
|
|---|
| 3 BERITA POPULER PADANG: Audit Malpraktik Balita, Pencarian Bocah Hanyut dan BBM Dexlite Anjlok |
|
|---|
| 3 BERITA POPULER PADANG: Suporter Boikot Kabau Sirah, Rehabilitasi Sawah dan Pencarian Bocah Hanyut |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Ketua-Komisi-IV-DPRD-Kota-Padang-Iskandar-3132026.jpg)