Berita Populer Padang

4 Berita Populer Padang: Kasus Campak, Pemudik Mulai Tinggalkan Padang dan Harga Emas Turun Tipis

Sementara itu, dr M Fardhan mengatakan bahwa sebanyak 81 orang terdampak virus campak di sepanjang tahun 2025 lalu.

Editor: Rezi Azwar
TribunPadang.com/Dok. Pribadi
KASUS CAMPAK PADANG - Dokumentasi pribadi Kepala Puskesmas Nanggalo, dr. M Fardhan dan penampakan Puskesmas Nanggalo. Ia sebut sebanyak empat kasus campak terjadi di 2026, sedangkan tahun sebelumnya capai 81 kasus. 
Ringkasan Berita:
  • Puskesmas Nanggalo Padang mencatat 4 kasus campak sejak Januari hingga pertengahan Maret 2026.
  • Pergerakan penumpang di Terminal Anak Air Padang mulai naik jelang mudik Lebaran 2026.
  • Puluhan pemudik asal Riau mulai meninggalkan Padang dari loket Bus NPM di Padang Barat pada H-6 Lebaran.
  • Harga emas di Padang pada Senin (16/3/2026) tercatat turun tipis dan mulai jadi perhatian warga jelang Idul Fitri.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Berikut empat berita Populer Padang yang telah tayang selama 24 jam terakhir di Tribun Padang.

Ada berita terkait Puskesmas Nanggalo Padang mencatat empat kasus campak sejak Januari hingga pertengahan Maret 2026. Sepanjang 2025 lalu, tercatat 81 warga di wilayah tersebut terjangkit campak.

Kemudian, pergerakan penumpang di Terminal Anak Air Padang mulai naik jelang mudik Lebaran 2026. Petugas mencatat lonjakan penumpang mencapai 40-60 persen dibanding hari biasa.

Banyak warga memilih mudik lebih awal karena libur panjang dan kebijakan WFA. Bus AKAP tujuan Jakarta, Bandung, hingga Jabodetabek masih mendominasi perjalanan.

Baca juga: 4 Berita Populer Sumbar: Larangan Berhenti di Jalur Kelok 9, H-5 Lebaran 9.426 Penumpang Padati BIM

Selanjutnya, puluhan pemudik asal Riau mulai meninggalkan Padang dari loket Bus NPM di Padang Barat pada H-6 Lebaran. Penumpang terdiri dari mahasiswa dan pekerja yang selama ini tinggal di Padang.

Terdapat juga berita terkait harga emas yang mengalami penurunan tipis jelang hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Pedagang di Pasar Raya Padang menyebut harga emas perhiasan saat ini sekitar Rp250.000 per gram. Satuan lokal Minangkabau, satu ameh, kini berada di angka Rp6.250.000.

Baca berita selengkapnya:

1. 4 Pasien di Puskesmas Nanggalo Padang Terjangkit Virus Campak Awal 2026, Tahun Lalu Tembus 81 Kasus

KASUS CAMPAK PADANG - Dokumentasi pribadi Kepala Puskesmas Nanggalo, dr. M Fardhan dan penampakan Puskesmas Nanggalo. Ia sebut sebanyak empat kasus campak terjadi di 2026, sedangkan tahun sebelumnya capai 81 kasus.
KASUS CAMPAK PADANG - Dokumentasi pribadi Kepala Puskesmas Nanggalo, dr. M Fardhan dan penampakan Puskesmas Nanggalo. Ia sebut sebanyak empat kasus campak terjadi di 2026, sedangkan tahun sebelumnya capai 81 kasus.. (TribunPadang.com/Dok. Pribadi)

Petugas medis di Puskesmas Nanggalo, Kota Padang menemukan empat kasus campak pada awal tahun 2026 ini.

Angka tersebut muncul berdasarkan catatan pelayanan kesehatan terhadap pasien yang datang memeriksakan diri sejak Januari hingga pertengahan Maret 2026.

Kepala Puskesmas (Kapus) Nanggalo, dr. M Fardhan mengatakan bahwa pihaknya mencatat empat kasus campak sejak Januari hingga pertengahan Maret 2026.

"Diagnosa kita, empat orang terjangkit virus campak, sejak Januari sampai sekarang," kata Kapus Nanggalo, Senin (16/3/2026).

Kemudian, dari empat orang tersebut, satu di antaranya bersedia diambil darah untuk dijadikan sampel.

Baca juga: BKKBN Sumbar Gandeng Penulis IPKB, Targetkan Distribusi Makanan Bergizi Gratis untuk Ibu dan Balita

Setelah didapatkan, sampel dikirim ke laboratorium. Akan tetapi, untuk hasilnya belum keluar dan pihaknya masih menunggu.

"Belum keluar hasilnya, kita masih menunggu," sebutnya.

Sementara itu, dr M Fardhan mengatakan bahwa sebanyak 81 orang terdampak virus campak di sepanjang tahun 2025 lalu.

Dari total tersebut, sembilan sampel dibawa ke laboratorium untuk pemeriksaan. Hasilnya ditemukan, tiga orang positif dan enam negatif.

Akan tetapi, untuk pasien yang positif dan lain sebagainya sudah dinyatakan sembuh dari virus campak tersebut.

"Mereka sudah sembuh, gejalanya juga ringan, namun virus campak cukup berbahaya lantaran bisa menyebar ke paru-paru dan otak. Akan tetapi, belum ada temuan kasus yang seberat tersebut di puskesmas kami," tegasnya.

Baca juga: Lembah Anai Kembali Buka 24 Jam Usai Uji Coba One Way, Hanya Roda 2 dan 4 Boleh Melintas

Antisipasi Puskesmas

Mengingat kasus campak ditetapkan sebagai Kasus Luar Biasa (KLB) oleh pemerintah, puskesmas di Kota Padang terus mendorong vaksinasi kepada warga.

Dengan vaksinasi campak, imun tubuh lebuh kuat menyerang virus. Namun fakta di lapangan kata dr. M Fardhan, masyarakat masih enggan melakukan vaksinasi campak.

Bahkan, permasalahan masyarakat yang tidak ingin melalukan vaksinasi campak sudah sampai ke tingkat nasional.

"Masyarakat banyak yang tidak mau, sudah sampai masalahnya ke tingkat nasional," terang dr. M Fardhan.

Selain itu, ia juga mengaku pihaknya telah memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai bahaya campak.

Baca juga: Jadwal Jalur Padang Panjang-Padang Sore Ini: Bisa Melintas Satu Arah Hingga Pukul 18.00 WIB

Tak hanya itu, penyuluhan ini juga sudah dikoordinasikan di tingkat lurah, rt dan rw, namun masyarakat masih banyak yang enggan untuk melakukan vaksin.

"Sudah kita lakukan penyuluhan, berkoordinasi juga dengan stage holder terkait, namun keinginan masyarakat masih minim," tambahnya.(*)

2. Penumpang di Terminal Anak Air Padang Mulai Naik Jelang Mudik Lebaran 2026, Capai 90 Orang per Hari

ARUS MUDIK LEBARAN - Suasana pintu masuk Terminal Tipe A Anak Air, Kota Padang, Senin (16/3/2026). Aktivitas penumpang di terminal tersebut mulai mengalami peningkatan menjelang arus mudik Lebaran 2026, meski sebagian armada bus antar kota antar provinsi masih belum banyak yang masuk ke area terminal.
ARUS MUDIK LEBARAN - Suasana pintu masuk Terminal Tipe A Anak Air, Kota Padang, Senin (16/3/2026). Aktivitas penumpang di terminal tersebut mulai mengalami peningkatan menjelang arus mudik Lebaran 2026, meski sebagian armada bus antar kota antar provinsi masih belum banyak yang masuk ke area terminal. (TribunPadang.com/Fajar Alfaridho Herman)

Pergerakan penumpang di Terminal Tipe A Anak Air, Kota Padang, mulai menunjukkan peningkatan menjelang arus mudik Lebaran 2026.

Kenaikan jumlah penumpang diperkirakan berkisar antara 40 hingga 60 persen dibandingkan hari biasa.

Petugas Terminal Anak Air, Kadek Sumertayasa, mengatakan lonjakan aktivitas tersebut sudah terlihat sejak beberapa pekan terakhir.

Menurutnya, sebagian masyarakat memilih melakukan perjalanan lebih awal untuk menghindari kepadatan pada hari-hari mendekati Idul Fitri.

“Libur panjang dan adanya kebijakan work from anywhere (WFA) di beberapa instansi membuat masyarakat bisa mudik lebih awal,” kata Kadek, Senin (16/3/2026).

Baca juga: Jadwal Jalur Padang Panjang-Padang Sore Ini: Bisa Melintas Satu Arah Hingga Pukul 18.00 WIB

Ia menjelaskan, aktivitas di terminal tersebut didominasi oleh penumpang bus antar kota antar provinsi (AKAP). Terminal Anak Air memang lebih difungsikan untuk melayani perjalanan jarak jauh ke berbagai daerah di luar Sumatera Barat.

Sejumlah kota di Pulau Jawa seperti Jakarta, Bandung, dan wilayah Jabodetabek menjadi asal sekaligus tujuan utama penumpang yang menggunakan layanan bus dari terminal tersebut.

Selain itu, terdapat pula penumpang dari Lampung dan Palembang, meskipun jumlahnya tidak terlalu banyak.

Berdasarkan data sementara, rata-rata jumlah penumpang yang datang maupun berangkat dari Terminal Anak Air berkisar antara 70 hingga 90 orang per hari.

Meski demikian, kondisi di area terminal masih terlihat relatif lengang. Pantauan TribunPadang.com sekitar pukul 15.00 WIB menunjukkan hanya beberapa armada Trans Padang yang terparkir, sementara aktivitas penumpang di area keberangkatan tidak terlalu ramai.

Petugas Terminal Anak Air, Kadek Sumertayasd.
MUDIK LEBARAN 2026 - Petugas Terminal Anak Air, Kadek Sumertayasa, Senin (16/3/2026). Dia mengatakan lonjakan aktivitas tersebut sudah terlihat sejak beberapa pekan terakhir.

Baca juga: Tutup Pesantren Ramadan 1447 H, Wako Yota Balad Ajak Peserta Terapkan Ilmu Agama dalam Kehidupan

Beberapa loket penjualan tiket di dalam terminal juga tampak sepi. Bahkan sejumlah ruang tenant di lantai dua terlihat kosong tanpa aktivitas.

"Kalau terminal ramainya biasanya pagi hari pas jam-jam keberangkatan, kalau siang hingga sore sepi," katanya.

Kadek mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi oleh minimnya bus AKAP maupun AKDP yang masuk langsung ke dalam terminal.

Sebagian armada lebih memilih menunggu penumpang di pool perusahaan atau lokasi lain di luar area terminal.

“Banyak bus yang tidak masuk ke dalam terminal, lebih memilih parkir di pool atau tempat lain. Soal alasan mereka tidak masuk, itu bukan kewenangan kami,” ujarnya.

Untuk memastikan keselamatan perjalanan selama musim mudik, petugas terminal tetap melakukan pemeriksaan kelaikan jalan terhadap setiap bus yang akan berangkat.

Baca juga: Pencarian Berakhir Duka, Anak yang Hanyut di Koto Balingka Pasbar Ditemukan Meninggal

“Kami melakukan pengecekan kendaraan sebelum diberangkatkan. Jika ada masalah teknis, langsung kami komunikasikan dengan pengemudi agar segera diperbaiki,” jelasnya.

Selain itu, Terminal Anak Air juga menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung bagi calon penumpang, seperti ruang tunggu ber-AC, ruang tunggu prioritas bagi penyandang disabilitas, musala, kamar kecil, loket tiket, hingga ruang informasi.

Selama periode mudik Lebaran, pengelola terminal juga mengoperasikan posko pengawasan angkutan Lebaran yang berfungsi memantau aktivitas kendaraan dan penumpang.

Posko tersebut terhubung dengan beberapa titik pemantauan kendaraan di Sumatera Barat, di antaranya UPPKB Beringin, Panti, Tanjung Balik, hingga wilayah Kabupaten Limapuluh Kota.

“Dari posko ini kita bisa memantau pergerakan kendaraan yang masuk ke Sumatera Barat sehingga kondisi arus mudik dapat diketahui secara berkala,” kata Kadek.

Baca juga: Pilih Ketua Baru Usai Pelantikan, Komisioner KPID Sumbar Segera Gelar Rapat Pleno Penentuan

Ia juga mengimbau calon penumpang agar membeli tiket melalui agen resmi atau situs resmi perusahaan otobus untuk menghindari praktik percaloan.

Selain itu, penumpang disarankan berangkat dari terminal resmi karena tersedia fasilitas serta pengawasan petugas selama proses keberangkatan.

“Pastikan beli tiket di agen resmi dan naik bus dari terminal supaya lebih aman,” katanya.

Kadek juga mengingatkan penumpang untuk selalu menjaga barang bawaan selama perjalanan, terutama barang berharga seperti dompet, telepon genggam, dan powerbank.

“Barang penting sebaiknya disimpan dekat penumpang, jangan dimasukkan ke bagasi bawah,” ujarnya.(*)

3. Pemudik Asal Riau Tinggalkan Padang dari Loket Bus NPM, Mahasiswa dan Pekerja Pulang Kampung

MUDIK LEBARAN 2026 - Puluhan pemudik tujuan Riau menunggu keberangkatan bus di loket Bus NPM perwakilan PT NPM di Jalan Juanda, Flamboyan Baru, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Senin (16/3/2026). Para pemudik yang terdiri dari pekerja dan mahasiswa tersebut mulai meninggalkan Kota Padang pada H-6 Lebaran untuk pulang kampung merayakan Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman.
MUDIK LEBARAN 2026 - Puluhan pemudik tujuan Riau menunggu keberangkatan bus di loket Bus NPM perwakilan PT NPM di Jalan Juanda, Flamboyan Baru, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Senin (16/3/2026). Para pemudik yang terdiri dari pekerja dan mahasiswa tersebut mulai meninggalkan Kota Padang pada H-6 Lebaran untuk pulang kampung merayakan Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman. (TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto)

Puluhan pemudik asal Riau dan sekitarnya mulai meninggalkan Kota Padang pada H-6 Lebaran melalui loket Bus NPM perwakilan PT NPM di Jalan Juanda, Flamboyan Baru, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Senin (16/3/2026) sore.

Para pemudik tersebut terdiri dari pekerja hingga mahasiswa yang selama ini bekerja dan menempuh pendidikan di Kota Padang, Sumatera Barat.

Pantauan TribunPadang.com di lokasi, para pemudik mulai berangkat menggunakan bus NPM sekitar pukul 15.56 WIB.

Sebelum berangkat, sebagian pemudik diantar oleh kerabat dan teman hingga menggunakan jasa ojek online menuju loket bus di Kecamatan Padang Barat tersebut.

Salah seorang penumpang, Putri, yang merupakan mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP), mengatakan dirinya pulang ke Kota Pekanbaru pada H-6 Lebaran menggunakan bus NPM.

Baca juga: H-5 Lebaran 9.426 Penumpang Padati Bandara Internasional Minangkabau, Maskapai Tambah Jadwal

Ia mengaku sengaja memilih berangkat pada sore hari setelah menyelesaikan urusan di kampus.

“Ini mau berangkat ke Kota Pekanbaru. Karena baru selesai urusan kampus, jadi langsung pulang kampung untuk Lebaran,” katanya kepada TribunPadang.com.

Putri mengaku memilih menggunakan bus karena merasa lebih nyaman untuk perjalanan pulang kampung.

“Alasan naik bus karena nyaman. Dari Pekanbaru biasanya juga naik bus, jadi sekarang balik ke rumah juga naik bus karena sudah terbiasa,” jelasnya.

Ia menambahkan, pulang kampung kali ini bersama seorang teman satu kampus yang juga berasal dari kota yang sama.

Saat mudik, Putri juga membawa oleh-oleh khas Padang untuk keluarganya di Pekanbaru.

Baca juga: 4 Pasien di Puskesmas Nanggalo Padang Terjangkit Virus Campak Awal 2026, Tahun Lalu Tembus 81 Kasus

“Iya, bawa oleh-oleh. Ada satu dus berisi makanan keripik untuk keluarga di kampung,” ungkapnya.

Sementara itu, Andika, seorang pekerja swasta di Kota Padang, mengaku baru bisa pulang kampung ke Dumai setelah mulai libur bekerja.

“Ini baru libur bekerja sejak kemarin. Karena itu baru bisa pulang kampung ke Dumai,” jelasnya.

Ia mengatakan, Lebaran tahun ini merupakan kali kedua dirinya mudik sejak bekerja di Padang.

“Ini mudik kedua kali, karena baru dua tahun juga tinggal di Padang. Masih bujang juga, jadi setiap Lebaran pulang kampung,” ujarnya sambil tersenyum.

Baca juga: Hujan Lebat Guyur Sejumlah Wilayah Sumbar Jelang Berbuka, BMKG Terbitkan Peringatan Dini Cuaca

Untuk mudik kali ini, Andika mengaku hanya membawa oleh-oleh sederhana untuk keluarganya di kampung.

“Oleh-oleh yang dibawa cuma baju baru untuk keluarga. Kebetulan lebih dekat beli baju di Padang daripada di Dumai,” tutupnya.(*)

4. Harga Emas di Padang Turun Tipis Hari Ini 16 Maret 2026, Satu Ameh Kini Rp 6,2 Juta

HARGA EMAS- Berbagai koleksi perhiasan emas mulai dari cincin, kalung, hingga gelang terpajang di etalase salah satu toko emas di Pasar Raya Padang, Sumatera Barat, Rabu (11/3/2026).
HARGA EMAS- Berbagai koleksi perhiasan emas mulai dari cincin, kalung, hingga gelang terpajang di etalase salah satu toko emas di Pasar Raya Padang, Sumatera Barat, Rabu (11/3/2026).  Harga emas pada hari ini, Senin (16/3/2026), berada di angka Rp 2500.000 per gram untuk jenis tertentu. (TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia)

Memasuki pertengahan Maret 2026, pergerakan harga emas di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat, terpantau mengalami penurunan tipis.

Kondisi ini menjadi perhatian warga Kota Padang, terutama bagi mereka yang merencanakan membeli perhiasan untuk menyambut hari raya Idul Fitri.

Di kawasan Pasar Raya Padang, aktivitas jual beli di toko-toko emas masih terlihat stabil meski harga fluktuatif.

Alifa, salah satu karyawan di Toko Emas Murni Pasar Raya Padang, mengungkapkan kondisi terkini harga logam mulia di tokonya.

Menurut keterangannya, harga emas pada hari ini, Senin (16/3/2026), berada di angka Rp 2500.000 per gram untuk jenis tertentu.

Baca juga: Pilih Ketua Baru Usai Pelantikan, Komisioner KPID Sumbar Segera Gelar Rapat Pleno Penentuan

"Untuk harga hari ini sekitar Rp 250.000 per gramnya," ujar Alifa saat dihubungi.

Ia juga menambahkan rincian harga untuk satuan ameh, yang merupakan satuan berat emas lokal yang umum digunakan masyarakat Minangkabau.

"Satu ameh sekarang di angka Rp 6.250.000," jelasnya lebih lanjut.

Alifa mencatat bahwa harga tersebut cenderung mengalami penurunan tipis dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Meski ada penurunan harga, Alifa menyebutkan bahwa minat masyarakat untuk membeli perhiasan masih tergolong normal.

Baca juga: Pertamina Tambah Pasokan LPG di Sumbar 19,5 Persen, Stok Elpiji Aman Selama Ramadan dan Idulfitri

"Daya beli menjelang lebaran untuk perhiasan saat ini masih stabil, belum ada lonjakan yang signifikan tapi tetap ramai," tambahnya.

Sementara itu, beralih ke harga emas batangan secara nasional, PT Pegadaian (Persero) juga merilis daftar harga terbaru untuk hari Senin, 16 Maret 2026.

Berdasarkan data yang dihimpun, harga emas Antam di Pegadaian terpantau mengalami penurunan tipis sebesar Rp 5.000 hingga Rp 6.000 per gram.

Saat ini, emas batangan Antam ukuran 1 gram dibanderol seharga Rp 2.992.000, turun dari harga sebelumnya yang sempat menyentuh angka lebih tinggi.

Untuk produk lainnya seperti emas UBS, harga terpantau lebih stabil dan bertahan di level Rp 3.026.000 per gram.

Baca juga: Salat Idulfitri 1447 H Pemko Padang Dipusatkan di Masjid Agung Nurul Iman

Sedangkan emas produksi Galeri 24 yang tersedia di Pegadaian dipatok pada harga Rp 3.012.000 untuk ukuran 1 gram.

Penurunan harga ini dianggap sebagai momentum bagi sebagian investor untuk menambah koleksi logam mulia mereka.

Bagi warga Kota Padang yang ingin membeli emas, perbandingan antara harga perhiasan di pasar lokal dan emas batangan di Pegadaian bisa menjadi referensi.

Masyarakat biasanya lebih memilih perhiasan untuk digunakan saat lebaran, sementara emas batangan lebih diminati sebagai instrumen investasi jangka panjang.(*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved