Berita Populer Padang

3 Berita Populer Padang: IRT Dibakar Anak Angkat, Kasus Campak Naik dan Terminal Anak Air Sepi

“Orang-orang langsung terkejut. Saya juga terkejut karena api cepat membesar di dalam rumah. Banyak orang berteriak dan berlari menjauh,” katanya.

Tayang:
Editor: Rezi Azwar
TribunPadang.com/Fajar Alfaridho Herman
KASUS PENGANIAYAAN- Lokasi penganiayaan yang terjadi di Jalan Prof. Dr. Hamka, Kelurahan Air Tawar Barat, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Jumat (13/3/2026). Korban awalnya dibawa ke Rumah Sakit Siti Rahmah Padang. Namun karena kondisi luka bakar yang cukup parah, korban kemudian dirujuk ke RSUP Dr M Djamil Padang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. 

Sejumlah calon penumpang terlihat menunggu keberangkatan bus, sementara beberapa sopir dan karyawan loket masih beraktivitas.

Namun, di bagian rumah yang menjadi lokasi pembakaran terlihat bekas kebakaran dengan tembok yang menghitam.

Area yang terbakar tidak terlalu luas, namun beberapa perabotan seperti meja dan karpet yang sempat terpapar api masih berada di tempat kejadian perkara.

Baca juga: Detik-detik Kebakaran di Andalas Padang, Sherly Dengar Bunyi Letusan dan Api Bakar Meteran Listrik

Salah seorang saksi berinisial R (20) yang juga merupakan cucu angkat korban menceritakan detik-detik kejadian tersebut.

Ia mengatakan, saat kejadian sekitar pukul 15.00 WIB, dirinya sedang berada di depan rumah untuk melayani calon penumpang bus.

“Waktu kejadian pembakaran kemarin sekitar pukul 15.00 WIB saya sedang berada di depan rumah menjadi agen bus. Saat itu kondisinya sedang ramai orang yang akan naik bus,” katanya.

Menurutnya, korban saat itu berada di ruang tamu sendirian sambil menonton televisi. Namun, tak lama kemudian pelaku datang dan langsung melakukan aksinya.

Baca juga: Waspada Kebakaran Saat Libur Lebaran, Catat Daftar Kontak Damkar dan Tips Aman Tinggalkan Rumah

“Saat itu korban sedang di ruang tamu menonton TV sendirian. Tiba-tiba tanpa berkata apa-apa pelaku langsung menyiram nenek menggunakan bensin, lalu menyulut api hingga nenek terbakar,” ujarnya.

Menurut R, bensin tersebut dibeli oleh dirinya karena beberapa hari sebelumnya minta tolong dibelikan bensin ketengan, namun R tidak mengetahui peruntukan bensin itu, ia mengira bahwa bensin akan digunakan untuk mengisi minyak sepeda motor.

Api yang menyambar tubuh korban dengan cepat membesar sehingga membuat orang-orang di sekitar lokasi panik.

“Orang-orang langsung terkejut. Saya juga terkejut karena api cepat membesar di dalam rumah. Banyak orang berteriak dan berlari menjauh,” katanya.

Baca juga: Waspada Rumah Kosong Saat Mudik Lebaran 2026, Polresta Padang Bagikan 6 Tips Aman

Setelah melakukan aksinya, pelaku langsung keluar dari rumah. R kemudian berusaha menolong korban dengan terlebih dahulu mematikan aliran listrik di rumah tersebut.

“Hal pertama yang saya lakukan mematikan aliran listrik karena takut kenapa-kenapa. Saat itu korban sudah berguling-guling berusaha memadamkan api di tubuhnya,” ujarnya.

Tidak lama kemudian, suami korban datang dan membantu memadamkan api dengan membawa korban ke kamar mandi.

“Mereka langsung menuju kamar mandi untuk memadamkan api. Saya juga mengambil air dari kamar mandi samping yang biasa digunakan penumpang untuk menyiram api,” katanya.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved