Berita Populer Padang
3 Berita Populer Padang: IRT Dibakar Anak Angkat, Kasus Campak Naik dan Terminal Anak Air Sepi
“Orang-orang langsung terkejut. Saya juga terkejut karena api cepat membesar di dalam rumah. Banyak orang berteriak dan berlari menjauh,” katanya.
Setelah api berhasil dipadamkan, korban kemudian dibawa oleh suaminya ke RS Siti Rahmah Padang untuk mendapatkan perawatan medis.
"Namun karena kondisi luka bakar yang cukup parah, korban kemudian dirujuk ke RSUP Dr. M. Djamil Padang," katanya.
Korban dilaporkan mengalami luka bakar derajat 2A dengan luas sekitar 90 persen di sekujur tubuhnya.
Sementara itu, setelah kejadian, terduga pelaku langsung menyerahkan diri ke Polsek Padang Utara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Baca juga: Wako Padang Larang ASN Gunakan Kendaraan Dinas untuk Kepentingan Pribadi Saat Momen Lebaran
Beberapa saksi juga telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian terkait peristiwa tersebut.
Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk mengamankan pelaku, mendata saksi-saksi, serta menyita barang bukti yang berkaitan dengan kejadian tersebut.
2. Kasus Campak di Padang Meningkat, Puskesmas Andalas Catat 13 Warga Positif Terinfeksi
Petugas mencatat temuan kasus campak di Padang, Sumatera Barat (Sumbar) mengalami tren peningkatan signifikan di wilayah kerja Puskesmas Andalas, Kelurahan Andalas, Kecamatan Padang Timur.
Berdasarkan hasil pemeriksaan klinis, total terdapat 13 warga yang terkonfirmasi positif terinfeksi virus tersebut sejak tahun lalu hingga awal tahun ini.
Kepala Puskesmas Andalas, dr. Weni Fitria Nazulis, mengonfirmasi peningkatan kasus campak di Padang ini saat ditemui TribunPadang.com di kantornya, Jumat (13/3/2026).
Sebanyak 105 orang diduga terinfeksi virus campak sepanjang tahun 2025 dan 32 kasus di 2026 setelah dilakukan pemeriksanaan secara klinis di Puskesmas Andalas.
Kata dr. Weni, pihaknya merekap data sejak Januari hingga bulan Desember 2025, diduga 105 orang terjangkit setelah pemeriksaan klinis, namun belum dipastikan semuanya terkena campak.
Baca juga: BMKG Prediksi Cuaca Mentawai Jumat 13 Maret 2026: Pagi Cerah Berawan, Waspada Hujan Malam Hari
"Rekapan data kita, terdapat 105 orang terduga terkena campak di sepanjang tahun 2025," ungkapnya memberikan keterangan.
Dari total tersebut, hanya sebanyak 26 yang dikirimkan sampelnya ke labolatorium, karena tidak bisa semuanya diperiksa.
Setelah hasil penelitian di labolatorium keluar, satu orang dinyatakan positif mengidap rubella.
Rubella (campak jerman) merupakan infeksi virus menular yang umumnya menyerang anak-anak dan remaja, ditandai dengan demam ringan dan ruam merah pada kulit.
Baca juga: Menteri Kebudayaan Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana di Ulakan Padang Pariaman
"Setelah pemeriksaan, 11 orang positif campak. Sedangkan yang lainnya negatif rubella maupun campak," sebutnya.
Pasca itu, Puskesmas Andalas melakukan Outbreak Response Immunization (ORI) campak di kelurahan-kelurahan yang warganya dinyatakan positif campak.
ORI merupakan program imunisasi massal yang dilakukan sebagai respons cepat terhadap Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit campak di wilayah tertentu.
"Itu sudah kita lakukan tahun 2025 lalu," jelasnya.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Padang Hari Ini 13 Maret 2026: Cerah Berawan Sepanjang Hari
Sementara itu ujar dr Weni, kasus campak semakin meningkat jumlahnya tahun 2026. Dalam rentan waktu dua bulan, yakni Januari dan Februari sudah ada sebanyak 32 orang terduga terjangkit virus campak.
Pemeriksaan sampel kembali dilakukan pada bulan Januari 2026 sebanyak empat orang. Dua orang dinyatakan positif dan dua lainnya negatif campak setelah pemeriksaan.
Sedangkan pada bulan Februari 2026 terdapat enam kasus. Pemeriksaan sampel tengah dilakukan dan pihaknya masih menunggu hasilnya.
"Jadi, tahun 2026 ini, sudah ada dua orang positif campak, ini baru di wilayah kerja Puskesmas Andalas, masih ada 23 puskesmas lagi," pungkasnya.
3. Ombudsman Soroti Terminal Anak Air Padang Sepi PO AKAP Jelang Mudik, Minta Pemda Susun Strategi
Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Sumatera Barat menyoroti Terminal Anak Air sebagai satu-satunya fasilitas pemberhentian bus tipe A di Kota Padang yang belum maksimal fungsinya menjelang mudik Lebaran 2026.
Kepala Perwakilan Ombudsman Sumbar, Adel Wahidi, melakukan pengawasan langsung ke lokasi guna memastikan kesiapan sarana dan prasarana transportasi menghadapi lonjakan penumpang Idul Fitri 1447 H.
Pihak Ombudsman menemukan fakta bahwa Terminal Anak Air saat ini belum menjadi titik kumpul utama bagi seluruh Perusahaan Otobus (PO) Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP).
Berdasarkan data di lapangan, dari sembilan PO AKAP yang beroperasi di wilayah tersebut, baru empat perusahaan yang aktif bergabung dan menaikkan serta menurunkan penumpang di dalam terminal milik pemerintah ini.
Adel Wahidi saat melakukan peninjauan Kamis (12/3/2026) menegaskan bahwa Terminal Anak Air membutuhkan intervensi dari pemerintah daerah agar seluruh aktivitas angkutan umum terpusat di satu titik.
Baca juga: Kejari Sijunjung Gelar Pasar Murah Ramadhan, Harga Sembako di Bawah Pasar Jelang Lebaran 2026
Menurutnya, keberadaan terminal ini seharusnya memberikan jaminan keamanan lebih bagi masyarakat melalui ketersediaan fasilitas yang memadai dan pengawasan teknis kendaraan secara berkala.
"Sebagai satu-satunya Terminal di Kota Padang, Terminal Anak Air seharusnya ramai oleh PO AKAP maupun Penumpang. Harus ada strategi dan intervensi pemerintah daerah untuk mendukung hal tersebut," ujar Adel Wahidi lewat keterangan resmi, Jumat (13/3/2026).
Selain di PO AKAP masing-masing, Terminal Anak Aia lebih memberikan fasilitas yang memadai dan aktif melakukan Ramp check terhadap kendaraan yang dapat memastikan keamanan kendaraan.
Kondisi terminal saat ini menunjukkan kontras antara kelengkapan fasilitas dengan jumlah armada yang masuk.
Tim Ombudsman melihat ketersediaan ruang tunggu, informasi jadwal, hingga kebersihan fasilitas umum sudah berada dalam kategori lengkap. Namun, tanpa adanya ketegasan aturan agar semua PO AKAP masuk ke terminal, fasilitas tersebut tidak akan berfungsi secara optimal bagi masyarakat luas.
Baca juga: Prakiraan Cuaca 7 Kota Sumbar Hari Ini, Padang dan Bukittinggi Bakal Diguyur Hujan Ringan
Pemerintah daerah perlu merancang skema menarik minat pengusaha bus agar tidak lagi mengoperasikan terminal bayangan atau kantor perwakilan masing-masing sebagai titik keberangkatan utama.
Selain soal keramaian terminal, Ombudsman juga menekankan pentingnya aspek keselamatan teknis melalui prosedur pemeriksaan kendaraan.
Saat ini, terminal memiliki petugas khusus yang menjalankan fungsi pengawasan kelayakan jalan setiap armada bus yang akan berangkat membawa pemudik.
"Terminal Tipe A Anak Air memiliki 2 petugas Ramp Check untuk memastikan moda transportasi mudik aman digunakan," tambah Adel.
Pihak pengelola terminal juga telah menyiapkan posko mudik yang mulai beroperasi pada 13 Maret 2026. Sebanyak 27 personel dikerahkan untuk menjaga kelancaran arus penumpang, dengan pembagian 13 personel per shift.
Baca juga: 3 BERITA POPULER PADANG: Anak Bakar Ibu, Larangan Bawa Kandaraan Dinas dan 4 Bulan Kekeringan
Aspek pelayanan bagi kelompok rentan juga menjadi catatan penting bagi Ombudsman.
Selain meninjau terminal bus, tim juga melakukan koordinasi dengan pihak Angkasa Pura Indonesia di Bandara Internasional Minangkabau (BIM).
Fokus utamanya tetap sama, yaitu memastikan nihilnya praktik maladministrasi dalam pelayanan transportasi publik. Ombudsman ingin memastikan warga mendapatkan haknya sesuai standar pelayanan yang berlaku.
Adel Wahidi mengimbau masyarakat untuk berperan aktif mengawasi jalannya pelayanan publik selama periode mudik ini. Jika warga menemukan adanya pungutan liar, ketidaksiapan petugas, atau fasilitas yang tidak layak, mereka diminta segera melaporkannya ke kanal pengaduan resmi.
"Ombudsman juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu menyampaikan laporan apabila menemukan dugaan maladministrasi dalam pelayanan publik selama periode mudik melalui kanal pengaduan Perwakilan Ombudsman RI Prov. Sumatera Barat pada nomor wa: 0811 955 3737," tegasnya.(*)
BERITA POPULER PADANG
populer Padang
Populer Padang hari ini
ombudsman Sumbar
Kasus Campak di Padang
kasus campak
Campak
imunisasi campak
Penyakit Campak
Terminal Anak Air Padang
Terminal Anak Air
Lebaran 2026
| 3 BERITA POPULER PADANG: Kabau Sirah Resmi Degradasi, Mobil Masuk Parit, Pemko Soal Wisata |
|
|---|
| 3 Berita Populer Padang: Kesiapan Tour de Singkarak 2027, Pemilik Sabu 47 Kg Lolos dari Hukuman Mati |
|
|---|
| 3 Berita Populer Padang: Warga Gunung Sarik Tewas Ditikam Kerabat Sendiri & 23 Motor Hangus Terbakar |
|
|---|
| 3 Berita Populer Padang: Orang Tua Alceo Kirim Surat ke Presiden hingga Penangkapan Pelaku Curanmor |
|
|---|
| 4 Berita Populer Padang: Demo Kematian Karim, Cekcok Pengunjung dengan Juru Parkir hingga Harga Emas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/panganiayaan-di-air-tawar-barat-oke-1332026.jpg)