Berita Populer Padang
3 Berita Populer Padang: IRT Dibakar Anak Angkat, Kasus Campak Naik dan Terminal Anak Air Sepi
“Orang-orang langsung terkejut. Saya juga terkejut karena api cepat membesar di dalam rumah. Banyak orang berteriak dan berlari menjauh,” katanya.
Ringkasan Berita:
- Update seorang IRT berinisial AY jadi korban penganiayaan oleh anak tirinya di Padang Utara.
- Puskesmas Andalas Padang mencatat 105 warga diduga terinfeksi campak sepanjang 2025.
- Ombudsman Sumbar melakukan pengawasan persiapan mudik Lebaran 2026 di Terminal Anak Air Padang dan Bandara Internasional Minangkabau.
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Berikut tiga berita Populer Padang yang telah tayang selama 24 jam terakhir di Tribun Padang.
Ada berita terkait kronologi seorang perempuan berinisial AY (50) disiram bahan bakar pertalite oleh anak angkatnya di Air Tawar Barat, Padang.
Korban yang saat itu sedang menonton TV sendirian di ruang tamu, akibatnya korban mengalami luka bakar sekitar 70 hingga 90 persen.
Kemudian Puskesmas Andalas Padang mencatat 105 warga diduga terinfeksi campak sepanjang 2025.
Puskesmas Andalas Padang mencatat 105 warga diduga terinfeksi campak sepanjang 2025. Puskesmas langsung melakukan imunisasi massal ORI di wilayah kasus.
Baca juga: 4 Berita Populer Sumbar: Kisruh Pelantikan KPID, Progres Flyover Sitinjau dan Kebakaran Jelang Sahur
Selanjutnya, Ombudsman Sumbar melakukan pengawasan persiapan mudik Lebaran 2026 di Terminal Anak Air Padang dan Bandara Internasional Minangkabau.
Hasil pengawasan menunjukkan fasilitas terminal lengkap, namun jumlah PO AKAP yang bergabung masih terbatas.
Dari 9 PO AKAP yang beroperasi, hanya 4 yang masuk dan beraktivitas di Terminal Anak Air.
Baca berita selengkapnya:
1. Detik-detik IRT di Padang Dibakar Anak Angkat, Saksi: Korban Disiram Pertalite Saat Sedang Nonton TV
Nasib malang dialami seorang perempuan paruh baya berusia 50 tahun yang menjadi korban penganiayaan berat setelah disiram bahan bakar jenis pertalite lalu dibakar oleh seorang pria di Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (12/3/2026).
Korban diketahui berinisial AY, seorang ibu rumah tangga asal Muaro Labuah, Kabupaten Solok Selatan. Sementara terduga pelaku berinisial IK (36) yang diketahui bekerja sebagai agen dan tinggal di lokasi yang sama dengan tempat kejadian perkara.
Pelaku diketahui merupakan anak angkat korban. Ia diduga nekat melakukan aksi tersebut karena sakit hati terhadap perkataan korban.
Peristiwa itu terjadi di sebuah rumah yang juga dijadikan loket bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) PT Lubuk Basung Ekspres di Jalan Prof. Dr. Hamka, Kelurahan Air Tawar Barat, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang.
Baca juga: Diduga Sakit Hati Dengar Ucapan Korban, Pria di Padang Bakar Ibu Angkat Pakai Pertalite
Pantauan TribunPadang.com di lokasi kejadian, aktivitas di loket bus masih berjalan seperti biasa.
Sejumlah calon penumpang terlihat menunggu keberangkatan bus, sementara beberapa sopir dan karyawan loket masih beraktivitas.
Namun, di bagian rumah yang menjadi lokasi pembakaran terlihat bekas kebakaran dengan tembok yang menghitam.
Area yang terbakar tidak terlalu luas, namun beberapa perabotan seperti meja dan karpet yang sempat terpapar api masih berada di tempat kejadian perkara.
Baca juga: Detik-detik Kebakaran di Andalas Padang, Sherly Dengar Bunyi Letusan dan Api Bakar Meteran Listrik
Salah seorang saksi berinisial R (20) yang juga merupakan cucu angkat korban menceritakan detik-detik kejadian tersebut.
Ia mengatakan, saat kejadian sekitar pukul 15.00 WIB, dirinya sedang berada di depan rumah untuk melayani calon penumpang bus.
“Waktu kejadian pembakaran kemarin sekitar pukul 15.00 WIB saya sedang berada di depan rumah menjadi agen bus. Saat itu kondisinya sedang ramai orang yang akan naik bus,” katanya.
Menurutnya, korban saat itu berada di ruang tamu sendirian sambil menonton televisi. Namun, tak lama kemudian pelaku datang dan langsung melakukan aksinya.
Baca juga: Waspada Kebakaran Saat Libur Lebaran, Catat Daftar Kontak Damkar dan Tips Aman Tinggalkan Rumah
“Saat itu korban sedang di ruang tamu menonton TV sendirian. Tiba-tiba tanpa berkata apa-apa pelaku langsung menyiram nenek menggunakan bensin, lalu menyulut api hingga nenek terbakar,” ujarnya.
Menurut R, bensin tersebut dibeli oleh dirinya karena beberapa hari sebelumnya minta tolong dibelikan bensin ketengan, namun R tidak mengetahui peruntukan bensin itu, ia mengira bahwa bensin akan digunakan untuk mengisi minyak sepeda motor.
Api yang menyambar tubuh korban dengan cepat membesar sehingga membuat orang-orang di sekitar lokasi panik.
“Orang-orang langsung terkejut. Saya juga terkejut karena api cepat membesar di dalam rumah. Banyak orang berteriak dan berlari menjauh,” katanya.
Baca juga: Waspada Rumah Kosong Saat Mudik Lebaran 2026, Polresta Padang Bagikan 6 Tips Aman
Setelah melakukan aksinya, pelaku langsung keluar dari rumah. R kemudian berusaha menolong korban dengan terlebih dahulu mematikan aliran listrik di rumah tersebut.
“Hal pertama yang saya lakukan mematikan aliran listrik karena takut kenapa-kenapa. Saat itu korban sudah berguling-guling berusaha memadamkan api di tubuhnya,” ujarnya.
Tidak lama kemudian, suami korban datang dan membantu memadamkan api dengan membawa korban ke kamar mandi.
“Mereka langsung menuju kamar mandi untuk memadamkan api. Saya juga mengambil air dari kamar mandi samping yang biasa digunakan penumpang untuk menyiram api,” katanya.
Setelah api berhasil dipadamkan, R masuk ke dalam rumah untuk melihat kondisi korban yang sudah mengalami luka bakar cukup parah.
Baca juga: Gubernur Mahyeldi Meradang, Tegaskan Surat Pelantikan Komisioner KPID Sumbar Tanpa Seizinnya
Melihat kondisi tersebut, ia kemudian meminta bantuan sopir taksi online yang baru saja mengantar penumpang ke loket bus untuk membawa korban ke rumah sakit.
“Saya minta tolong ke sopir taksi online yang baru saja mengantar orang ke loket apakah bisa membantu mengantar korban ke rumah sakit, dan sopir itu bersedia,” ujarnya.
Korban awalnya dibawa ke Rumah Sakit Siti Rahmah Padang. Namun karena kondisi luka bakar yang cukup parah, korban kemudian dirujuk ke RSUP Dr M Djamil Padang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Kalau dilihat kondisinya sepertinya korban mengalami luka bakar sekitar 70 hingga 90 persen. Tadi saya juga sudah menengok ke rumah sakit, korban baru akan menjalani operasi,” katanya.
Tak lama setelah kejadian, petugas Pemadam Kebakaran dan kepolisian datang ke lokasi untuk melakukan penanganan serta pengecekan di rumah yang sempat terbakar.
Diduga Sakit Hati Akibat Ucapan Korban
Seorang perempuan paruh baya berusia 50 tahun menjadi korban penganiayaan berat setelah disiram bahan bakar jenis pertalite lalu dibakar oleh seorang pria di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (12/3/2026).
Kapolsek Padang Utara, AKP Yuliadi mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.50 WIB di kawasan Jalan Prof. Dr. Hamka, Kelurahan Air Tawar Barat, Kecamatan Padang Utara, tepatnya di kantor PT Lubuk Basung Ekspres.
"Korban diketahui berinisial AY (50), seorang ibu rumah tangga asal Muaro Labuah, Kabupaten Solok Selatan," kata Yuliadi.
"Sementara itu, terduga pelaku adalah IK (36) yang diketahui bekerja sebagai agen dan berdomisili di lokasi yang sama dengan tempat kejadian perkara," tambahnya.
Menurut Yuliadi kejadian bermula saat terduga pelaku diduga sakit hati terhadap ucapan korban yang merupakan ibu angkatnya.
Pelaku kemudian mengambil botol air mineral yang berisi bahan bakar pertalite, lalu menyiramkannya ke tubuh korban.
"Setelah itu, pelaku menyulut api sehingga menyebabkan tubuh korban terbakar," ujarnya.
Melihat kejadian tersebut, sejumlah saksi yang berada di lokasi langsung berupaya memadamkan api yang membakar tubuh korban.
Setelah api berhasil dipadamkan, korban kemudian dibawa oleh suaminya ke RS Siti Rahmah Padang untuk mendapatkan perawatan medis.
"Namun karena kondisi luka bakar yang cukup parah, korban kemudian dirujuk ke RSUP Dr. M. Djamil Padang," katanya.
Korban dilaporkan mengalami luka bakar derajat 2A dengan luas sekitar 90 persen di sekujur tubuhnya.
Sementara itu, setelah kejadian, terduga pelaku langsung menyerahkan diri ke Polsek Padang Utara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Baca juga: Wako Padang Larang ASN Gunakan Kendaraan Dinas untuk Kepentingan Pribadi Saat Momen Lebaran
Beberapa saksi juga telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian terkait peristiwa tersebut.
Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk mengamankan pelaku, mendata saksi-saksi, serta menyita barang bukti yang berkaitan dengan kejadian tersebut.
2. Kasus Campak di Padang Meningkat, Puskesmas Andalas Catat 13 Warga Positif Terinfeksi
Petugas mencatat temuan kasus campak di Padang, Sumatera Barat (Sumbar) mengalami tren peningkatan signifikan di wilayah kerja Puskesmas Andalas, Kelurahan Andalas, Kecamatan Padang Timur.
Berdasarkan hasil pemeriksaan klinis, total terdapat 13 warga yang terkonfirmasi positif terinfeksi virus tersebut sejak tahun lalu hingga awal tahun ini.
Kepala Puskesmas Andalas, dr. Weni Fitria Nazulis, mengonfirmasi peningkatan kasus campak di Padang ini saat ditemui TribunPadang.com di kantornya, Jumat (13/3/2026).
Sebanyak 105 orang diduga terinfeksi virus campak sepanjang tahun 2025 dan 32 kasus di 2026 setelah dilakukan pemeriksanaan secara klinis di Puskesmas Andalas.
Kata dr. Weni, pihaknya merekap data sejak Januari hingga bulan Desember 2025, diduga 105 orang terjangkit setelah pemeriksaan klinis, namun belum dipastikan semuanya terkena campak.
Baca juga: BMKG Prediksi Cuaca Mentawai Jumat 13 Maret 2026: Pagi Cerah Berawan, Waspada Hujan Malam Hari
"Rekapan data kita, terdapat 105 orang terduga terkena campak di sepanjang tahun 2025," ungkapnya memberikan keterangan.
Dari total tersebut, hanya sebanyak 26 yang dikirimkan sampelnya ke labolatorium, karena tidak bisa semuanya diperiksa.
Setelah hasil penelitian di labolatorium keluar, satu orang dinyatakan positif mengidap rubella.
Rubella (campak jerman) merupakan infeksi virus menular yang umumnya menyerang anak-anak dan remaja, ditandai dengan demam ringan dan ruam merah pada kulit.
Baca juga: Menteri Kebudayaan Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana di Ulakan Padang Pariaman
"Setelah pemeriksaan, 11 orang positif campak. Sedangkan yang lainnya negatif rubella maupun campak," sebutnya.
Pasca itu, Puskesmas Andalas melakukan Outbreak Response Immunization (ORI) campak di kelurahan-kelurahan yang warganya dinyatakan positif campak.
ORI merupakan program imunisasi massal yang dilakukan sebagai respons cepat terhadap Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit campak di wilayah tertentu.
"Itu sudah kita lakukan tahun 2025 lalu," jelasnya.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Padang Hari Ini 13 Maret 2026: Cerah Berawan Sepanjang Hari
Sementara itu ujar dr Weni, kasus campak semakin meningkat jumlahnya tahun 2026. Dalam rentan waktu dua bulan, yakni Januari dan Februari sudah ada sebanyak 32 orang terduga terjangkit virus campak.
Pemeriksaan sampel kembali dilakukan pada bulan Januari 2026 sebanyak empat orang. Dua orang dinyatakan positif dan dua lainnya negatif campak setelah pemeriksaan.
Sedangkan pada bulan Februari 2026 terdapat enam kasus. Pemeriksaan sampel tengah dilakukan dan pihaknya masih menunggu hasilnya.
"Jadi, tahun 2026 ini, sudah ada dua orang positif campak, ini baru di wilayah kerja Puskesmas Andalas, masih ada 23 puskesmas lagi," pungkasnya.
3. Ombudsman Soroti Terminal Anak Air Padang Sepi PO AKAP Jelang Mudik, Minta Pemda Susun Strategi
Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Sumatera Barat menyoroti Terminal Anak Air sebagai satu-satunya fasilitas pemberhentian bus tipe A di Kota Padang yang belum maksimal fungsinya menjelang mudik Lebaran 2026.
Kepala Perwakilan Ombudsman Sumbar, Adel Wahidi, melakukan pengawasan langsung ke lokasi guna memastikan kesiapan sarana dan prasarana transportasi menghadapi lonjakan penumpang Idul Fitri 1447 H.
Pihak Ombudsman menemukan fakta bahwa Terminal Anak Air saat ini belum menjadi titik kumpul utama bagi seluruh Perusahaan Otobus (PO) Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP).
Berdasarkan data di lapangan, dari sembilan PO AKAP yang beroperasi di wilayah tersebut, baru empat perusahaan yang aktif bergabung dan menaikkan serta menurunkan penumpang di dalam terminal milik pemerintah ini.
Adel Wahidi saat melakukan peninjauan Kamis (12/3/2026) menegaskan bahwa Terminal Anak Air membutuhkan intervensi dari pemerintah daerah agar seluruh aktivitas angkutan umum terpusat di satu titik.
Baca juga: Kejari Sijunjung Gelar Pasar Murah Ramadhan, Harga Sembako di Bawah Pasar Jelang Lebaran 2026
Menurutnya, keberadaan terminal ini seharusnya memberikan jaminan keamanan lebih bagi masyarakat melalui ketersediaan fasilitas yang memadai dan pengawasan teknis kendaraan secara berkala.
"Sebagai satu-satunya Terminal di Kota Padang, Terminal Anak Air seharusnya ramai oleh PO AKAP maupun Penumpang. Harus ada strategi dan intervensi pemerintah daerah untuk mendukung hal tersebut," ujar Adel Wahidi lewat keterangan resmi, Jumat (13/3/2026).
Selain di PO AKAP masing-masing, Terminal Anak Aia lebih memberikan fasilitas yang memadai dan aktif melakukan Ramp check terhadap kendaraan yang dapat memastikan keamanan kendaraan.
Kondisi terminal saat ini menunjukkan kontras antara kelengkapan fasilitas dengan jumlah armada yang masuk.
Tim Ombudsman melihat ketersediaan ruang tunggu, informasi jadwal, hingga kebersihan fasilitas umum sudah berada dalam kategori lengkap. Namun, tanpa adanya ketegasan aturan agar semua PO AKAP masuk ke terminal, fasilitas tersebut tidak akan berfungsi secara optimal bagi masyarakat luas.
Baca juga: Prakiraan Cuaca 7 Kota Sumbar Hari Ini, Padang dan Bukittinggi Bakal Diguyur Hujan Ringan
Pemerintah daerah perlu merancang skema menarik minat pengusaha bus agar tidak lagi mengoperasikan terminal bayangan atau kantor perwakilan masing-masing sebagai titik keberangkatan utama.
Selain soal keramaian terminal, Ombudsman juga menekankan pentingnya aspek keselamatan teknis melalui prosedur pemeriksaan kendaraan.
Saat ini, terminal memiliki petugas khusus yang menjalankan fungsi pengawasan kelayakan jalan setiap armada bus yang akan berangkat membawa pemudik.
"Terminal Tipe A Anak Air memiliki 2 petugas Ramp Check untuk memastikan moda transportasi mudik aman digunakan," tambah Adel.
Pihak pengelola terminal juga telah menyiapkan posko mudik yang mulai beroperasi pada 13 Maret 2026. Sebanyak 27 personel dikerahkan untuk menjaga kelancaran arus penumpang, dengan pembagian 13 personel per shift.
Baca juga: 3 BERITA POPULER PADANG: Anak Bakar Ibu, Larangan Bawa Kandaraan Dinas dan 4 Bulan Kekeringan
Aspek pelayanan bagi kelompok rentan juga menjadi catatan penting bagi Ombudsman.
Selain meninjau terminal bus, tim juga melakukan koordinasi dengan pihak Angkasa Pura Indonesia di Bandara Internasional Minangkabau (BIM).
Fokus utamanya tetap sama, yaitu memastikan nihilnya praktik maladministrasi dalam pelayanan transportasi publik. Ombudsman ingin memastikan warga mendapatkan haknya sesuai standar pelayanan yang berlaku.
Adel Wahidi mengimbau masyarakat untuk berperan aktif mengawasi jalannya pelayanan publik selama periode mudik ini. Jika warga menemukan adanya pungutan liar, ketidaksiapan petugas, atau fasilitas yang tidak layak, mereka diminta segera melaporkannya ke kanal pengaduan resmi.
"Ombudsman juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu menyampaikan laporan apabila menemukan dugaan maladministrasi dalam pelayanan publik selama periode mudik melalui kanal pengaduan Perwakilan Ombudsman RI Prov. Sumatera Barat pada nomor wa: 0811 955 3737," tegasnya.(*)
BERITA POPULER PADANG
populer Padang
Populer Padang hari ini
ombudsman Sumbar
Kasus Campak di Padang
kasus campak
Campak
imunisasi campak
Penyakit Campak
Terminal Anak Air Padang
Terminal Anak Air
Lebaran 2026
| 3 BERITA POPULER PADANG: Kabau Sirah Resmi Degradasi, Mobil Masuk Parit, Pemko Soal Wisata |
|
|---|
| 3 Berita Populer Padang: Kesiapan Tour de Singkarak 2027, Pemilik Sabu 47 Kg Lolos dari Hukuman Mati |
|
|---|
| 3 Berita Populer Padang: Warga Gunung Sarik Tewas Ditikam Kerabat Sendiri & 23 Motor Hangus Terbakar |
|
|---|
| 3 Berita Populer Padang: Orang Tua Alceo Kirim Surat ke Presiden hingga Penangkapan Pelaku Curanmor |
|
|---|
| 4 Berita Populer Padang: Demo Kematian Karim, Cekcok Pengunjung dengan Juru Parkir hingga Harga Emas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/panganiayaan-di-air-tawar-barat-oke-1332026.jpg)