Kota Padang

Viral Pengendara Motor Bersitegang dengan Sopir Trans Padang, PSM Beri Teguran Keras ke Operator

Direktur Utama PSM, Alvino Marta mengatakan pihaknya telah memberikan teguran keras kepada operator Trans Padang terkait insiden tersebut.

Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: Rezi Azwar
Tangkapan Layar
TRANS PADANG- Bus Trans Padang Koridor III rute RTH Imam Bonjol–Pusat Pemerintahan Air Pacah melintas di kawasan Kota Padang. Insiden dugaan sepeda motor tersenggol bus Trans Padang di Simpang Tinju, Gunung Pangilun, Minggu (9/3/2026) sempat viral di media sosial dan mendapat tanggapan dari pengelola Trans Padang. 

Menurutnya, hal tersebut juga perlu dipahami oleh masyarakat, khususnya pengendara sepeda motor yang berada di sekitar kendaraan besar di jalan raya.

Baca juga: Polresta Padang Siagakan 11 Pos Pengamanan dan Pelayanan Selama Arus Mudik Lebaran 2026

“Di kendaraan besar seperti bus memang ada blind spot, ada area yang tidak bisa dilihat oleh sopir. Masyarakat juga harus memahami kondisi itu dan tidak asal menyerobot, apalagi saat berada di lampu merah dengan kendaraan besar,” katanya.

Alvino menambahkan, pihaknya berencana melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya berada di area blind spot kendaraan besar agar pengendara lebih berhati-hati saat berada di sekitar bus Trans Padang.

Sosialisasi tersebut akan dilakukan melalui berbagai media, baik media sosial maupun media massa.

“Ini perlu disosialisasikan agar pengendara, terutama pengendara motor, memahami bahwa tidak semua area di sekitar bus bisa terlihat oleh sopir,” jelasnya.

Baca juga: Kapolres Dharmasraya Sambut Perantau Pulang Basamo di RM Omega, Tari Piring Meriahkan Suasana

Di sisi lain, PSM juga mengingatkan operator agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap para sopir. Ia menegaskan, jika masih ditemukan sopir yang mengemudi secara berbahaya atau melakukan pelanggaran, maka operator diminta mengambil tindakan tegas.

“Kalau sudah diberikan peringatan tetapi masih melakukan hal yang sama, tentu harus diberhentikan,” tegasnya.

Alvino juga menyinggung kemungkinan kondisi tertentu yang dialami sopir saat kejadian, namun hal itu tidak dapat dijadikan alasan untuk mengabaikan keselamatan di jalan.

“Mungkin saat itu ada kondisi tertentu, misalnya sedang buka puasa atau hal lain. Tapi itu bukan alasan. Hal seperti ini tentu sangat tidak kita inginkan,” ujarnya.

Baca juga: Rumah Dua Lantai di Siteba Padang Hangus Terbakar, Pemilik Rugi Rp500 Juta

Ia menegaskan, sopir bus Trans Padang tetap memiliki tanggung jawab penuh untuk memastikan keselamatan berkendara dengan memperhatikan kondisi di sekitar kendaraan.

“Walaupun ada blind spot, bukan berarti sopir bisa sembarangan. Mereka tetap harus memperhatikan kiri kanan dan kondisi sekitar kendaraan,” pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun Padang
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved