Tabrakan Kereta Api di Padang

2 Tewas dan 1 Selamat Akibat Tertemper KA di Padang: Martina Kenang David dan Wahyu Sosok yang Ramah

Saat ditemui TribunPadang.com di RS Hermina Padang, Martina mengaku mengenal sosok David dan Wahyu dikarenakan berteman dengan anaknya.

Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rezi Azwar
TribunPadang.com/Muhammad Iqbal
KECELAKAAN KERETA API- Martina (50) saat ditemui di Rumah Sakit Hermina, Kota Padang, Senin (9/3/2026). Martina mengenang kedua rekan anaknya yang menjadi korban kecelakaan kereta api tersebut sebagai pribadi yang baik dan ramah. 

Selain itu, kepalanya juga robek di bagian atas, paha, dan tangan juga cedera usai ditabrak kereta Sabtu malam itu.

"Masih di sini, baru siap operasi kemarin, kata dokter mau dipindahkan ruangannya," pungkasnya.

Kondisi Falza Mulai Membaik Usai Jalani Operasi

KECELAKAAN KERETA API- Orang tua Fazla, Martina (50) memberikan keterangan kepada TribunPadang.com di luar ruangan ICU, RS Hermina Padang, Kota Padang, Senin (9/3/2026) siang. Martina sebut anaknya sudah mulai membaik usai dioperasi, namun masih berada di ICU.
KECELAKAAN KERETA API- Orang tua Fazla, Martina (50) memberikan keterangan kepada TribunPadang.com di luar ruangan ICU, RS Hermina Padang, Kota Padang, Senin (9/3/2026) siang. Martina sebut anaknya sudah mulai membaik usai dioperasi, namun masih berada di ICU. (TribunPadang.com/Muhammad Iqbal)

Kondisi Fazla, remaja yang selamat dalam insiden maut tertemper kereta api di jalur rel kawasan Parupuk Tabing, Kota Padang, dilaporkan mulai membaik usai menjalani operasi di Rumah Sakit Hermina.

Diketahui sebanyak tiga orang remaja tertemper kereta api pada Sabtu (7/3/2026). Korban bernama Falza berhasil selamat, sedangkan temannya bernama David dan Wahyu meninggal dunia.

Akibat mengalami sejumlah luka, Fazla langsung dilarikan ke Rumah Sakit Hermina di Jalan Khatib Sulaiman, Kecamatan Padang Utara.

Ia menderita patah tangan kanan, kepala robek di bagian atas, cedera kaki dan tangan sebelah kanan.

Baca juga: Sosok Remaja Korban KA Padang: Pribadi Ceria yang Bawa Sekolahnya Berprestasi di Turnamen Futsal

Sedangkan dua korban meninggal telah dimakamkan di kampungnya, Kecamatan Sungai Geringging, Kabupaten Padang Pariaman.

Terhitung sejak Sabtu malam hingga Senin (9/3/2026), Martina (50) dan suaminya masih terus berjaga menunggu perkembangan kondisi Fazla di Rumah Sakit Hermina Padang.

Martina sempat panik melihat kondisi Fazla yang dinyatakan kritis usai tertabrak kereta api di jalur rel kawasan Kelurahan Parupuk Tabing, Padang.

Saat menerima kabar Fazla salah satu dari korban tertemper kereta api, Martina langsung berangkat dari rumahnya di Kecamatan Sungai Geringging menuju Kota Padang.

Baca juga: Anak di Bawah 16 Tahun akan Dibatasi Gunakan Medsos, Pemko dan DPRD Padang Beri Dukungan

"Dapat kabarnya Sabtu malam, sempat dinyatakan kritis, tentu saya panik dan histeris," ungkapnya kepada TribunPadang.com di RS Hermina Padang.

Meski begitu, untuk sekarang anaknya sudah menjalani operasi untuk tangannya yang patah dan kepala robek.

Menurut keterangan Martina, dokter menyebut kondisinya sudah mulai membaik. Akan tetapi, anaknya masih berada di ruangan ICU.

Untuk itu, belum banyak orang yang dapat melihat kondisi anaknya. Kata Martina, kemungkinan hari ini bakal dipindahkan ruangannya.

Baca juga: Volume Kendaraan Meningkat, Jalur Sitinjau Lauik Padang Macet Siang Ini Akibat Antrean Truk Besar

"Tadi disampaikan dokter akan dipindahkan, mungkin sebentar lagi, sekarang masih di ICU," ucapnya sekitar pukul 14.17 WIB.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved