Tabrakan Kereta Api di Padang

2 Pelajar Tewas Tertemper KA di Padang, Wali Kelas: Mereka Berprestasi dan Tidak Pembangkang

"Mereka ini patuh, sopan, kalau dinasehati selalu mendengar dan berubah," ungkapnya saat dikonfirmasi TribunPadang.com, Senin (9/3/2026).

Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rezi Azwar
Dok/Faizah
KECELAKAAN KERETA API- Wali Kelas SMAN 1 Sungai Geringging, Faizah. Faizah menyebut David dan Wahyu tidak pembangkang saat dinasehati dan berprestasi di bidang olahraga, yakni futsal. 

Ringkasan Berita:
  • Update tiga remaja tertemper kereta api di Kota Padang, Sumbar.
  • Dua orang meninggal dan satu orang selamat.
  • Korban selamat masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Hermina Padang.
  • Korban bernama David dan Wahyu dikenal tidak pembangkang dan berprestasi di bidang futsal.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Wali Kelas dua pelajar SMAN 1 Sungai Geringging, Kabupaten Padang Pariaman, yang meninggal akibat kecelakaan kereta api dikenal sebagai sosok yang tidak membangkang saat dinasehati.

Diketahui kejadian naas itu berlangsung di jalur rel kawasan KM 15+400 antara Stasiun Padang dan Stasiun Tabing, Kota Padang, Sumatera Barat, Sabtu (7/3/2026) malam.

Akibat kecelakaan, tiga orang menjadi korban, dua di antaranya meninggal dunia dan satu masih menjalani perawatan di RS Hermina Padang.

Dua orang meninggal atas nama David dan Wahyu, sedangkan yang selamat bernama Fazla, bahkan sempat dinyatakan kritis usai kecelakaan.

Baca juga: 2 Tewas dan 1 Selamat Akibat Tertemper KA di Padang: Martina Kenang David dan Wahyu Sosok yang Ramah

Wali Kelas, Faizah Alma Putri, mengatakan David dan Wahyu berbeda dengan kebiasaan remaja laki-laki pada umumnya.

Selama ia mengajar, banyak remaja sekolah yang membangkang saat dinasehati. Namun hal itu tidak berlaku bagi David dan Wahyu.

"Mereka ini patuh, sopan, kalau dinasehati selalu mendengar dan berubah," ungkapnya saat dikonfirmasi TribunPadang.com, Senin (9/3/2026).

Kata Faizah, mereka sosok yang ceria. Wahyu memberi warna di kelas maupun di tongkrongan, begitu juga dengan David.

Baca juga: Debut Manis Imran Nahumarury, Semen Padang FC Tundukkan PSBS Biak 2-0

Bahkan David suka membantu temannya kesusahan dan kekurangan. Makanya, para teman sekelasnya sangat senang berteman dengan David.

Dari segi belajar, mereka sama dengan anak-anak lainnya. Namun di bidang olahraga David dan Wahyu sangat berbakat.

"Mereka pernah mengharumkan nama sekolah dengan meraih peringkat empat besar di turnamen Info Sumbar Futsal League tahun 2025 lalu, di Kota Padang," terangnya.

David dan Wahyu Sosok yang Ramah

KECELAKAAN KERETA API- Martina (50) saat ditemui di Rumah Sakit Hermina, Kota Padang, Senin (9/3/2026). Martina mengenang kedua rekan anaknya yang menjadi korban kecelakaan kereta api tersebut sebagai pribadi yang baik dan ramah.
KECELAKAAN KERETA API- Martina (50) saat ditemui di Rumah Sakit Hermina, Kota Padang, Senin (9/3/2026). Martina mengenang kedua rekan anaknya yang menjadi korban kecelakaan kereta api tersebut sebagai pribadi yang baik dan ramah. (TribunPadang.com/Muhammad Iqbal)

Sosok dua korban meninggal akibat tertemper kereta api di jalur rel kawasan Kelurahan Parupuk Tabing, Kota Padang, dikenal ramah dan baik kepada orang tua.

Hal itu disampaikan oleh Martina (50), orang tua dari korban yang selamat dari insiden kecelakaan kereta api yang terjadi pada Sabtu (7/3/2026) lalu.

Kejadian nahas tersebut terjadi tepatnya di jalur rel kawasan KM 15+400 antara Stasiun Padang dan Stasiun Tabing, Kota Padang.

Akibatnya, sebanyak dua orang meninggal dunia bernama David dan Wahyu.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved