Banjir di Padang

Irigasi Rusak dan Sumur Kering, Warga Pasar Ambacang Kuranji Andalkan Bantuan Air Bersih

“Kalau yang kering total itu sudah sekitar dua minggu. Jadi mau tidak mau kami menunggu bantuan dari pemerintah,” ujarnya.

Tayang:
Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: Rezi Azwar
TribunPadang.com/Fajar Alfaridho Herman
KRISIS AIR BERSIH- Sejumlah masyarakat menunggu kedatangan mobil tangki pengangkut air bersih di kawasan Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sabtu (17/1/2026). Masyarakat terpaksa menunggu bantuan air bersih karena banyak sumur-sumur warga yang mengering pasca banjir bandang merusak bendungan Gunung Nago beberapa waktu lalu. 

Ringkasan Berita:
  • Pascabencana akhir November 2025, warga Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, kekurangan air bersih.
  • Krisis air bersih terjadi akibat terputusnya aliran irigasi yang selama ini menjadi sumber air utama bagi pemukiman masyarakat.
  • Sejak bendungan rusak, aliran Sungai Batang Kuranji yang terhubung langsung ke jaringan irigasi warga perlahan mengering.
  • Akibatnya, ratusan warga terpaksa mengantre di beberapa titik untuk menunggu kedatangan mobil tangki pembawa bantuan air bersih.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Banjir bandang yang meluluhlantakkan Bendungan Gunung Nago, Kota Padang, Sumatera Barat, pada akhir November 2025 lalu masih menyisakan persoalan serius bagi warga. 

Salah satu dampak paling dirasakan adalah terputusnya aliran irigasi yang selama ini menjadi sumber air utama bagi pemukiman masyarakat.

Sejak bendungan rusak, aliran Sungai Batang Kuranji yang terhubung langsung ke jaringan irigasi warga perlahan mengering. 

Baca juga: Sumur Mengering Pascabencana, Warga Pauh Padang Andalkan Truk Tangki Bantuan

Kondisi tersebut berdampak langsung pada ketersediaan air bersih, terutama bagi masyarakat yang bergantung pada sumur sebagai sumber air harian.

Irigasi dan Sumur Kering Pascabencana

KRISIS AIR BERSIH- Sejumlah masyarakat menunggu kedatangan mobil tangki pengangkut air bersih di kawasan Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sabtu (17/1/2026).
KRISIS AIR BERSIH- Sejumlah masyarakat menunggu kedatangan mobil tangki pengangkut air bersih di kawasan Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sabtu (17/1/2026). (TribunPadang.com/Fajar Alfaridho Herman)

Pantauan TribunPadang.com di kawasan Kelurahan Pasa Ambacang, Kecamatan Kuranji, menunjukkan aliran irigasi tampak kering.

Sumur-sumur milik warga pun tidak lagi mengeluarkan air. 

Akibatnya, ratusan warga terpaksa mengantre di beberapa titik untuk menunggu kedatangan mobil tangki pembawa bantuan air bersih.

Baca juga: Krisis Air Bersih, Warga Kampung Pila Tarok Kuranji Menunggu Air Bersih hingga Malam

Berbagai wadah penampung air, mulai dari tendom (tedmond), galon, ember dengan berbagai ukuran dan warna, hingga drum plastik, terlihat berjejer rapi di pinggir jalan. 

Sejumlah truk tangki air bersih tampak hilir mudik untuk mendistribusikan bantuan kepada warga terdampak.

Sebulan Kekeringan Pascabencana

KRISIS AIR BERSIH- Sejumlah masyarakat menunggu kedatangan mobil tangki pengangkut air bersih di kawasan Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sabtu (17/1/2026).
KRISIS AIR BERSIH- Sejumlah masyarakat menunggu kedatangan mobil tangki pengangkut air bersih di kawasan Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sabtu (17/1/2026). (TribunPadang.com/Fajar Alfaridho Herman)

Salah seorang warga, Nurdima, mengungkapkan kesulitan air bersih telah dirasakan hampir satu bulan terakhir sejak bendungan Gunung Nago rusak diterjang banjir bandang.

“Sejak banjir bandang kemarin merusak bendungan Gunung Nago, aliran irigasi kami terputus. Kami kesulitan air bersih karena masyarakat di sekitar sini banyak bergantung pada air sumur dan irigasi,” ujarnya kepada TribunPadang.com, Sabtu (17/1/2026).

Baca juga: Menunggu Sejak Pagi, Harapan Warga Pila Tarok Kuranji Mengalir Setelah Seharian Menunggu

Menurut Nurdima, terputusnya aliran irigasi tidak hanya menghentikan suplai air permukaan, tetapi juga berdampak pada cadangan air tanah. Sumur-sumur warga perlahan mengering dan tidak lagi bisa digunakan.

“Keringnya irigasi ini juga membuat air tanah ikut menurun. Sumur-sumur warga akhirnya mengering,” tambahnya.

Kondisi tersebut memaksa warga sepenuhnya bergantung pada bantuan air bersih dari pemerintah dan pihak terkait. 

Warga Tampung Air Hujan

KRISIS AIR BERSIH- Sejumlah masyarakat menunggu kedatangan mobil tangki pengangkut air bersih di kawasan Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sabtu (17/1/2026).
KRISIS AIR BERSIH- Sejumlah masyarakat menunggu kedatangan mobil tangki pengangkut air bersih di kawasan Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sabtu (17/1/2026). (TribunPadang.com/Fajar Alfaridho Herman)

Selain itu, sebagian warga juga memanfaatkan air hujan yang ditampung untuk kebutuhan sehari-hari.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved