Banjir di Padang
Irigasi Rusak dan Sumur Kering, Warga Pasar Ambacang Kuranji Andalkan Bantuan Air Bersih
“Kalau yang kering total itu sudah sekitar dua minggu. Jadi mau tidak mau kami menunggu bantuan dari pemerintah,” ujarnya.
Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: Rezi Azwar
Ringkasan Berita:
- Pascabencana akhir November 2025, warga Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, kekurangan air bersih.
- Krisis air bersih terjadi akibat terputusnya aliran irigasi yang selama ini menjadi sumber air utama bagi pemukiman masyarakat.
- Sejak bendungan rusak, aliran Sungai Batang Kuranji yang terhubung langsung ke jaringan irigasi warga perlahan mengering.
- Akibatnya, ratusan warga terpaksa mengantre di beberapa titik untuk menunggu kedatangan mobil tangki pembawa bantuan air bersih.
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Banjir bandang yang meluluhlantakkan Bendungan Gunung Nago, Kota Padang, Sumatera Barat, pada akhir November 2025 lalu masih menyisakan persoalan serius bagi warga.
Salah satu dampak paling dirasakan adalah terputusnya aliran irigasi yang selama ini menjadi sumber air utama bagi pemukiman masyarakat.
Sejak bendungan rusak, aliran Sungai Batang Kuranji yang terhubung langsung ke jaringan irigasi warga perlahan mengering.
Baca juga: Sumur Mengering Pascabencana, Warga Pauh Padang Andalkan Truk Tangki Bantuan
Kondisi tersebut berdampak langsung pada ketersediaan air bersih, terutama bagi masyarakat yang bergantung pada sumur sebagai sumber air harian.
Irigasi dan Sumur Kering Pascabencana
Pantauan TribunPadang.com di kawasan Kelurahan Pasa Ambacang, Kecamatan Kuranji, menunjukkan aliran irigasi tampak kering.
Sumur-sumur milik warga pun tidak lagi mengeluarkan air.
Akibatnya, ratusan warga terpaksa mengantre di beberapa titik untuk menunggu kedatangan mobil tangki pembawa bantuan air bersih.
Baca juga: Krisis Air Bersih, Warga Kampung Pila Tarok Kuranji Menunggu Air Bersih hingga Malam
Berbagai wadah penampung air, mulai dari tendom (tedmond), galon, ember dengan berbagai ukuran dan warna, hingga drum plastik, terlihat berjejer rapi di pinggir jalan.
Sejumlah truk tangki air bersih tampak hilir mudik untuk mendistribusikan bantuan kepada warga terdampak.
Sebulan Kekeringan Pascabencana
Salah seorang warga, Nurdima, mengungkapkan kesulitan air bersih telah dirasakan hampir satu bulan terakhir sejak bendungan Gunung Nago rusak diterjang banjir bandang.
“Sejak banjir bandang kemarin merusak bendungan Gunung Nago, aliran irigasi kami terputus. Kami kesulitan air bersih karena masyarakat di sekitar sini banyak bergantung pada air sumur dan irigasi,” ujarnya kepada TribunPadang.com, Sabtu (17/1/2026).
Baca juga: Menunggu Sejak Pagi, Harapan Warga Pila Tarok Kuranji Mengalir Setelah Seharian Menunggu
Menurut Nurdima, terputusnya aliran irigasi tidak hanya menghentikan suplai air permukaan, tetapi juga berdampak pada cadangan air tanah. Sumur-sumur warga perlahan mengering dan tidak lagi bisa digunakan.
“Keringnya irigasi ini juga membuat air tanah ikut menurun. Sumur-sumur warga akhirnya mengering,” tambahnya.
Kondisi tersebut memaksa warga sepenuhnya bergantung pada bantuan air bersih dari pemerintah dan pihak terkait.
Warga Tampung Air Hujan
Selain itu, sebagian warga juga memanfaatkan air hujan yang ditampung untuk kebutuhan sehari-hari.
banjir di Padang
Multiangle
dampak banjir bandang
Mobil Tanki Air Bersih
bantuan air bersih
Penggunaan Air Bersih
Menghemat Air Bersih
mengurangi krisis air bersih
| Pemko Padang Siapkan Rp100 M untuk Atasi Banjir, Fokus Benahi Titik Genangan di Gajah Mada & Rawang |
|
|---|
| Tanggul Guo Lapau Munggu Jebol Lagi, Pemko Padang Siapkan Solusi Permanen |
|
|---|
| Kondisi Banjir Kampung Guo Padang: Sempat Setinggi Pinggang, Kini Sisakan Lumpur Sebetis |
|
|---|
| Dapur Dipenuhi Lumpur Usai Banjir, Warga Kampung Guo Padang Tak Sempat Siapkan Sarapan Pagi |
|
|---|
| Update Banjir Kampung Guo Padang, Camat Kuranji Sebut 150 Jiwa Terdampak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/warga-pasar-ambacang-menunggu-air-bersih-1712026.jpg)