Banjir di Padang
Sumur Mengering Pascabencana, Warga Pauh Padang Andalkan Truk Tangki Bantuan
“Air ini sangat penting, apalagi untuk urusan buang air besar. Tanpa air, rumah tidak lagi terasa layak huni," katanya dengan nada getir.
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rezi Azwar
Ringkasan Berita:
- Warga RT 04/RW 04, Kelurahan Binuang Kampuang Dalam, Kecamatan Pauh, kekurangan air bersih dan bergantung dengan bantuan mobil tangki.
- Pascabencana pada akhir November 2025, sumur-sumur warga yang biasanya melimpah, kini mengering total.
- Akar masalah dari kekeringan ini diduga kuat berasal dari rusaknya ekosistem sungai pascabanjir.
- Untuk mengantisipasi kekurangan air bersih di masyarakat, BPBD mengerahkan dua unit mobil tangki yang beroperasi hampir tanpa henti.
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Deretan ember plastik, jeriken kusam, hingga bak penampungan darurat berjejer rapi di sepanjang jalan RT 04/RW 04, Kelurahan Binuang Kampuang Dalam, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sabtu (17/1/2026).
Warga menanti kedatangan truk tangki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang yang membawa air bersih.
Sedikitnya ada 30 wadah penampung air milik warga yang mengantre untuk diisi.
Tidak ada batasan jumlah air yang boleh diambil, asalkan warga memiliki wadah yang cukup.
Baca juga: Semen Padang Peduli, Salurkan 16 Ribu Liter Air Bersih untuk 600 KK Pascabanjir
Prinsip gotong royong tampak kental saat warga saling bantu mengangkat beban air tersebut.
Meskipun dalam kondisi sulit, pemandangan di lapangan justru memperlihatkan ketabahan.
Warga menyambut kucuran air dari selang besar truk BPBD dengan senyuman.
Beberapa warga bahkan menggunakan gerobak untuk mengangkut tumpukan jeriken menuju rumah masing-masing.
Sumur Warga Mengering Pascabencana
Krisis air bersih yang melanda kawasan ini bukanlah fenomena alam biasa, melainkan dampak panjang dari bencana banjir besar yang menghantam pada akhir November 2025 lalu.
Sejak akhir Januari 2026, sumur-sumur warga yang biasanya melimpah, kini mengering total.
Aris Budiman, salah satu warga setempat, tampak sibuk mengatur wadah penampungan miliknya. Baginya, bantuan air bersih ini adalah napas buatan.
Baca juga: Krisis Air Bersih, Warga Kampung Pila Tarok Kuranji Menunggu Air Bersih hingga Malam
“Sudah tiga kali kami menerima bantuan air, dua kali dari PMI dan hari ini dari BPBD. Sumur kami benar-benar sudah mati total," ujarnya saat ditemui di lokasi.
Kondisi geologis di wilayah Pauh tampaknya telah berubah drastis pascabencana. Aris menceritakan bahwa sumur miliknya yang memiliki kedalaman 7 meter tidak lagi menyisakan setetes air pun.
Upaya tetangganya menambah kedalaman sumur hingga 11 meter pun berujung sia-sia; tanah tetap kering kerontang.
Yunimar, warga lainnya, mengungkapkan betapa krusialnya bantuan ini bagi kelangsungan hidup keluarganya.
Multiangle
dampak banjir bandang
kekeringan
bantuan air bersih
mengurangi krisis air bersih
Demi Air Bersih
Pauh
Padang
| Pemko Padang Siapkan Rp100 M untuk Atasi Banjir, Fokus Benahi Titik Genangan di Gajah Mada & Rawang |
|
|---|
| Tanggul Guo Lapau Munggu Jebol Lagi, Pemko Padang Siapkan Solusi Permanen |
|
|---|
| Kondisi Banjir Kampung Guo Padang: Sempat Setinggi Pinggang, Kini Sisakan Lumpur Sebetis |
|
|---|
| Dapur Dipenuhi Lumpur Usai Banjir, Warga Kampung Guo Padang Tak Sempat Siapkan Sarapan Pagi |
|
|---|
| Update Banjir Kampung Guo Padang, Camat Kuranji Sebut 150 Jiwa Terdampak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/penyaluran-air-bersih-di-pauh-padang-1712026.jpg)