Banjir di Padang

Petani Pauh Padang Menangis, Sawah dan Kebun Durian Disapu Banjir Bandang

Ia menceritakan bahwa kebun produktif miliknya yang berisi pohon durian dan cengkeh juga habis tak bersisa diterjang arus banjir yang sangat kuat.

Tayang:
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rezi Azwar
TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia
BANJIR- Duka mendalam menyelimuti para petani di Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat. Kondisi pilu ini dialami oleh Liyi, salah seorang warga yang terdampak cukup parah ia melihat hamparan sawah yang telah diterjang banjir berulang kali, Rabu (31/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Banjir bandang kembali terjadi di Kecamatan Pauh, Padang, Selasa (30/12/2025).
  • Kebun durian dan cengkeh milik warga habis diterjang arus banjir.
  • Hingga kini, material berupa lumpur tebal, gelondongan kayu besar, hingga batu-batu sungai masih menutupi permukaan lahan pertanian dan perkebunan.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Duka mendalam menyelimuti para petani di Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat. 

Tak hanya kehilangan lahan persawahan, warga kini harus merelakan tanaman perkebunan yang telah dirawat bertahun-tahun lenyap akibat banjir bandang susulan.

Berdasarkan pantauan TribunPadang.com pada Rabu (31/12/2025), sisa-sisa material banjir masih menggunung di area yang dulunya merupakan sumber mata pencaharian warga.

Di tengah aliran sungai yang masih berwarna cokelat pekat, alat berat tersebut berupaya menyingkap sisa-sisa material batu dan kayu yang terbawa arus banjir bandang susulan.

Baca juga: Nestapa Warga Kapalo Koto Padang: Rumah Terendam Berulang Kali, Sawah Tertimbun Material Banjir

Meski akses jalan penghubung antara Kelurahan Kapalo Koto dan Kelurahan Lambung Bukik masih dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat, kondisi di sekitar jalur tersebut memperlihatkan pemandangan yang memprihatinkan. 

Sisa-sisa keganasan air semalam masih membekas nyata pada tiap sudut pemukiman warga.

Kondisi pilu ini dialami oleh Liyi, salah seorang warga yang terdampak cukup parah. 

Baca juga: 2.044 Hektare Sawah Diterjang Galodo di Agam, Petani Butuh Bantuan Alat dan Bibit

Liyi mengungkapkan bahwa luapan air sungai yang terjadi pada Selasa (30/12/2025) malam benar-benar melumpuhkan ekonominya. 

Air yang datang dengan debit tinggi tidak hanya membawa lumpur, tetapi juga material keras yang menghantam apa saja dilewati.

Area Sawah dan Kebun Warga Ditimbun Material Banjir Bandang

BANJIR- Duka mendalam menyelimuti para petani di Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat.
BANJIR- Duka mendalam menyelimuti para petani di Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat. (TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia)

Bencana yang terjadi berulang kali ini menghanguskan sedikitnya 14 hamparan sawah milik Liyi. 

Lahan yang seharusnya segera memasuki masa tanam atau panen tersebut kini berubah menjadi hamparan batu dan kayu.

Namun, penderitaan Liyi tidak berhenti di sawah saja. 

Baca juga: Petani Salareh Aia Agam Bingung Mulai Hidup Baru, Sawah Rusak Parah Dihantam Galodo

Ia menceritakan bahwa kebun produktif miliknya yang berisi pohon durian dan cengkeh juga habis tak bersisa diterjang arus banjir yang sangat kuat.

"Bukan cuma sawah yang habis, kebun durian dan cengkeh saya juga tersapu banjir. Padahal itu tanaman jangka panjang yang selama ini menjadi sandaran hidup kami," ungkap Liyi dengan raut wajah sedih saat ditemui di lokasi.

Padahal, tanaman durian dan cengkeh membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk bisa menghasilkan. 

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved