Kemiskinan di Sumbar
Warga Sumbar Tergolong Miskin: Pengeluaran di Bawah Rp729 Ribu per Bulan
BPS Sumatera Barat (Sumbar) mencatat garis kemiskinan Sumbar pada Maret 2025 berada di angka Rp729.806 per kapita per bulan.
Penulis: Rahmadisuardi | Editor: Rahmadi
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar) mencatat garis kemiskinan Sumbar pada Maret 2025 berada di angka Rp729.806 per kapita per bulan.
Artinya, masyarakat yang memiliki pengeluaran di bawah nominal tersebut dikategorikan sebagai penduduk miskin Sumbar.
Dilansir dari rilis BPS Sumbar pada 1 Agustus 2025, jumlah penduduk miskin di Sumbar pada Maret 2025 mencapai 312,35 ribu orang atau 5,35 persen dari total penduduk.
Angka ini berkurang 3,08 ribu orang dibandingkan September 2024 yang tercatat 315,43 ribu orang. Meski jumlahnya turun, data BPS memperlihatkan perbedaan antara perkotaan dan perdesaan.
Di perkotaan, persentase penduduk miskin turun dari 4,16 persen pada September 2024 menjadi 3,91 persen pada Maret 2025. Sementara di perdesaan justru naik, dari 6,79 persen menjadi 6,93 persen.
Baca juga: Isi Buku Jokowis White Paper Karya Roy Suryo, Dokter Tifa dan Rismon Sianipar
Selama periode September 2024 hingga Maret 2025, jumlah penduduk miskin perkotaan Sumbar turun 6,24 ribu orang, sedangkan penduduk miskin perdesaan Sumbar bertambah 3,15 ribu orang.
Kondisi ini menunjukkan kesenjangan antara daerah perkotaan dan perdesaan masih terlihat jelas.
BPS juga mencatat, pengeluaran masyarakat untuk kebutuhan makanan berperan besar terhadap garis kemiskinan.
Sumbangan garis kemiskinan makanan pada Maret 2025 mencapai 75,87 persen. Lima komoditas utama yang paling memengaruhi adalah beras, rokok kretek filter, cabai merah, telur ayam ras, dan ikan tongkol atau tuna.
Beras masih memberi sumbangan terbesar yakni sebesar 22,48 persen di perkotaan dan 26,19 persen di perdesaan. Rokok kretek filter memberikan sumbangan terbesar kedua terhadap GK (12,39 persen di perkotaan dan 14,29 persen di perdesaan).
Baca juga: Harga TBS Sawit di Sijunjung 19 Agustus 2025 Tembus Rp3.260 per Kilogram
Komoditas lainnya adalah cabe merah (6,50 persen di perkotaan dan 6,14 persen di perdesaan), telur ayam ras (4,00 persen di perkotaan dan 3,27 di perdesaan), tongkol/tuna/cakalang (3,58 persen di perkotaan dan 3,15 persen di perdesaan).
Lebih lanjut ada daging ayam ras (3,34 persen di perkotaan dan 3,12 persen di perdesaan), roti (2,17 persen di perkotaan dan 2,02 di perdesaan), bawang merah (2,16 persen di perkotaan dan 2,31 persen di perdesaan), dan seterusnya.
Sementara itu, lima komoditas bukan makanan yang berkontribusi besar adalah biaya perumahan, bensin, pendidikan, listrik, dan perlengkapan mandi.
Komoditas bukan makanan yang memberikan sumbangan terbesar baik pada GK perkotaan dan perdesaan adalah perumahan (7,10 persen di perkotaan dan 6,51 persen di perdesaan), bensin (3,44 persen di perkotaan dan 3,49 persen di perdesaan).
Kemudian pendidikan (2,81 persen di perkotaan dan 1,55 persen di perdesaan), listrik (2,46 persen di perkotaan dan 1,53 persen di perdesaan), perlengkapan mandi (1,22 persen di perkotaan dan 1,15 persen di perdesaan) dan pakaian jadi anak-anak (0,95 persen di perkotaan dan 0,87 persen di perdesaan).
Baca juga: Cuaca Sumatera Barat 19-21 Agustus 2025 Cerah Berawan, Berpotensi Hujan Ringan di Solok Selatan
Jika dibandingkan dengan September 2024, garis kemiskinan Sumbar naik 2,07 persen, dari Rp714.991 menjadi Rp729.806 per kapita per bulan.
Dengan demikian, setiap masyarakat yang hidup dengan pengeluaran di bawah Rp729 ribu per bulan masih masuk kategori miskin.(*)
| 76 Persen Pendapatan Penduduk Miskin Sumbar Hanya untuk Makan, Harga Beras Jadi Pemicu Utama |
|
|---|
| Beban Pendidikan Lebih Menghimpit Warga Miskin Kota di Sumatera Barat Dibanding di Desa |
|
|---|
| Garis Kemiskinan Sumbar Naik, Keluarga Berpengeluaran di Bawah Rp4 Juta Kini Masuk Kategori Miskin |
|
|---|
| Rokok Jadi Beban Rakyat Miskin Sumatera Barat, Pengeluaran Lampaui Telur dan Cabai |
|
|---|
| Angka Kemiskinan Sumbar Turun Menjadi 5,31 Persen, Namun Jumlah Warga Miskin di Desa Malah Naik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Berikut-data-statistik-penduduk-menurut-agama-di-Kota-Padang-selengkapnya.jpg)