Kabupaten Sijunjung
Menilik Proses Pembuatan Tas hingga Tikar dari Daun Pandan di Sijunjung
Pandan yang telah kering dihaluskan dan diluruskan menggunakan sebilah bambu panjang sepanjang telapak tangan.
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rezi Azwar
“Biasanya dalam seminggu bisa tiga lapiak yang siap dijual dengan total harga cuma Rp60 saja,” ucapnya dengan sedikit tersenyum saat dikunjungi, Sabtu (26/7/2025).
Berbeda dengan lapiak pandan yang berwarna harganya bisa dibanderol mulai dari Rp100 ribu, namun proses pembuatan agak lama.
Baca juga: Pelajar Pasaman Barat Tewas Diduga Tersengat Aliran Listrik dari Pagar Kawat di Kebun Warga
Baca juga: Sungai di Batu Taba Agam Alami Pendangkalan, Warga Cemas Ancaman Galodo dan Minta Pengerukan
Lapiak atau tikar ini dapat digunakan untuk kegiatan seperti alas makan, duduk, salat hingga untuk proses mencabiak (merobek) kain kafan ketika seseorang meninggal.
Ia juga menjelaskan cara pembuatan anyaman pandan dari Padang Laweh.
Eli Damarni juga menjelaskan bahwa perempuan di Padang Laweh dulunya sangat erat dengan anyaman pandan, bahkan penilaian seorang perempuan rajin bisa terlihat dari sana.
Tolak ukur melihat perempuan yang rajin dahulu lanjut Eli, digambarkan melalui keterampilan menganyam.
Sekarang para pengrajin anyaman daun pandan semakin berkurang sebab pemasaran dan harga yang anjlok. (TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia)
| Sijunjung Targetkan Akselerasi Ekonomi 2027, Nagari Jadi Poros Pembangunan Daerah |
|
|---|
| Baznas Sijunjung Raih Penghargaan Menteri Kependudukan, Sukses Tekan Angka Stunting di Sumbar |
|
|---|
| Pemkab Sijunjung Gelar Musrenbang RKPD 2027, Bupati Minta Aspirasi Warga Dikawal |
|
|---|
| Wujudkan Transparansi, Pemkab Sijunjung Serahkan Laporan Keuangan ke BPK RI Perwakilan Sumbar |
|
|---|
| Waspada KLB di Sijunjung, Pemerintah Nagari Koto Tuo Gelar Imunisasi Campak Massal di Pasar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Pengrajin-Anyaman-Pandan-Sijunjung-2-2772025.jpg)