Kebakaran Lahan di Solok
Damkar Solok Catat 154 Karhutla Selama Juli 2025, Cuaca Panas dan Pembakaran Liar Jadi Pemicu
Ratusan kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi sepanjang bulan Juli 2025 di wilayah Kabupaten Solok, Sumatera Barat.
Penulis: Ghaffar Ramdi | Editor: Rezi Azwar
TRIBUNPADANG.COM, SOLOK – Ratusan kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi sepanjang bulan Juli 2025 di wilayah Kabupaten Solok, Sumatera Barat.
Berdasarkan data Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Solok, tercatat sebanyak 154 kejadian karhutla dan sembilan kebakaran rumah terjadi sejak tanggal 1 Juli hingga 20 Juli 2025.
Kepala Seksi Operasional Damkar Kabupaten Solok, Zulhelmi Bosy, mengungkapkan bahwa laporan kebakaran terus mengalir setiap harinya, seiring dengan masuknya musim kemarau yang telah melanda wilayah Kabupaten Solok dalam beberapa bulan terakhir.
“Selama periode 1 Juli sampai 20 Juli, setiap hari kami menerima laporan kebakaran. Mayoritas merupakan kebakaran hutan dan lahan yang tersebar di berbagai nagari,” kata Zulhelmi, Jumat (25/7/2025).
Baca juga: Hari Ini, BPBD Sumbar Gelar Modifikasi Cuaca dalam Penanganan Karhutla di Lima Puluh Kota dan Solok
Menurut Zulhelmi, puncak laporan Karhutla terjadi pada Jumat 18 Juli 2025, dimana pihaknya menerima sebanyak 23 laporan kebakaran lahan dari sejumlah nagari di wilayah Kabupaten Solok.
“Keesokan harinya, pada Sabtu (19/7/2025), kami menerima 21 laporan lagi terkait kebakaran hutan dan lahan. Sementara pada Minggu (20/7/2025), terdapat 10 laporan masuk,” jelasnya.
Zulhelmi menjelaskan, mayoritas kebakaran terjadi di lahan kering milik warga yang berbatasan dengan kawasan hutan. Beberapa kebakaran bahkan mendekati permukiman warga, namun cepat diantisipasi petugas gabungan.
“Cuaca panas, angin kencang, dan aktivitas pembakaran liar jadi pemicu utama. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak sembarangan membakar lahan atau membuang puntung rokok di area semak,” ujarnya.
Baca juga: Jumlah Pesantren Aktif di Sumatera Barat Tercatat 289, Kabupaten Pasaman Barat Termasuk Terbanyak
Ia juga mengatakan bahwa petugas Damkar mengalami keterbatasan peralatan dan personel mengingat jumlah kejadian yang cukup tinggi dalam waktu singkat.
“Dalam satu hari, kami bisa bolak-balik ke lokasi kebakaran lebih dari lima kali. Ini cukup menguras tenaga, tapi demi keselamatan masyarakat dan lingkungan, kami tetap berusaha maksimal,” ucap Zulhelmi.
Zulhelmi berharap, masyarakat bisa lebih proaktif dalam mencegah kebakaran, terutama dengan tidak melakukan pembakaran saat cuaca panas ekstrem.
“Kerja sama masyarakat sangat penting. Jika ada titik api, segera laporkan ke Damkar agar bisa ditindaklanjuti secepat mungkin,” tutupnya.
| Hadapi Ancaman Karhutla di Solok, BPBD Sebut Peralatan Belum Memadai dan Sumber Air Terbatas |
|
|---|
| Rawa di Tepi Danau Diateh Solok Terbakar, Warga: Kami Khawatir Menjalar ke Lahan Bawang dan Kentang |
|
|---|
| 14 Kecamatan Terdampak Karhutla di Solok, BPBD Fokus Penanganan agar Tak Dekati Permukiman |
|
|---|
| Pemkab Solok Segera Tetapkan Status Darurat Karhutla, Ratusan Titik Api Mengancam |
|
|---|
| Warga Solok Tewas Saat Padamkan Kebakaran Lahan Karet yang Dipicu Sampah Dibakar Sendiri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/KARHUTLA-DI-SOLOK-Si-jago-merah-melahap-kawasan-hutan.jpg)