Berita Populer Padang
Populer Padang: Pabrik Karet Kembali Terbakar Gegara Angin dan Guru Besar Unand Protes Menkes
Para guru besar melihat kebijakan ini menyimpang dari standar pendidikan kedokteran di Indonesia.
"Tumpukan bahan getah karet itu kan masih panas, kemudian ditiup angin, karena itu apinya hidup kembali," jelasnya.
"Setelah padam kita juga sudah melalukan upaya pendinginan, mudah-mudahan saja tidak terbakar lagi," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang, Budi Payan, menyebut pihaknya mengerahkan 22 unit mobil pemadam untuk memadamkan api yang membakar kawasan pabrik karet milik PT Teluk Luas di Tanjung Saba Pitameh Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Sumatera Barat, pada Minggu (18/5/2025).
Dari total 22 mobil pemadam tersebut, beberapa di antaranya berasal dari sembilan kabupaten dan kota di Sumbar serta instansi terkait lainnya.
Baca juga: Hilang di Pulau Hibala Nias Selatan, Kapal KM Sepakat Bersama 04 Ditemukan di Mentawai
"Itu ada bantuan dari Damkar sembilan kabupaten dan kota di Sumbar," ujar Budi Payan saat dikonfirmasi TribunPadang.com, Senin (19/5/2025).
Kemudian tambahan satu unit masing-masing dari Pelindo, Semen Padang, dan TNI AU.
"Sisanya 10 unit dari kita sendiri. Jadi totalnya ada 22 unit mobil pemadam yang dikerahkan untuk memadamkan api itu," ujarnya.
Budi juga mengatakan, lebih dari 250 personel diterjunkan dalam proses pemadaman tersebut.
"Dari Damkar Kota Padang kita turunkan sekitar 150 personel, ditambah sekitar 100 personel dari instansi Damkar lainnya. Jadi totalnya lebih dari 250 personel dikerahkan," ungkapnya.
Terkait lamanya proses pemadaman, Budi menyebut ada beberapa kendala yang dihadapi di lapangan.
Salah satunya adalah bahan baku karet yang mudah terbakar serta ketiadaan hydrant di lokasi kebakaran.
"Kendala utama yang dihadapi adalah bahan karet yang mudah terbakar. Selain itu, tidak adanya hydrant di area pabrik membuat mobil pemadam harus bolak-balik mencari sumber air. Ini yang memperlambat proses pemadaman," jelasnya.
Budi menambahkan, api akhirnya berhasil dipadamkan setelah sekitar 12 jam upaya pemadaman dilakukan.
"Api padam setelah sekitar 12 jam. Bahkan sempat padam namun kembali menyala sebelum akhirnya berhasil dijinakkan lagi," katanya.
Baca juga: 22 Warga Menginap di Tenda Pengungsian Akibat Rumahnya Terdampak Kebakaran Pabrik Karet di Padang
kebakaran pabrik karet
Kebakaran di Padang
Berita populer
guru besar Unand protes Menkes
pernyataan sikap guru besar FK Unand
| 3 BERITA POPULER PADANG: Investigasi Kematian Karim, Perilaku Menyimpang dan WFH Bergiliran |
|
|---|
| 3 BERITA POPULER PADANG: Kabau Sirah Kalah Lagi, Kasus Penusukan dan Pohon Tumbang Timpa Rumah |
|
|---|
| Berita Populer Padang: Teka-teki Kematian Karim hingga Potensi WFH ASN Jadi Ajang Libur Panjang |
|
|---|
| 3 Berita Populer Padang: Kronologi Kematian Pengamen dan Harga Emas Tembus Rp6,25 Juta per Ameh |
|
|---|
| Berita Populer Padang: DPRD Kutuk Kakek Cabuli Cucu dan Penyebab Pengamen Meninggal Usai Diamankan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/kebakaran-pabrik-karet-2052025.jpg)