Lifestyle

Pengamen Hibur Penumpang Bus Padang-Payakumbuh, Momentum Lebih Sekadar Transit

BAGI para pengguna setia bus rute Padang - Payakumbuh  yang menghubungkan antarkota dengan berbagai destinasi di sekitarnya, pemandangan para pengamen

Editor: Emil Mahmud
MAGANG FIB UNAND/AISA ELVIRA
PENGAMEN DI BUS - Para pengguna setia bus rute Padang - Payakumbuh  yang menghubungkan antarkota dengan berbagai destinasi di sekitarnya, pemandangan para pengamen yang naik dan turun di sepanjang perjalanan sudah menjadi hal yang lazim. 

BAGI para pengguna setia bus rute Padang - Payakumbuh  yang menghubungkan antarkota dengan berbagai destinasi di sekitarnya, pemandangan para pengamen yang naik dan turun di sepanjang perjalanan sudah menjadi hal yang lazim. 

Namun, kehadiran mereka bukan sekadar bagian dari rutinitas, melainkan seringkali menjadi hiburan tersendiri yang mewarnai suasana di dalam kabin.

Berbeda dengan angkutan umum yang mungkin terasa sunyi atau hanya diisi obrolan antar penumpang, di dalam bus alunan musik dari berbagai pengamen silih berganti menemani perjalanan.

Mulai dari petikan gitar akustik, lantunan lagu-lagu populer, hingga tak jarang penampilan pengamen yang memiliki keahlian unik seperti memainkan harmonika sambil bernyanyi, semuanya menambah dinamika tersendiri.

Para pengamen ini biasanya naik di terminal atau di beberapa titik pemberhentian di sepanjang rute. Dengan membawa alat musik sederhana, mereka mencoba mencari rezeki dengan menghibur para penumpang.

Repertoar lagu yang mereka bawakan pun beragam, menyesuaikan dengan selera pendengar yang ada di dalam bus. Tak jarang, ada penumpang yang ikut bernyanyi atau sekadar memberikan apresiasi atas penampilan mereka.

Baca juga: Wabup Yulian Efi Lepas Keberangkatan 35 Calon Jemaah Haji Solok Selatan, Diminta Jaga Kekompakan

Road Show
PENGAMEN DI BUS - Para pengguna setia bus rute Padang - Payakumbuh  yang menghubungkan antarkota dengan berbagai destinasi di sekitarnya, pemandangan para pengamen yang naik dan turun di sepanjang perjalanan sudah menjadi hal yang lazim. 

Baca juga: Tak Diberi Uang, Pengamen Badut di Padang Sumbar Ancam Penjual Aksesoris dengan Pisau

Kehadiran para pengamen ini tentu saja menciptakan interaksi sosial yang unik di dalam bus tersebut. Para penumpang dari berbagai latar belakang bisa sejenak menikmati alunan musik bersama, menciptakan suasana yang lebih cair dan tidak kaku.

Meskipun tujuan utama adalah transportasi, namun bus itu juga menjadi ruang di mana seni jalanan menemukan tempatnya.

Para sopir dan kernet pada umumnya juga memberikan toleransi terhadap kehadiran para pengamen ini, selama tidak mengganggu kenyamanan penumpang atau jalannya operasional bus. Mereka memahami bahwa para pengamen ini juga berusaha mencari nafkah.

Fenomena ini menjadi gambaran kehidupan kota yang dinamis, di mana berbagai elemen masyarakat berinteraksi dalam ruang publik.

Sejauh ini, bus trayek Padang-Payakumbuh, sebagai salah satu moda transportasi andalan, menjadi saksi bisu dari beragam cerita dan interaksi, termasuk alunan musik yang dihadirkan oleh para pengamen yang mencari rezeki di dalamnya.

Bagi para penumpang, perjalanan dengan bus bukan hanya sekadar berpindah dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga berpotensi menjadi pengalaman yang lebih berwarna dengan kehadiran para seniman jalanan ini.(Aisa Elvira, Mahasiswa Sastra Indonesia FIB Unand, yang magang di TribunPadang.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved