Idul Adha 2025

Cuaca Panas Picu Bakteri Daging Kurban, DPPP Pariaman Minta Panitia Tidak Lama-Lama Distribusikan

DPPP Kota Pariaman mengingatkan panitia kurban akan risiko cuaca panas yang dapat mempercepat perkembangan Bakteri pada daging kurban.

Penulis: Panji Rahmat | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Panji Rahmat
HEWAN KURBAN - Seorang peternak hewan kurban sedang memberikan makanan pada ternaknya yang hendak diperjualbelikan jelang hari raya idul adha, Jumat (9/5/2025). DPPP Kota Pariaman mengingatkan panitia kurban akan risiko cuaca panas yang dapat mempercepat perkembangan Bakteri pada daging kurban. 

TRIBUNPADANG.COM, PARIAMAN - Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DPPP) Kota Pariaman mengingatkan panitia kurban akan risiko cuaca panas yang dapat mempercepat perkembangan Bakteri pada daging kurban.

DPPP Pariaman meminta daging segera didistribusikan kepada masyarakat setelah proses penyembelihan saat Idul Adha nanti.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DPPP Pariaman, Marini Jamal, menyatakan Cuaca Panas menjadi tantangan dalam menjaga kualitas Daging Kurban.

"Penanganan daging yang tidak tepat, ditambah suhu panas, bisa menyebabkan kontaminasi bakteri berkembang pesat dan berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat," ujarnya, Jumat (9/5/2025).

Hal ini disampaikan saat DPP Kota Pariaman melakukan sosialisasi penanganan dan pengemasan daging kurban. 

Baca juga: Program Sertifikasi Tanah Gratis: Menata Ulang Akses dan Keadilan Tanah Ulayat di Sumatera Barat?

Marini Jamal, Kmenyatakan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari program pendataan dan pengawasan hewan kurban yang berlangsung hingga dua hari setelah Idul Adha.

 "Kami tidak hanya memeriksa kesehatan hewan, tetapi juga mengedukasi panitia kurban tentang cara mengolah dan mendistribusikan daging dengan higienis," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa penanganan daging yang tidak tepat dapat menyebabkan kontaminasi bakteri, yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat. 

"Kami ingin memastikan bahwa daging kurban yang diterima masyarakat benar-benar aman dikonsumsi. Mulai dari proses penyembelihan, pencacahan, hingga pengemasan harus dilakukan dengan standar kebersihan yang tinggi," kata Marini.

Baca juga: Stok Sapi Berlabel Layak di Pariaman Cuma 600 Ekor, Panitia Kurban Wajib Tahu Ciri Hewan Sakit

Selain itu, DPPP Kota Pariaman juga mengingatkan agar panitia kurban segera mendistribusikan daging dalam kondisi segar atau menyimpannya dalam cold storage jika memungkinkan. 

Langkah ini penting untuk mencegah pembusukan, terutama mengingat cuaca panas yang dapat mempercepat pertumbuhan bakteri.

"Dengan sosialisasi ini, kami berharap seluruh rangkaian proses kurban, mulai dari pemilihan hewan hingga pembagian daging, dapat berjalan lancar dan sesuai dengan prinsip kesehatan dan keamanan pangan," pungkas Marini.

Selain itu, Menjelang Hari Raya Idul Adha, Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DPPP) Kota Pariaman melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan mengimbau masyarakat, khususnya panitia kurban, untuk memprioritaskan hewan ternak yang telah mendapatkan label layak sembelih.

Hal ini penting mengingat banyaknya hewan kurban yang didatangkan dari luar daerah tanpa melalui pemeriksaan kesehatan yang memadai.

Baca juga: Gedung FKM Unand Menghitam & Diberi Garis Polisi, Sejumlah Fasitlas Rusak Setelah Dilanda Kebakaran

Marini Jamal, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DPPP Kota Pariaman, menjelaskan bahwa kota ini tidak memiliki pos lalu lintas ternak, sehingga kesehatan hewan yang masuk dari daerah lain tidak terpantau secara optimal.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved