Berita Populer Padang

BERITA POPULER PADANG: Keberangkatan Kloter 3 ke Tanah Suci dan 83 Kasus Narkoba Januari-April 2025

Sebanyak 107 orang ditetapkan sebagai tersangka, termasuk enam anak di bawah umur yang masuk dalam kategori Anak Berkonflik dengan Hukum (ABH).

|
Editor: Rezi Azwar
Kemenag Sumbar
IBADAH HAJI 2025 : Sejumlah Calon Jemaah Haji asal Bengkulu saat sampai di Bandara International Minangkabau, Selasa (6/5/2025). Kedatangan jemaah tersebut langsung disambut dengan selawat. 

Namun, dalam lima laga terakhir, tim Bajul Ijo hanya mencatat satu kemenangan dan empat laga lainya berakhir imbang.

Sementara itu, Semen Padang FC berada di posisi ke-15 dengan 31 poin.

Dalam lima pertandingan terakhir, Kabau Sirah membukukan tiga kemenangan dan dua kekalahan.

Laga melawan Persebaya diprediksi bakal krusial bagi Semen Padang FC.

Pasalnya, jika gagal meraih poin penuh, posisi mereka rawan digeser oleh tim-tim di zona degradasi seperti Barito Putera, PSS Sleman, dan PSIS Semarang yang hanya terpaut beberapa poin.

Diberitakan sebelumnya, Pelatih Semen Padang FC, Eduardo Almeida, terancam tidak bisa mendampingi tim saat menghadapi Persebaya Surabaya dalam pekan ke-32 BRI Liga 1 2024/2025.

Pertandingan tersebut dijadwalkan akan berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (11/5/2025) mendatang.

Almeida terancam absen akibat kartu kuning yang diterimanya dari wasit Thoriq M Alkhatiri saat laga kontra Madura United, Minggu (4/5/2025). 

Kartu kuning tersebut didapat usai dirinya memprotes keras keputusan wasit yang menganulir gol Tin Martic.

Laga itu sendiri berakhir dengan kemenangan 2-1 untuk Semen Padang di Stadion Haji Agus Salim, Padang.

"Saya belum tahu apakah bisa mendampingi tim saat melawan Persebaya akibat kartu kuning ini," kata Almeida kepada awak media.

Jika akhirnya tak bisa berada di pinggir lapangan, pelatih asal Portugal itu menyatakan tetap tenang karena memiliki jajaran staf yang siap mengambil alih tugasnya.

"Kalau saya bisa pergi, tentu saya akan pergi. Tapi jika tidak, saya masih punya staf yang bisa mendampingi dan memahami situasinya," ucapnya.

Almeida juga mengungkapkan alasan di balik emosinya hingga memprotes keputusan wasit.

Ia merasa kecewa karena kerja keras timnya selama seminggu seolah sia-sia akibat keputusan yang dianggapnya tidak adil.

"Kami bekerja keras setiap hari untuk pertandingan ini. Lalu kami mencetak gol, tapi dianulir. Apa lagi yang bisa saya lakukan selain emosional?" kata Almeida.

Menurutnya, keputusan tersebut membuatnya bereaksi secara emosional, hingga akhirnya diganjar kartu kuning.

"Saya merasa keputusan itu tidak adil. Karena itu saya bereaksi seperti itu," tutupnya.

Sumber: Tribun Padang
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved