Berita Populer Padang

POPULER PADANG: Oknum Mahasiswan dan Rekannya Diduga Edarkan Ganja, Kerja Sama Pengelolaan Sampah

Berita Populer Padang oknum mahasiswa dan rekannya diduga edarkan ganja serta pengelolaan sampah.

Editor: Rizka Desri Yusfita
istimewa
Ilustrasi ganja. Foto tak terkait berita sebanyak 47 narkoba jenis ganja diamankan pihak Polda Sumatera Barat. 

Berkat informasi dari kedua tersangka, Polda Sumbar mengamankan inisial MA dan AD yang menjaga barang haram tersebut atau gudang di sebuah rumah di Kawasan perumahan dalam wilayah Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumbar.

"Sebanyak 23 paket disimpan dalam karung besar warna hijau sebanyak 23 paket di bawah kompor dapur, dan 19 paket lainnya dalam karung putih di kamar mandi rumah," ujarnya.

Adapun barang bukti atau BB lainnya yang ikut disita adalah empat unit handphone (HP) milik para tersangka.

Setelah dilakukan pengembangan, inisial YYP dan BD sebagai kurir mendapatkan narkoba sebanyak 12 paket ganja. Sedangkan inisial MA dan AD mendapatkan uang Rp2 juta rupiah dari menjaga barang haram tersebut.

"Dari keempat tersangka, tidak ada yang residivis," pungkasnya. 

Baca juga: Fadly Amran Perintahkan PUPR Atasi Penyebab Banjir di Dadok Tunggul Hitam Padang, Koordinasi BWS

2. Fadly Amran Inisiasikan Kerja Sama dengan Unand untuk Pengelolaan Sampah di Kota Padang

Mengoptimalkan pengelolaan sampah di Kota Padang, Pemerintah Kota Padang bersama Universitas Andalas (Unand) menjajaki kerja sama terkait pengelolaan sampah organik menjadi pupuk.

Hal ini menjadi pembahasan dalam pertemuan antara Wali Kota Padang, Fadly Amran, dengan Direktur Usaha dan Pengembangan Bisnis Unand, Dr. dr. Andani Eka Putra beserta jajaran, di Gedung Putih Kediaman Resmi Wali Kota, Kota Padang, Sumatera Barat, Sabtu (26/4/2025).

Fadly Amran menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menangani masalah lingkungan, terutama mengurangi timbulan sampah harian Kota Padang yang mencapai 647 ton.

"Kami menyambut baik inisiatif tersebut. Semoga kerja sama ini dapat terwujud, sehingga membawa solusi untuk permasalahan sampah di Kota Padang," harap Fadly Amran.

Sementara itu, Dr. Andani menjelaskan bahwa Unit Bisnis Pupuk Organik Direktorat Pengembangan Unit Usaha dan Bisnis Unand telah mendapatkan kuota dari Kementerian Pertanian RI untuk suplai pupuk organik bersubsidi dengan kapasitas produksi antara 50-100 ribu Ton per tahun.

"Kita sudah kerja sama dengan produsen lokal, dan perlu juga bekerja sama dengan Pemerintah Kota Padang terkait pengolahan produksi pupuk organik tersebut," ungkapnya.

Ia pun berharap kerja sama ini dapat terwujud, sehingga t urut membantu pengentasan masalah sampah organik di Kota Padang.

"Pupuk yang dihasilkan nantinya akan dapat dijual, dan masyarakat yang aktif memilah sampah organik juga akan mendapatkan penghasilan. Semoga dalam dua hingga tiga bulan ke depan kita sudah mendapatkan investor," imbuhnya.

Turut hadir mendampingi dalam pertemuan ini, Sekdako Padang Andree Algamar, Kepala DLH Fadelan Fitra Masta, Kepala Dinas Kesehatan Srikurnia Yati, serta Kepala Dinas Perkim Raf Indria.

Sumber: Tribun Padang
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved