Demo di Padang
Massa Aksi Nilai Jawaban Kapolda Sumbar Diplomatis, Ultimatum 7x24 Jam untuk Tindaklanjuti Tuntutan
Presiden Mahasiswa Universitas Andalas (Unand), Dedi Irwansyah, menegaskan pihaknya mengajukan tujuh tuntutan kepada Kapolda Sumbar.
Penulis: Muhammad Afdal Afrianto | Editor: Rezi Azwar
TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Usai menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolda Sumatera Barat (Sumbar), Jumat (29/8/2025) sore hingga malam, massa dari kelompok ojek online (ojol), mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan masyarakat sipil menyatakan belum puas dengan jawaban Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta terkait tuntutan mereka.
Aksi solidaritas ini sebelumnya digelar buntut kematian tragis Affan Kurniawan yang dilindas rantis Brimob.
Massa yang datang sejak pukul 16.00 WIB sempat terlibat aksi dorong-dorongan pagar Mapolda hingga melempar botol ke arah gedung. Insiden itu terjadi karena massa kecewa Kapolda tidak menemui mereka.
Hingga akhirnya Kapolda Sumbar menemui massa aksi sekitar pukul 20.42 WIB untuk berdialog secara langsung.
Baca juga: Jadwal Kapal KM Sabuk Nusantara 37 Terbaru, Hari Ini Berangkat dari Air Bangis ke Labuhan Bajau
Para peserta aksi hadir dengan atribut kebanggaan masing-masing. Ojol mengenakan jaket hijau, sementara mahasiswa dan organisasi kepemudaan datang memakai almamater, membawa bendera, serta poster bertuliskan “Polisi Bangsat #13.12” dan “Ahmad Syahroni Dukung Polisi Tangkap Pendemo Anarkis DPR.”
Bahkan massa juga mengibarkan bendera bergambar anime One Piece.
Presiden Mahasiswa Universitas Andalas (Unand), Dedi Irwansyah, menegaskan pihaknya mengajukan tujuh tuntutan kepada Kapolda Sumbar.
Tuntutan itu antara lain meminta pertanggungjawaban aparat atas tindakan represif yang menewaskan Affan Kurniawan, serta meminta pencopotan anggota kepolisian yang dianggap menyepelekan tragedi tersebut.
Baca juga: Daftar Harga Gerakan Pangan Murah di Dharmasraya, Minya Goreng Rp15.500 per liter

“Tujuh tuntutan kami kepada Kapolda Sumbar, salah satunya soal tindakan represif yang menyebabkan kawan kami ojol meninggal dunia. Kami minta tindakan tegas dari Kapolda, bahkan pencopotan terhadap anggotanya yang terlibat,” ujar Dedi kepada wartawan usai aksi.
Meski telah berdialog, Dedi menyebut massa tidak puas dengan jawaban Kapolda yang dinilai hanya bersifat diplomatis. Mereka menandatangani berita acara tuntutan, namun tetap akan melakukan tindak lanjut.
“Kami tidak puas, hari ini jawabannya hanya diplomatis. Kita akan follow up, dan jika tuntutan kami tidak diindahkan, kami akan turun lagi dengan jumlah massa yang lebih besar,” tegasnya.
Lebih lanjut, Dedi menyebut pihaknya memberikan ultimatum kepada Kapolda Sumbar agar menindaklanjuti tuntutan selambat-lambatnya 7x24 jam.
Baca juga: Harga Cabai dan Bawang Putih di Pasar Inpres Sijunjung Masih Stabil Rp40 Ribu Sekilo
“Kami akan menunggu respons Bapak Kapolda paling lambat tujuh hari. Kalau tidak ada tindakan nyata, kami akan kembali turun dengan kekuatan lebih besar bersama seluruh aliansi,” katanya.
Menurut Dedi, jumlah massa yang hadir dalam aksi di depan Mapolda Sumbar hampir menyentuh seribu orang, terdiri dari mahasiswa, masyarakat sipil, hingga driver ojol.
“Kalau secara total hampir seribu massa hadir hari ini. Dari seluruh elemen, mulai mahasiswa, masyarakat, hingga abang-abang ojol,” ujarnya.
Kapolda Sumbar Temui Peserta Demo, Pastikan Brimob Pelindas Affan Kurniawan Diproses |
![]() |
---|
VIDEO Detik-Detik Kapolda Sumbar Temui Massa Aksi, Pagar Sempat Roboh |
![]() |
---|
Kapolda Temui Massa Aksi, Ratusan Pendemo di Mapolda Sumbar Akhiri Aksi Demo |
![]() |
---|
FOTO Massa Aksi Merobohkan Pagar Agar Masuk ke Halaman Mapolda Sumbar |
![]() |
---|
Aksi Demo di Mapolda Sumbar Memanas, Massa Rusak Pagar dan Bakar Spanduk |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.