Kapal Tenggelam
Dua Tahun Rusak, Kapal Banawa Nusantara 88 Tenggelam di Laut Pariaman Akibat Hujan Badai
Kapal Banawa Nusantara 88 tenggelam di perairan Pariaman, Sumatera Barat, Kamis (17/4/2025), usai diterjang hujan badai pekan lalu.
Penulis: Panji Rahmat | Editor: Rahmadi
TRIBUNPADANG.COM, PARIAMAN – Kapal Banawa Nusantara 88 tenggelam di perairan Pariaman, Sumatera Barat, Kamis (17/4/2025), usai diterjang hujan badai pekan lalu.
Kapal pelayaran rakyat (pelra) hibah dari Kementerian Perhubungan pada 2019 ini sudah dua tahun tidak beroperasi akibat kerusakan di bagian baling-baling.
KM Banawa Nusantara 88 tersebut, sudah dua tahun mengalami kebocoran, sehingga hanya terparkir di perairan Kota Pariaman, dekat pulau Angso duo.
Kadishub Kota Pariaman, Afwandi, mengatakan, sebelum kapal tenggelam pihaknya sempat melakukan pengurangan air dan memanaskan mesin kapal.
Ia menerangkan, kapal tersebut awalnya mengalami kebocoran di bagian baling-baling sehingga dalam satu tahun terakhir kapal tersebut tidak bisa digunakan.
Baca juga: BREAKING NEWS: Makam Pegawai Toko Emas Dibongkar di Pariaman, Kematian Ada Kejanggalan
"Kebocoran tersebut bertambah dalam beberapa waktu terakhir karena memang kondisi kapal sudah banyak yang lapuk," ujarnya, Rabu (23/4/2025).
Pihaknya memperkirakan, kapal tenggelam akibat hujan badai yang terjadi di Kota Pariaman beberapa waktu lalu.
Kondisi kapal yang sudah rapuh ditambah hujan badai yang terjadi, membuat kapal tenggelam dengan cepat ke dasar laut.
Kadis menerangkan kondisi kapal yang sudah rusak selama dua tahun terakhir, sejatinya tidak mendapat perhatian khusus dari pemerintah.
Hal ini karena biaya perbaikan kapal yang cukup besar, mencapai Rp300 juta, serta lokasi perbaikan yang hanya bisa dilakukan di Kepulauan Mentawai.
Baca juga: Kota Pariaman Gandeng Pengadilan Agama Berantas Nikah Siri, Gelar Sidang Isbat Terpadu
Oleh karena itu, kata dia semenjak tiba di Pariaman kapal yang didatangkan dari Lumajang, Jawa Timur itu belum pernah menjalani perawatan menyeluruh di dek.
"Perawatan yang bisa kami lakukan hanya pengecatan, namun untuk di bagian bawah tidak bisa, padahal teritip banyak di bagian bawah," katanya.
Ia menyampaikan semenjak didatangkan ke Pariaman kapal yang rencananya untuk mendukung pariwisata daerah tersebut tidak banyak digunakan.
Kapal itu, hanya digunakan keliling pulau di perairan Pariaman, bersama tamu kepala daerah.
Diketahui kapal dengan kapasitas 24 penumpang tersebut sebelumnya bertujuan untuk membawa wisatawan yang menyukai wisata pulau dan disewakan untuk wisatawan yang mempunyai hobi memancing.
Baca juga: Kereta Api Pariaman Ekspres Seret Mini Bus Ratusan Meter di Padang Pariaman, Korban Dilarikan ke RS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.