Mudik Lebaran 2025

604 Masjid di Sumbar Siap Sambut Pemudik, Bisa Istirahat Nyaman 24 Jam!

Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sumatera Barat menyiapkan 604 masjid ramah pemudik di sepanjang jalur mudik Lebaran 2025.

Tayang:
Editor: Rahmadi
Kemenag
MASJID PEMUDIK - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sumatera Barat menyiapkan 604 masjid ramah pemudik di sepanjang jalur mudik Lebaran 2025. Masjid-masjid ini akan dibuka 24 jam untuk memberikan kenyamanan bagi pemudik yang ingin beristirahat. 

TRIBUNPADANG.COM - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sumatera Barat menyiapkan 604 masjid ramah pemudik di sepanjang jalur mudik Lebaran 2025.

Masjid-masjid ini akan dibuka 24 jam untuk memberikan kenyamanan bagi pemudik yang ingin beristirahat.

Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, Mahyudin, mengatakan program ini bertujuan memfasilitasi pemudik yang melintasi Sumbar agar memiliki tempat singgah yang nyaman dan bersih.

Mahyudin mengatakan sebagai bentuk dukungan bagi pemudik, Kemenag Sumbar telah menyiapkan 604 posko masjid yang tersebar di kabupaten kota se Sumatera Barat.

“Kami sudah menyiapkan 604 masjid ramah musafir disepanjang jalur mudik di Sumatera Barat. Kami juga meminta Kemenag kabupaten kota bersama KUA Kecamatan untuk memberikan fasilitas yang nyaman bagi pemudik,” ungkap Mahyudin dari keterangan resmi, Minggu (30/3).

Baca juga: Sampah Berserakan Usai Salat Idulfitri di Kantor Gubernur Sumbar, Prajurit TNI Goro Bersihkan

“Fasilitas masjid tidak perlu mewah atau dibuat baru, yang penting bersih dan bisa memberikan kenyamanan serta kemudahan bagi pemudik saat singgah untuk beristirahat,” sambung Mahyudin.

Selain itu, lanjut Mahyudin, Kementerian Agama juga mengimbau kepada seluruh masjid yang berada dijalur mudik untuk membuka masjid selama 24 jam.

“Selain membuka masjid 24 jam, pengurus juga memberi penanda keberadaan masjid/musala, tersedia toilet bersih dan air wudu, memberi kesempatan bagi pemudik yang ingin beristirahat,” pesan Kakanwil.

Hal ini menurut Kakanwil, sesuai dengan SE Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2025 tentang Panduan Penyelenggaraan Ibadah Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah/2025 Masehi

Lebih lanjut, Kakanwil juga mengimbau jajaran Kemenag kabupaten kota untuk mencatat jumlah pemudik yang singgah di setiap masjid secara berkala, baik selama arus mudik maupun arus balik.

Baca juga: Warga Pasaman Barat Jaga Tradisi Silaturahmi Lebaran, Kunjungi Keluarga dan Pemimpin

Untuk mendukung masjid ramah musafir ini, Kakanwil meminta jajaran Kemenag kabupaten kota untuk berkoordinasi dengan berbagai pihak agar masjid-masjid dapat terus memberikan layanan terbaik bagi para musafir.

“Untuk menyukseskan program ini perlu dilakukan sinergi antara jajaran Kemenag di daerah dengan pengelola masjid, pemerintah daerah, kepolisian, serta para donatur agar layanan bagi pemudik dapat berjalan optimal,” ucapnya.

Kakanwil berharap keberadaan Masjid Ramah Pemudik ini bukan hanya sekedar data atau seremoni, namun benar-benar memberi manfaat bagi para pemudik. Oleh karena itu, kebersihan, dan ketersediaan fasilitas harus menjadi prioritas, pungkas Kakanwil.

Untuk memastikan masjid ramah ini tersedia dan berjalan dengan baik, Kakanwil, Mahyudin meninjau salahsatu masjid Ramah Musafir Musafir, Masjid Baitul Huda Kota Padang Panjang.

“Masjid Baitul Huda ini salahsatu masjid ramah musafir yang ada di Sumatera Barat, bahkan diusulkan untuk lomba tingkat nasional. Pengurus bahkan menyediakan penginapan gratis bagi musafi,” tutup Mahyudin.

Baca juga: Amalan Sunah Bulan Syawal: Puasa, Silaturahmi, hingga Sedekah Berpahala Besar

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved