Lebaran 2025

Separuh Penduduk Indonesia Bepergian, Pemerintah Utamakan Mudik Aman dan Nyaman

Survei Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI terkait pergerakan masyarakat selama libur Lebaran 2025, memperkirakan sekitar 146,48 juta orang mudik

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Emil Mahmud
Tribunpadang.com/Ghaffar Ramdi
PUNCAK ARUS MUDIK - Prediksi puncak arus mudik dan arus balik lebaran nantinya bakal terjadi sebelum dan sesudah hari raya Idul Fitri Syawal 1446 H. Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Solok akan berlakukan pembatasan operasional angkutan barang yang meintasi ruas jalan jalur Padang-Solok, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). 

Selain itu, sejumlah perusahaan angkutan darat juga mempersiapkan tambahan bus di berbagai jurusan yang penumpangnya padat.

Hal yang sama juga dilakukan ASDP, selaku otoritas pelabuhan penyeberangan di berbagai wilayah, yang mempersiapkan sejumlah kapal feri tambahan untuk beroperasi bila dibutuhkan.

Pemerintah juga mengeluarkan sejumlah kebijakan yang relevan dengan kondisi terkini. Kebijakan yang tergolong baru adalah imbauan pemerintah agar ASN dan karyawan BUMN bisa melakukan perjalanan mudik lebih awal dengan menerapkan work from
anywhere (WFA).

Kebijakan WFA memungkinkan ASN dan pegawai BUMN menjalankan tugas kedinasan secara fleksibel. Pemerintah berharap perusahaan swasta juga menerapkan WFA.

Pemerintah optimistis kebijakan WFA bisa memecah jumlah pemudik agar tidak menumpuk saat puncak arus mudik yang biasanya terjadi pada H-3 Lebaran.

“Kebijakan ini cukup efektif, karena pada 24 Maret sudah terlihat lonjakan pemudik cukup signifikan. Sehingga diharapkan pada puncak mudik, lusa atau 29 Maret, lonjakannya tidak akan terlalu tinggi,” ujar Adita.

Selain itu, pemerintah memberikan diskon tarif tol pada hari-hari tertentu. Berdasarkan keterangan resmi Badan Pengawas Jalan Tol (BPJT), diskon tarif tol berlaku untuk arus mudik maupun arus balik.

Diskon tarif tol di masa arus mudik berlaku pada 24-28 Maret 2025 mulai 05.00 WIB. Sementara diskon tarif tol untuk arus balik berlaku pada 4-28 April 2025 mulai pukul 05.00 WIB.

Kabinet Merah Putih membuktikan kerja tim lintas kementerian solid. Berbagai kebijakan ini merupakan hasil kerja sama antara Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kemenko Perekonomian, Kemenhub, Kementerian BUMN, Kementerian
Keuangan, Kementerian PU, badan otoritas jalan tol, industri penerbangan dan seluruh unsur terkait di pemerintahan daerah,” kata Adita.

Dalam rangka menjamin keamanan mudik, Polri mengerahkan sebanyak 164.295 personel gabungan dan mendirikan 2.835 pos keamanan di berbagai lokasi strategis.

Polri mengidentifikasi 126.736 area titik fokus keamanan, termasuk terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, dan tempat-tempat wisata. 

Kebijakan manajemen salah satu mobilitas terbesar di dunia ini pun dilengkapi dengan pengaturan hari libur dan cuti bersama, sehingga memungkinkan arus balik juga lebih terkendali.

Pemerintah menetapkan Hari Raya Nyepi 2025 sebagai libur nasional pada 29 Maret 2025, dengan tambahan cuti bersama Nyepi pada 28 Maret 2025.

Sementara itu, libur Hari Raya Idulfitri 1446 H diperkirakan jatuh pada 31 Maret – 1 April 2025, menunggu keputusan penetapan 1 Syawal, dengan tambahan cuti bersama Idulfitri pada 2, 3, 4, 7, dan 8 April 2025, guna mendukung kelancaran mudik, arus balik, kegiatan wisata dan perayaan bagi seluruh lapisan masyarakat.(rel/pco) 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved