Mudik Lebaran 2025
Curah Hujan Tinggi, Pemudik Harus Waspada Melintasi Daerah Rawan Bencana di Sumbar
Curah hujan tinggi dengan durasi lama dalam beberapa waktu belakang di Sumatera Barat, membuat pemudik yang hendak berdatangan dan melintas...
Penulis: Panji Rahmat | Editor: Rizka Desri Yusfita
TRIBUNPADANG.COM,PADANG PARIAMAN - Curah hujan tinggi dengan durasi lama dalam beberapa waktu belakang di Sumatera Barat, membuat pemudik yang hendak berdatangan dan melintas harus meningkatkan kewaspadaan.
Peringatan ini disampaikan oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, mengingat adanya peningkatan arus mudik ke Sumbar dalam beberapa hari terakhir.
Mahyeldi menyebut peningkatan arus mudik di Sumbar sudah mulai terlihat, perkiraannya jelang lebaran 2025 akan ada sebanyak 200 ribu pemudik datang ke Sumbar.
"Tapi di tengah peningkatan ini, kondisi cuaca di Sumbar diprediksi dalam beberapa hari ke depan akan terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan dengan durasi yang panjang," ujarnya.
Baca juga: Potensi Cuaca Ekstrem Masih Berlanjut hingga Lebaran, PLN Siapkan Langkah Antisipatif
Berdasarkan koordinasinya dengan BMKG hujan dengan intensitas tinggi tersebut berpotensi terjadi hingga pekan pertama April 2025, atau persis sepanjang masa arus mudik dan arus balik.
Melihat situasi ini, Mahyeldi mengajak para pemudik tetap meningkatkan kewaspadaan di tengah kondisi cuaca tidak menentu.
Terlebih diketahui Sumbar merupakan daerah dengan gudang bencana alam, kondisi geografis yang penuh dengan perbukitan membuat ancaman bencana tidak pernah berhenti.
"Saat kondisi cuaca hujan, kami harap pemudik bisa lebih waspada terlebih di daerah rawan longsor seperti sitinjau lauik dan malalak," ujarnya.
Baca juga: Kapolres Padang Pariaman Himbau Pengendara Berhati-hati Saat Kondisi Cuaca Tidak Menentu
Di luar peningkatan kewaspadaan pemudik, Mahyeldi mengaku sudah berkoordinasi dengan jasa marga dan Dinas PU untuk melakukan antisipasi.
Antisipasi ini dilakukan dengan menyiapkan sejumlah alat berat di titik longsor, guna menjaga keamanan dan kenyamanan para pemudik, selama libur lebaran 2025.
Selain antisipasi bencana alam, Mahyeldi mengaku bersama Polda Sumbar dan pihak terkait ini telah memberikan solusi atas masalah kemacetan yang sudah menahun di Sumatera Barat.
"Kawasan yang dulu padat setiap libur lebaran (arus mudik dan arus balik), sejak adanya one way sistem sudah mempermudah para pemudik dan wisatawan berkunjung ke Sumbar," ujarnya pasca meresmikan Pemberlakuan Sistem Jalan Satu Arah di Simpang Tiga Sicincin, Padang Pariaman, Jumat (28/3/2025).
Ia menilai para pemudik dan wisatawan tidak perlu lagi takut berkunjung ke Sumatera Barat karena sudah banyak alternatif untuk pengendara agar tidak menghabiskan waktu di jalan.
Hal ini didukung dengan kembali beroperasinya tol Padang-Sicincin secara fungsional untuk mengurai titik kemacetan, selama libur lebaran 2025.
Mahyeldi mengaku hingga hari pertama arus mudik ini, perantau Sumatera Barat terus berdatangan ke ranah Minang, terlebih banyaknya kegiatan pulang basamo yang diinisiasi oleh partai politik dan anggota legislatif.
| Arus Balik Sepekan Pasca Lebaran, Kendaraan Padati Jalan Lintas Padang-Solok |
|
|---|
| Puncak Arus Balik, 101 Bus AKAP Masuk Terminal Bareh Solok |
|
|---|
| One Way System di Padang Luar Macet, Penyebabnya Jalan Sempit dan Pelanggaran Aturan |
|
|---|
| 36.258 Kendaraan Melintasi Tol Padang-Sicincin Saat Arus Balik Lebaran 2025 |
|
|---|
| Polda Sumbar Pantau One Way Padang Luar Agam, Arus Balik Padat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/ilustrasi-cuaca-ekstrem-bmkggg.jpg)