Berita Populer Padang

POPULER PADANG: Palai Bada dan Lompong Sagu Laris, Masjid Al Hakim Pasang Larang Pacaran dan Merokok

Berita populer Padang: larisnya palai bada dan lompong sagu serta Masjid Al Hakim pasang larangan pacaran.

Editor: Rizka Desri Yusfita
TribunPadang.com/Rezi Azwar
MASJID AL HAKIM: Seperti inilah penampakan papan larangan berpacaran maupun bermesraan yang dipasang oleh petugas Masjid Al Hakim, Selasa (4/3/2025). Pemasangan papan berisi himbauan larangan ini, karena banyaknya masyarakat yang duduk-duduk di sekitar masjid saat sore hari. 

Namun, pada saat prose pembungkusan dimasukkan potongan kecil gula merah ke dalam adukan pisang dan kelapa parut tadi.

Setelah dibungkus dengan daun pisang, barulah dibawa ke perapian untuk dibakar. Apinya tidak boleh terlalu panas, agar daun pisang yang membungkusnya tidak hangus terbakar.

Baca juga: Mencicipi Palai Bada di Kota Padang, Gurihnya Perpaduan Ikan dan Parutan Kelapa yang Pedas

Nurjani menyebutkan, jika dibakar dengan menggunakan api yang cukup besar, hanya menghanguskan daunnya. Namun, untuk bagian dalamnya tidak matang merata.

"Proses pembakaran 5 sampai 10 menit. Kita juga harus membolak-balikkannya, agar masaknya merata. Setelah itu, sudah bisa dijual dengan harga Rp2000," katanya.

Resep Dari Kakak Ipar

Nurjani menyebutkan berjualan bersama dengan suaminya bernama Aidil Fitri (66) yang membantunya setiap hari.

Dirinya menjadi satu kesatuan, di saat Nurjani membuat adonan, suaminya berdiri di tungku perapian membolak-balikkan lompong sagu yang sedang dibakar di atas bara api.

Pekerjaan ini setiap hari dilakukannya, hingga ratusan lompong sagu dan makanan lainnya dijual setiap hari.

"Saya diajarkan oleh Kakak Ipar saya, karena penjualannya terus meningkat dan menjadi usaha yang bisa menghidupi keluarga.

Awal saya berjualan, waktu itu anak perempuan saya masih TK, dan sekarang sudah dua tahun tamat dari bangku SMA," ujar Nurjani.

Baca juga: Arti Lirik Lagu Minang Lompong Sagu: Lompong Sagu Lompong Sagu Bagulo Lawang

Akhirnya kegiatan membuat lompong sagu menjadi profesinya, dan setiap hari selalu berkecimpung dengan usahanya.

Jenis makanan yang paling banyak dibuat setiap harinya oleh keluarga ini adalah sebanyak 200 lompong sagu, sedangkan untuk jenis makanan seperti lapek hanya 30.

Nurjani dan Aidil Fitri juga menerima pesanan dari masyarakat yang menginginkan jualannya. Jadi, bukan hanya menjual ke pembeli yang lewat di depan rumahnya di pinggir jalan.

"Akan tetapi, pada awal bulan suci Ramadan 1446 hijriah ini, peminat lompong sagu sedikit menurun. Akan tetapi, penjualan palai bada lebih meningkat," sebut Nurjani, sambil tersenyum menyampaikan pendapatannya kepada TribunPadang.com.

Untuk pembuatan palai yang paling banyak dibeli masyarakat saat bulan suci Ramadan dibutuhkan bahan-bahan ikan kecil-kecil, kelapa parut, dan juga cabe merah.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved